LAUHUL MAHFUDZ

LAUHUL MAHFUDZ
CEMBURU



pagi sabtu ini aku sangat bahagia, karena selain aku tidak kerja, mama sama papa bilang mereka akan berkunjung kerumah ku sore nanti dan langsung menginap. hah aku seneng banget akhirnya papa sama mama bisa tidur dirumah.


sudah lama aku tidak mengunjungi mereka karena aku sekarang juga mulai sibuk dengan pekerjaanku dirumah sakit. entah kenapa akhir akhir ini banyak pasien kecelakaan dan harus segera dilakukan penanganan lebih cepat, kayak semalem aja aku pulang kerumah sudah pukul 24.00


sama sepertiku fahriza juga sibuk dengan urusan kantornya. sudah beberapa kali aku merencanakan untuk pulang kerumah papa namun selalu saja ada hal mendadak dirumah sakit yang harus aku kerjakan yah mau bagaimana lagi namanya juga kerja kita harus bisa profesional apalagi aku seorang dokter yang diperlukan setiap saat jika pasienku dalam keadaan darurat.


hari ini fahriza juga tidak kerja. setelah sarapan tadi pagi dia langsung masuk ke ruang kerjanya di dekat kamar tamu dibawah.


semulanya aku ingin menemuinya untuk mengajaknya pergi belanja kepasar. karena bahan bahan masakan juga sudah menipis


tapi setelah ku pikir pikir lebih baik aku chat lewat wa saja jadi tidak perlu menyusahkan ku untuk keluar dari kamar. aku baru dapat nomornya kemaren waktu dia nelpon aku karena lupa matiin kompor gas. untung saja aku masih dirumah kalau tidak rumah kami sudah gosong.


za, bisa temenin ke pasar nggak mau beli perlengkapan dapur soalnya udah menipis


"oke send kita tunggu balasannya." gumamku


aku bukannya nggak bisa pergi sendiri tapi diluar lagi panas banget ntar kalau belanja banyak banyak mau disimpan dimana, kan queen ku nggak punya bagasi. nggak mungkin dong sayur daging dan yang lainnya disimpen di jok motor. yah mau pakai mobil kan bukannya punya aku. lagian aku nggak mau minjem barangnya fahriza ntar kalau rusak ribet gantinya.


driitt


eh udah di bales cepet juga ya hehehe


kenapa nggak online shop aja


"hemh dasar. kalo nggak mau nemenin itu bilang aja kale" rutukku kesal


kalo nggak bisa ya udah. aku pake taksi online aja


dengan kesal aku melempar ponsel ku di kasur. " huh dasar nggak bisa diandelin" gumamku kesal. kuambil cardigan panjang yang tergantung di gantungan,baju lalu sandal jepit


sebelum aku turun kebawah tiba tiba fahriza masuk lalu mengambil jaketnya. "ayo" ujarnya datar lalu kembali turun kebawah menuju garasi mobil.


sedangkan aku masih tercengang dengan sikapnya yang bisa berubah ubah itu. bagaiman dia bisa bilang ayo sedangkan tadi menyuruhku untuk membeli lewat online shop.


saat sudah digarasi mobil. ku lihat fahriza sudah duduk di bangku sopir, mobilnya sudah terparkir diluar pagar.


fahriza yang masih asik memainkan ponselnya tak menyadari kedatanganku. dengan mengenakan celana pendek selutut kaos berwarna hitam dilengkapi dengan jaket berwarna army menutupi kaos hitamnya dan ditambah kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. membuatku benar benar tersihir dengan stayle nya yang dewasa seperti itu.


tak ingin membuatnya menunggu lebih lama aku segera masuk kedalam mobil.


saat aku sudah berada di dalam fahriza langsung menjalankan mobilnya menembus jalanan lalu lintas jakarta yang selalu padat.


tak berapa lama berada didalam mobil, fahriza langsung membelokkan mobilnya memasuki parkiran mobil di sebuah mall besar. "kenapa dia membawaku kesini" ujar batinku


" kamu belanja disini aja ya, soalnya saya juga mau bertemu klien. tapi kalau kamu tidak suka kamu bisa ikut saya sebentar setelag itu kita langsung ke pasar" ucapnya sambil melepas seat belt yang melingkar di badannya


aku masih mematung didalam mobil, ya ampun aku ke mall dengan sendal jepit, atasan kaos longgar panjang, bawahan rok plisket ditambah cardigan yang menutupi bentuk tubuh belakangku dan aku juga menggunakan jilbab syar'i yang biasa, huh stayle yang berbanding terbalik dengan fahriza.


saat fahriza membukakan pintu mobil untukku aku masih enggan untuk keluar. bagaimana tidak, aku tidak pernah ke mall dengan outfit kayak gini. dan ini pertama kalinya aku mengenakan stayle yang sangat tidak aku suka.


