
Happy reading♡
Mobil yang ditumpangi oleh El berhenti di depan sebuah bangunan bertingkat. Banyak sekali orang berlalu lalang di depan sana. El pun keluar saat pintu mobil miliknya dibuka. Ada sebuah uluran tangan mengarah padanya. El menerima uluran itu dan melihat orangnya. Dia Rafael. El tersenyum saat melihat Rafael yang juga tengah tersenyum padanya.
"Kau sangat cantik" ucap Rafael membuat El tersipu malu. El hanya diam saja. Rafael mengaitkan tangan El ke tangannya kemudian masuk ke dalam gedung.
Rafael tidak menyangka jika Belinda akan mempersiapkan El dengan begitu cantik seperti sekarang. Gaun berwarna biru sangat cocok dengan warna rambut El. Sungguh Rafael harus berterimakasih pada Belinda.
Saat sudah berada di dalam gedung, Rafael membawa El untuk menemui orang yang mempunyai acara ini.
"Selamat atas peresmian hotel anda tuan Wilson" ucap Rafael.
"Oh, tuan Levent, terimakasih. Saya kira anda tidak datang" ucap tuan Wilson.
"Tentu saja aku datang" ucap Rafael.
"Ini siapa?" Tanya Wilson.
"Ah, ini El" ucap Rafael. El tersenyum kemudian menganggukan kepalanya.
"Sangat cantik tuan. Selera anda memang bagus" ucapnya Rafael hanya tersenyum.
"Kalau begitu, aku pamit untuk menyapa tamu lain. Kau dan istrimu nikmati acaranya ya" ucap Tuan Wilson.
"Terimakasih" ucap Rafael.
"Apa maksudnya sebagai istrimu?" Tanya El.
"Aku tidak tahu" ucap Rafael. Ep hanya mendengkus kesal. Ia pun melihat lihat orang orang yang berada di acara ini. Semuanya dari kalangan atas.
"Kau haus?" Tanya Rafael.
"Ya" ucap El. Rafael pun memberika segelas jus pada El sedangkan dia mengambil segelas wine.
"Kau minum itu?" Tanya El saat ia melihat Rafael akan meminum minuman berwarna merah pekat.
"Iya, kenapa?" Tanya Rafael.
"Jangan minum itu, minum ini saja" ucap El mengganti minuman Rafael dengan jus jeruk. Rafael terkekeh namun tetap menerimanya.
"Lebih baik kita duduk" ajak Rafael. El pun menurut dan mengikuti Rafael untuk duduk. Jika dirasa rasa, El merasa sangat bosan. Sedari tadi, ia hanya diam bahkan sesekali tersenyum pada orang orang yang menyapanya.
"Hai" sapa seorang wanita pada Rafael. Rafael hanya melihatnya sekilas. Kemudian pandangan wanita itu jatuh pada El. Ia melayangkan tatapan tidak suka. Namun El hanya diam saja.
"Rafael, aku kira kau tak datang ke acara paman ku" ucapnya.
"Tuan Wilson mengundangku" ucap Rafael.
"Oh tentu saja, itu karena keinginanku" ucapnya.
"Dan siapa wanita di sebelahmu?" Tanyanya.
"Apa dia wanita simpanan mu?!" Tanyanya membuat El tersinggung. Namun dengan cepat Rafael menjawabnya.
"Sayangnya itu bukan urusanmu. Urus saja urusanmu sendiri" ucap Rafael.
"Hahaha, sepertinya iya dia wanita simpanan mu" ucap wanita itu.
"Kalau begitu, perkenalkan aku Lucy. Keponakan pemilik acara ini" ucapnya.
"Aku tidak perlu tahu siapa nama mu" ucap El ketus.
"Kau?!!! Berani beraninya kau" geramnya.
"Kenapa aku harus takut, lagi pula aku bukan seperti wanita yang kau maksud. Kau lihat sendiri di kaca itu" ucap El menjeda kemudian menunjuk kaca besar di sebelah mereka.
"Kau lihat sendiri dan bisa menilainya. Dari penampilanku? Kau yakin. aku masih mengenakan pakaian yang sopan?" Ucap El.
