L'Amour Vrai

L'Amour Vrai
Episode 52 : Savage



Happy reading♡


Kini, El dan Rafael duduk bergabung bersama semuanya terkecuali Aura. Ia pergi keluar karena permintaan suaminya.


"Jadi, bagaimana keadaan mu?" Tanya Billie.


"Baik" jawab El singkat.


"Benar? Apa kau sudah bisa berjalan?" Tanya Billie. Sejak kedatangan El tadi, Billie memilih duduk di sebelah adik sepupunya itu.


"Belum" ucap El.


"Ada apa? Kenapa jawabnya ketus gitu?" Tanya Billie.


"Tidak ada" ucap El.


Billie keheranan kemudian menatap ke arah Rafael. Rafael pun paham namun hanya menggidikan bahunya. Tanda ia juga tidak tahu.


"Mau ikut pulang ga? Kebetulan aku gak bakal kerja lagi" tanya Billie.


"Tidak perlu. Dad bilang akan menjemputku nanti" ucap El.


"Sudahlah Bil, jangan terlalu banyak bertanya. Dia baru bangun tidur tadi" sela Rafael saat Billie akan bertanya lagi.


Sedangkan Anita, ia pun memilih berpindah tempat duduk. Ia kini berada di sebelah Rafael namun di kursi yang berbeda.


"Raf, bagaimana apa kau sudah memikirkan tawaran ku?" Tanya Anita membuat Rafael mengernyitkan dahinya.


"Tawaran apa?" Yang bertanya bukan Rafael melainkan El.


"Kau tidak perlu tahu, ini urusan ku dengan Rafael" ucap Anita ketus.


El pun beralih menatap ke arah Rafael. Rafael hanya tersenyum dan mengelus kepala El.


"Aku tidak bisa menjadi partner mu di pesta keluarga Alex. Aku akan pergi dengan seseorang" ucap Rafael.


"Gak bisa gitu dong. Kan biasanya juga kita pergi bersama setiap ada pesta bisnis" ucap Anita tidak terima.


"Terserah. Lagi pula aku tidak pernah mengajak mu di pesta pesta sebelumnya" ucap Rafael.


"Kasihan sekali" ucap El. Ia pun menyandarkan kepalanya pada dada bidang Rafael. Tingkah El pun tidak luput dari pandangan teman teman Rafael begitu juga Anita. Ia sempat ingin berdiri dan hendak berbicara lagi pada El, namun ditahan oleh Antonio.


Lain dengan yang lain, sejak tadi Janshen memperhatikan gerak gerik Rafael dan El. Sepertinya mereka memiliki hubungan special.


"Hmm, apa kalian memiliki hubungan lain?" Tanya Janshen.


"Hubungan apa?" Tanya El.


"Kekasih. Maybe" ucap Janshen.


"Kelihatannya seperti apa?" Tanya El.


"Ya seperti sepasang kekasih" ucap Janshen.


"Ya sudah, anggap seperti itu saja" ucap El.


"Ga cocok banget mereka pacaran. Ga selevel" ucap Anita.


"Apa maksud mu? Level? Kasta?" Ucap El setengah bangun dari sandaran Rafael.


"Jadi, aku harus sekasta dulu dengan Rafael baru aku bisa menjadi kekasihnya? Begitu maksud mu?" Ucap El dengan nada yang cukup tinggi.


"Well, mungkin iya. Kau lihat saja, kau hanya seorang dokter anak berbeda dengan Rafael yang seorang CEO" ucap Anita.


"Hahaha, lalu apa menurut mu Rafael pantas bersansing dengan mu?" Tanya El.


"Jelas. Aku keturunan keluarga terhormat dan juga kaya raya. Aku memiliki beberapa bisnis juga jika kau ingin tahu" ucap Anita.


Keadaan tiba tiba memanas. Baik Billie atau pun Rafael sempat keheranan dengan tingkah El. Biasanya ia tidak akan melayani ucapan Anita. Namun kali ini berbeda.


"Sombong sekali! Aku akui aku memang hanya seorang dokter anak. Dan lagi kekayaan yang sekarang aku miliki sebagian masih atas nama keluarga. Aku bukan wanita pebisnis seperti anda nona Anita" ucap El kemudian mengambil ponsel miliknya yang ternyata sedang dipegang oleh Rafael.


Setelah tersambung, El sengaja menekan tombol loudspeaker.