"ada apa?" tanyanya padaku yang masih menerawang bagaimana aku diperhatikan jika aku masuk ke mall nanti. bukannya hanya itu saja aku takut kalau fahriza malu dengan stayle ku ini.


" kayaknya aku tunggu dimobil aja deh" ujarku pada fahriza


"kenapa?" tanya nya singkat. huft duh ni orang kenapa sih banyak tanya.


" hufftt, emangnya kamu nggak malu bawa aku kesini dengan outfit kaya gini?"


"kenapa mesti malu?"


"yah secara aku pake sendal jepit kayak gini apalagi pakaianku yang biasa ini"


fahriza mengembuskan nafasnya secara perlahan sambil membuka kaca matanya dan meletakkanya di kursi belakang. perlahan dia mendekati ku dan menggendongku sontak aku kaget dengan cepat aku melingkarkan tangan di lehernya fahriza takut nanti kalau aku berontak ntar jatoh lagi. " kamu ngapain" tanyaku kesal dengan sikapnya "orang orang pada meratiin kita" sambungku sambil menutup wajahku dengan dompet.


setelah sampai di pusat perbelanjaan bahan makanan barulah dia menurunkan ku dari gendongannya. yah seperti biasa kami jadi pusat perhatian bahkan aku tak sengaja mendengar beberapa pengunjung disana memuji fahriza. "dasar cari muka" umpatku kesal dengan tingkah fahriza yang membuatku malu setengah mati.


"kamu pilih dulu semua barang barang yang mau kamu beli saya mau menemui seseorang diresto atas nanti kalau sudah selesai kamu telfon saja" ujarnya sembari menatapku. aku hanya mengangguk tanpa membalas tatapannya.


ketika fahriza sudah meninggalkan ku tiba tiba ada seorang pengunjung wanita mendekatiku dan tersenyum padaku" mbak itu suaminya ya?" tanya nya centil


"iya" jawabku dan datar


" duh romantis banget sih mana ganteng banget lagi, rahasianya apa sih mbak" lanjutnya


aku yang masih memilih sayur hanya menatapanya sambil tersenyum kecut.


"mbak maaf ni ya tapi saya mau jujur, suami mbak itu gantengnya kebangetan loh mbak, saya aja hampir meleleh karena melihat tatapan matanya yang tajam itu, suami mbak itu mirip banget sama Zayn Malik" ujarnya tersenyum malu.


" Zayn Malik?" tanyaku mengernyitkan dahi


" yah si mbak kagak kenal abang zayn, itu lo mbak penyanyi yang bawain soundtrack nya disney aladin yang baru dirilis kemaren." jelasnya


"saya kesana dulu mbak" ujarku ketus.karena kesal pada wanita itu, bisa bisanya dia memuji muji fahriza didepanku. ntah kenapa kupingku terasa panas mendengar wanita tadi menyukai fahriza. rasanya aku ingin menjambak rambut ikalnya itu.


setelah selesai membayar belanjaanku di kasir aku langsung menelfon fahriza tapi nggak aktif, ku coba sekali lagi tetep juga nggak aktif. tak ingin putus asa aku mencoba ngespamnya lewat WA. tapi nggak masuk cuma centang satu.


duh jangan jangan fahriza ninggalin aku lagi, dengan cepat aku menipis pikiran buruk itu. ku coba sekali lagi menelponnya tetep nggak aktif. " awas aja kalo sampe ninggalin, bakalan ku cincang dia saat dirumah nanti" rutukku kesal.


setelah sekian menit tiba tiba sebuah tangan menggandeng tangan kiriku. dengan cepat aku menepis tangan itu. kulihat fahriza menghentikan langkahnya dan menatapku.


"kemana aja sih?" tanyaku ketus.


"maaf" ucapnya datar


"huh maaf, kamu kira aku nunggu bermenit menit disini harus diabaikan gitu aja"


" hufftt, ya udah saya minta maaf, ponsel saya mati dan saya juga nggak bawa charger."


" aku nggak butuh alasan kamu, kalo hp mu mati kenapa nggak nemuin aku di kasir"


" saya udah cari kamu kedalam tapi kamu nggak ada ternyata kamu udah disini."


" Alasan" ujarku kesal lalu mendahuluinya menuju mobil baru lima langkah keluar dari mall tiba tiba seorang gadis SMA mencegat fahriza yang ada di belakangku. ku balikkan tubuhku menatap mereka dan benar saja gadis itu menggoda fahriza untuk meminta foto bersama. aku memutar bola mataku lalu kembali mendekati mereka


saat aku sudah di samping fahriza pun dia masih centil dan menggoda fahriza.