"Jangan membuat dirimu dipermalukan disini. Lebih baik kau cepat pergi berganti baju" ucap El. Wanita itu pun pergi dengan perasaan dongkol. Sedangkan Rafael hanya diam sedari tadi memperhatikan interaksi kedua wanita di depannnya. Ia tidak menyangka jika El akan berkata seberani itu.
"Aku tidak menyangka seorang nona Meinhard dapat berkata terus terang seperti tadi" ucap Rafael.
"Memangnya siapa yang tidak kesal dikatakan sebagai jalang?" Ucap El.
"Apa kau pun berfikir aku juga jalang?" Tanya El pada Rafael.
"Tidak El, kau bukan jalang. Sudahlah tidak usah kau dengarkan omongan wanita tadi" ucap Rafael.
"Kau mengenalnya?" Tanya El.
"Tidak terlalu. Dia seorang model" ucap Rafael. Namun El hanya diam. Ia malas menanggapinya. Mood nya sudah benar benar berantakan gara gara wanita tadi. Ia pun hanya memilih diam dan memakan makanan di depannya. Sedangkan Rafael hanya terkekeh melihat reaksi kesal yang ditampilkan wajah El.
"Apa kau mau berdansa?" Tanya Rafael.
"Aku sedang kesal padamu" ucap El.
"Baiklah, aku minta maaf sudah membuat mu kesal. Aku, Rafael meminta mu untuk menjadi teman berdansaku malam ini, apa kau mau?" Tanya Rafael. El pun mengangguk kemudian berdiri.
"Aku tidak sempat belajar dansa Raf, nanti aku malah membuatmu malu bagaimana?" Tanya El berbisik saat mereka sudah berada di tengah aula.
"Tenanglah. Ikuti alunan musiknya dan pikirkan hal yang baik saja. Aku akan mengajarimu" ucap Rafael. El pun mengangguk dan percaya pada Rafael.
Alunan musik dansa mulai terdengar. El dengan cepat mempelajarinya melalui Rafael. El tersenyum ke arah Rafael begitu pun sebaliknya.
Saat akan pertukaran pasangan. Rafael tidak melepaskan El. Ia kembali menarik El. Ia tidak rela jika El menjadi pasangan dansa pria lain.
"Tuan pemaksa yang possesive" ucap El.
"Tentu" ucap Rafael.
Gerakan dansa El dan Rafael menjadi tontonan semua orang. Banyak yang kagum dan merasa terbawa suasana karena tarian mereka berdua. Sampai lagu akan berhenti, Rafael membuat El berputar sehingga gaun yang dikenakan El ikut mengembang dengan indah. Jangan lupakan juga rambut El yang ikut menari menari sedari tadi. El jatuh ke pelukan Rafael sembari tersenyum. Hingga tanpa sadar Rafael mencium keningnya. Membuat El kaku seketika.
Riuh tepuk tangan memenuhi aula tempat diadakannya pesta. Semuanya terharu melihat kemesraan Rafael dan El. Seketika kamera para wartawan mengambil gambar mereka. El merasa pusing dengan kilatan flash dari kameran mereka akhirnya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rafael.
"Bawa aku pergi" ucap El berbisik. Seketika Rafael pun tersadar dan membawa El keluar dari dalam acara. Ia sampai lupa berpamitan pada tuan Wilson.
Rafael dan El menuju ke mobil mereka dan wartawan masih saja mengikuti mereka berdua. Sampai bodyguard suruhan Rafael datang menghadang mereka. Sampai di dalam mobil, Griss langsung melajukannya.
"Semua gara gara kau" ucap El kesal.
"Aku?" Tanya Rafael.
"Iya. Kenapa kau harus mencium keningku tadi" ucap El.
"Itu gerakan Refleks El. Aku pun tidak sadar akan mencium keningmu" alibi Rafael. Namun El hanya diam tidak lagi menanggapi ucapan Rafael. Ia sudah sangat kesal sekali. Bisa bisanya Rafael menciumnya di depan umum. Ya walaupun di kening. Tapi tetap saja ia malu. Ini pasti akan menjadi berita hot trending.
Ini baju yang dipake El ya sahabad.
ini jas yang dipake Rafael.
...TBC...
...idih, Rafael mulai berani noh wkwkw. jadi gimana part ini? suka gak? semoga suka ya....
...foto from pinterest...
...oh iya, buat cast, ada rekomendasi gak? kalo ada komen disini yaw aku tunggu....
...Aycha....