"Hallo" ucap El.


"Hallo nona, ada yang bisa saya bantu?" Ucap seseorang di seberang telepon.


"Tentu. Apa kau ingat dengan meeting dua minggu yang lalu? Tentang kontrak kerja sama Barbie Boutique dengan AN Boutique?" Tanya El. Anita langsung mengalihkan atensinya. AN boutique adalah butik miliknya. Untuk apa El menyebutkan nama butiknya dan nama butik ternama tadi?


"Tentu nona, ada apa? Apa ada masalah?" Tanyanya.


"Tidak ada apa apa. Aku hanya ingin membatalkan kontrak kerja samanya. Aku tidak peduli berapapun harga yang akan kita tanggung untuk ganti rugi. Yang aku mau hanya itu, batalkan kontrak kerja samanya. Dan jangan lagi menerima bentuk kerja sama apapun dengan perusahaan atas nama Anita Maxwell" ucap El membuat Anita membulatkan matanya.


*maapin lagi. Aku lupa marganya si anita sama antonio😭🤌🙏


"Baik nona. Akan kami proses. Untuk kerugian, perusahaan anda tidak akan mengalami kerugian sepersen pun. Kami jamin itu" ucapnya.


"Terimakasih" ucap El kemudian menutup telepon tadi.


Ia pun kembali melihat ke arah Anita yang sedang duduk dengan tatapan tidak percaya.


"Jangan terlalu bangga karena anda seorang pembisnis. Saya juga seorang pembisnis hanya saja saya tidak mempublikasikan apa yang saya kerjakan" ucap El kemudian berdiri dari duduknya.


"Lain kali, sebelum anda berbicara alangkah baiknya anda lihat dulu siapa lawan bicara anda nona Maxwell. Saya, Barbie El Meinhard. Pemilik dari Barbie boutique yang dua minggu lalu anda ajak kerja sama" ucap El. Membuat Anita mati kutu.


"Tidak perlu seterkejut itu. Dua minggu yang lalu, meeting kerja sama dihadiri oleh orang suruhan saya karena saya berhalangan hadir. Dan maaf, saya tidak tertarik untuk bekerja sama dengan orang sombong seperti anda" ucap El kemudian berjalan pergi dari sana meskipun masih tertatih.


"Savage" ucap Janshen yang sedari tadi melongo.


"Gak nyangka gue Bill, ternyata sepupu lo pemilik butik ternama itu" ucap Alex.


"Dia gak suka pamer. Wajar kalo lo pada gak tau" ucap Billie.


"Duluan" ucap Rafael pergi untuk menyusul El.


Rafael berjalan cukup cepat dan beruntung ia dapat menyusul El yang masih berjalan di tangga. Sepertinya El akan kembali ke kamarnya.


Namun ternyata salah. El terus berjalan lurus hingga berhenti di depan sebuah pintu di sebelah kamar Rafael.


"Hei, bukan kamar yang itu" ucap Rafael namun El menghiraukannya.


Ternyata Rafael kalah cepat. El sudah masuk ke dalam kamar itu dan langsung menguncinya.


Rafael pun mengetuk ngetuk pintu itu agar dibuka kembali.


"El ayolah, buka pintunya" ucap Rafael.


"El"


"Barbie El, buka pintunya. Kau harus tidur di kamar ku. Bukan kamar yang ini" ucap Rafael.


"Tidak mau" teriak El.


"Harus mau. Cepat buka pintunya. Atau aku dobrak" ancam Rafael.


"Dobrak saja. Tapi setelah itu jangan harap aku akan berbicara lagi dengan mu" ucap El membuat Rafael kebingungan.


"Argh, bagaimana ini?" Tanya Rafael pada dirinya sendiri.


Setelah beberapa saat, El tidak lagi mendengar teriakan Rafael. Ia pun berjalan menuju ke kasur kemudian merebahkan dirinya. Tenaganya terasa habis karena harus banyak berbicara dengan orang seperti Anita.


Ia pun mematikan lampu dan menarik selimut.


Beberapa saat, ia pun akan hendak terlelap. Namun ternyata ia dikejutkan karena sebuah tangan melingkar di perutnya.


"Siap menerima hukuman baby? Berani beraninya kau mengunci pintu itu" ucapnya.


Tbc.


Akwwkwk, siape tuh😭🤌 btw kalo ada typo maapin. nih bantuin sebar napa biar banyak yg baca😼