
sinar senja yang begitu indah membuat siapapun yang melihat akan tersihir. jalanan yang tak pernah sepi kini semakin padat karena sudah waktunya para pekerja untuk pulang menemui keluarga mereka.
Taman tulip merupakan salah santu tempat wisata yang paling bagus dikunjungi ketika sang surya ingin pergi,terlihat beberapa dari mereka yang berlalu lalang, baik sendiri maupun bersama orang yang disayang.
Namun yang paling menarik perhatian adalah dua orang anak kecil yang duduk dibawah pohon besar. seorang gadis kecil yang usianya kira kira 4 tahunan itu menangis tersendu sendu dengan kedua tangannya yang terus memegangi boneka kayu kecil dengan bordiran tepinya bertuliskan RIFI.
"fi, fifi udah dong nangisnya, rija jadi nggak tega buat ninggalin fifi" ucap seorang anak laki laki yang duduk disampingnya. anak laki laki yang bernama rija ini terlihat lebih tua dari gadis kecil itu.
"kalo fifi kayak gini rija jadi nggak tega buat pergi"sambungnya sangat lembut seraya mengelus rambut fifi gadis kecil yang dari tadi tak hentinya menangis hingga membuat hidung mancungnya memerah.
"ta..tapi hiks, fifi nggak siap buat ditinggal sama bang ija, fifi nggak punya teman selain bang ija"tukas fifi sambil menghapus air matanya yang dibantu oleh rija
"fifi sayang, dengerin bang ija ya, bang ija di sana juga karena belajar, kalau nggak bang ija juga nggak mau ikut ibu dan ayah bang ija"
jelas ija yang tak kalah sedih mengingat baru dua hari ini ia sangat dekat dengan fifi tetangganya yang baru pindah di dekat rumahnya seminggu yang lalu
"disini fifi cuma kenal bang ija, selain itu fifi nggak kenal siapa siapa lagi" ucap fifi yang sudah mulai mengehentikan tangisnya mungkin fia merasa kelelahan karena telah berapa lama ia menangis. ija yang masih sibuk menghapus air mata fifi dikedua pipi fifi hanya tersenyum sambil memegang kedua wajah chubby fifi
"fifi kan punya mama, papa, kak lutfi, kak lufian, temen temen sekolah fifi,dan sekarang juga udah ada bobo" ujarnya sambil memegang boneka kayu yang berada di tangan fifi
"apa bang ija akan terus menatap disana?"tanya fifi dengan suara yang masih serak
"nggak sayang, bang ija pasti pulang kesini lagi bang ija janji"jawab ija seraya mengulurkan jari kelingkingnya didepan fifi dan setelah bermenit menit menunggu akhirnya fifi juga membalas kelingking rija yang sedari tadi menggantung diudara
"ya udah kita pulang sekarang ya, jam 7 malam nanti bang ija udah harus ada di bandara" tuturnya lalu menggapai tangan fifi dan berdiri.
" apa bang ija akan pergi secepat itu" tanya fifi yang masih duduk sambil mendongakan kepalanya menatap ija, mata bulatnya yang sendu menandakan dengan penuh harap ia tak ingin ditinggal oleh ija
"iya fi, kita harus pulang sekarang bentar lagi magrib, nanti mama sama papa kamu nyariin kamu"
"tidak bisakah ditambah sepuluh menit lagi, bang ija akan ninggalin fifi dalam waktu yang lamasedangkan perpisahan kita sekarang cuma beberapa menit"
"baiklah kita sambil jalan ya soalnya kalau disini terus ntar keburu azan, nanti kita sholat bareng ya" ujar ija yang berjalan di samping fifi sambil terus menggenggam jemari mungilnya
😘maaf ya kalau ada kata-kata yang kurang huruf salah dalam penulisannya maklum anak baru hehehe...
selamat membaca aku berharap bisa menghibur kalian💕