L'Amour Vrai

L'Amour Vrai
Episode 74 : Clue



Happy reading♡


Rafael sudah mengerahkan seluruh detektif yang ada namun tak ada satu pun dari mereka yang berhasi menemukan keberadaan El.


Rafael rasanya ingin marah pada dirinya sendiri. Kenapa ia tidak bisa menemukan kekasihnya.


"Aku yakin kamu pergi dibantu orang lain. Tidak mungkin kamu bisa melakukannya sendirian," ucap Rafael.


Tiba tiba pintu ruang kerja Rafael terbuka. Rafael hendak memarahinya karena dia masuk tanpa mengetuk pintu dulu. Namun tidak jadi karena ternyata yang datang itu adalah sahabatnya.


"Antonio dimana?" Tanya Rafael saat ia tidak mendapati satu temanya disana.


"Gak tahu. Harusnya yang nanya itu gue sama lo, kan beberapa minggu terakhir lo sering sama Anita," ucap Janshen.


"Gue gak sama dia. Dia sendiri yang sering datang kesini meskipun udah gue usir berkali kali," ucap Rafael.


"Lagian, lo udah ada El masih aja nanggepin si Anita. Mampus kan sekarang lo ditinggalin tanpa kabar lagi," ucap Janshen. Memang diantara mereka semua hanya Janshen yang bermulut pedas.


"Gue gak pernah nanggepin dia Shen. Dia sendiri yang sering datang ke gue."


"Kalo emang dia sering datang ke lo, harusnya lo tolak dia. Lo cowok harus tegas dikit meskipun dia adeknya temen lo sendiri," ucap Janshen.


"Udah, tapi gak mempan. Dia keras kepala," ucap Rafael.


"Mungkin iya sekarang lo tegas sama dia. Tapi kenapa gak dari waktu lo udah sama El?" Tanya Alex sedangkan Billie memilih diam saja.


"Gue gatau. Yang jelas gue mau El. Gue mohon sama kalian, bantu cariin cewek gue," ucap Rafael memohon.


"Gak mau gue. Meskipun lo sahabat gue, gue gak bakal kasih tahu keberadaan El kalo emang iya gue tahu. Gue gedek sama sikap lo yang berubah ubah. Lo itu niat gak sih sama El sebenarnya?" Tanya Janshen.


"Kalo gue gak niat gak mungkin dari dulu gue cari dia," ucap Rafael.


Rafael diam. Sial! Bisa bisanya ia hampir keceplosan.


"Maksud gue, gue udah kenal El waktu dia masih kuliah. Makanya gue cari tahu tentang dia," jelasnya.


"Gini deh, sekarang gue nanya bener bener sama lo Raf. Lo milih Anita atau El?" Tanya Janshen.


"Jelas El Meinhard lah. Gue cintanya sama di bukan sama Anita," ucap Rafael.


"Ya udah lo kerja keras lagi lah buat cari keberadaan El. Jabatan aja CEO masa nyari orang aja susah. Lo banyak duit," ucap Janshen.


"Shen, gue udah kerahin semua detektif yang ada tapi gak ada satu pun dari mereka yang bisa nemuin keberadaan El. Gue juga udah pusing," ucap Rafael.


"Yakin? Lo udah kerahin semuanya?" Tanya Alex.


"Yakali gue bohong," ucap Rafael.


"Usaha lo menurut gue percuma, El gak bakalan balik kalo urusan dia belum selesai," ucap Alex kemudian pergi dari sana meninggalkan Rafael yang penasaran karena ucapannya.


"Saran gue, lo coba cari ke negara lain. Siapa tahu El ada di negara berbeda. Dia suka banget nasi goreng kan," ucap Janshen.


"Pinter lo. Kenapa gak dari kemarin gue kepikiran kesana," ucap Rafael.


"Ya lo kan emang bego," ucap Janshen. Akhirnya ia bisa mengata ngatai Rafael. Sudah sejak dulu ia sangat ingin mengeluarkan kata kata kasarnya untuk Rafael. Namun baru terlaksana sekarang.


Tbc.


Ga nyambung ya bodo. Udh bingung sendiri sm jalan crta ini. Kayak udah gak ada ide aja buat nerusinnya. Tapi rate yg baca lebih bnyk yg ini dr pd yg baru... shshdbdbsjagdg kesellllllll