"ehem, maaf ya kita buru buru jadi poto potonya nanti saja." ujarku pada gadis itu.


dia menatap sinis kearahku


" kamu siapanya dia pake ngelarang larang segala?" tanyanya ketus


aku memutar bola mataku dan mengulurkan tanganku seperti ngenalin diri ke klien.


" saya Lufita, istri dari pria yang kamu ajak untuk berfoto denganmu dan suami saya lagi buru buru jadi mohon untuk pengertiannya" ucapku tegas


"cih nggak serasi banget mendingan gue" gumamnya


tanpa membalas jabatan tanganku gadis itu pergi dengan tatapan sinisnya padaku.


"dasar centil, masih SMA aja udah ganjen" ujarku kesal sambil melirik fahriza. pria yang aku lirik malah tersenyum menunjukan deretan giginya yang putih


" apa liat liat cepet jalan" balasku ketus


fahriza hanya menggelengkan kepalanya dan masih terus tersenyum.


saat sudah di mobil aku masih saja kesal. kenapa fahriza nggak ngelawan, padahal gadis itu mencoba menggodanya. ah dasar genit pasti dia juga suka di goda kayak gitu.


" masih kesal ?" tanya fahriza lembut sambil fokus nyetir


"pikir aja sendiri" balas ku masih dengan nada ketus


" nggak usah kesal gitu, saya masih tetap suami kamu kok" ujarnya menggodaku


" kenapa nggak ngelawan sih waktu di rayu sama bocah tadi,"


" kan kamu yang ngusir dia jadi saya nggak perlu ikut campur urusan wanita"


" alesan bilang aja kamu suka digoda kayak gitu" balasku makin kesal. entah kenapa mood ku sekarang benar benar berantakan apalagi ngeliat fahriza di puji sama mbak mbak di mall tadi ditambah lagi gadis SMA yang menggodanya membuatku merasa sedang berada dikompor. aku juga tidak tau kenapa aku tidak suka melihat fahriza bersama wanita lain


" kamu cemburu?"


" iyalah kam...." kata kata ku terhenti karena aku baru saja menyadari apa yang baru saja ku ucapkan dengan cepat aku menutup mulutku


" ehm ma maksudku em ya a..aku nggak suka aja nunggu lebih lama aku ingin cepat nyampe rumah" ucap ku gugup. "duh kenapa aku kayak gini sih, pake bilang cemburu segala argh" ujar batinku malu bercampur kesal. ku lirik fahriza dari ekor mataku, dia masih pokus nyetir dengan senyum yang makin mengembang hingga ginsulnya terlihat dengan jelas.


saat mobil sudah sampai rumah buru buru aku turun sambil membawa belanjaanku. dari tadi aku merasa pipiku panas.


ku buka pintu rumah tapi sebelum aku masuk ke dalam CUP sebuah kecupan hangat mendarat dipipi kananku. " makasih karena udah nganggep saya suami mu walaupun hanya didepan seorang gadis" ucap fahriza berbisik ditelinga ku. seketika badanku terasa kaku jantungku memompa lebih cepat bahkan tiga kali lipat dari bisanya pipi ku makin panas. suara jantung ku terdengar dengan jelas. dengan cepat aku berlari menaiki tangga, dan mengunci pintu kamar semua sayur dan bahan bahan lainnya ku bawa masuk kamar, aku menyenderkan tubuhku disamping pintu.


ku lepas belanjaanku begitu saja dilantai, tanganku lalu memegang dadaku yang masih bergemuruh, nafasku masih terengah engah.


" apa itu tadi, apa dia menciumku," gumamku dengan nafas yang masih tersengal sengal aku meraba pipiku yang tadi dicium oleh fahriza, wajahku kembali memerah. aku merasa kamar ku tidak memiliki oksigen, "Ya Allah bagaimana jika aku keluar nanti dan bertemu dengannya apa yang harus ku lakukan" ujarku dengan nafas yang sudah bisa diatur.


•••••••••••


diruang kerjanya fahriza juga mengalami hal yang sama, bagaimana bisa dia melakukan hal itu pada lufita, "apa aku sudah jatuh cinta dengannya" ujar fahriza sambil memegang tengkuknya. dia mengusap wajahnya dan mencoba melupakan semuanya, namun malah bayangan lufita yang kaget saat ia menciumnya tadi yang muncul.


"ck, ja, sepertinya aku benar benar sudah jatuh cinta pada wanitamu" gumam nya sambil menatap sebuah foto anak kecil yang tertera di wallpaper laptopnya.


💕haiii readers😁😁 menurut kalian yang dimaksud fahriza wanitamu itu, kira kira lufita milik siapa ya? hemh penasaran juga. tunggu kelanjutannya ya. see you💕