
Happy reading♡
Sekitar pukul sepuluh pagi, El baru terbangun. Ia meregangkan otot ototnya kemudian melihat ke sekitarnya. Seingatnya, semalam ia tidur di sofa. Kenapa sekarang sudah tertidur di kasur? Rafael juga dimana? El terus bertanya tanya di dalam hatinya.
Ia beranjak dari tempat tidur untuk mencari Rafael, siapa tahu Rafael sedang mandi. Namun saat El membuka pintu kamar mandi, ia tidak menemukan siapapun. Ia kembali ke kamar dan hanya duduk diam saja. Apa mungkin Rafael meninggalkannya?
Tok...tok...tok
"Maaf cari siapa?" Tanya El saat membuka pintu.
"Hai nyonya, perkenalkan nama saya Belinda. Saya diperintahkan tuan Levent untuk melayani anda" ucapnya.
"Hai Linda, tapi, kenapa harus aku dilayani?" Tanya El.
"Tidak ada waktu nyonya, lebih baik sekarang kita ke butik saja dulu" ucap Belinda.
"Aku belum mandi dan baru bangun Linda" ucap El.
"Baiklah, kau cuci muka dulu setelah itu pakau pakaian yang ada saja ya. Cepat" ucap Belinda. El hanya menurut kemudian mencuci mukanya kemudian menggosok giginya. Ia tidak membawa baju kesini. Jadi ia hanya akan menggunakan dress kemarin miliknya.
"Ayo sekarang kita ke butik ku dulu" ajak Belinda.
"Linda, lebih baik kita makan dulu. Aku sangat lapar" ucap El.
"Baiklah nyonya" ucap Belinda. Akhirnya, El dan Belinda makan bersama di restoran yang ada hotel. Belinda memesan makanannya begitu pun El.
"Aku tidak menyangka tuan Levent akhirnya mempunyai pasangan" ucapnya membuka obrolan.
"Tapi aku bukan pasangannya Linda" jelas El.
"Tidak mungkin nyonya, kau wanita pertama yang dibawa tuan Levent" ucap Belinda.
"Tapi itu memang kenyataannya Linda, aku hanya teman biasa saja" ucap El.
"Dan berhenti memanggil ku nyonya, panggil aku El" ucap El lagi saat ia melihat Belinda akan memanggilnya nyonya lagi.
"Tapi semoga saja, kau dan tuan Levent berjodoh" celetuk Belinda membuat El tersedak bukan main. Belinda pun memberikan air pada El.
"Bisa tidak jika kita hanya fokus pada makanan kita saja" pinta El.
"Baiklah El" ucap Belinda. Akhirnya mereka kembali diam menikmati makanan mereka masing masing. El memakan makanannya sembari memperhatikan ke arah luar restoran. Ia masih saja tidak menyangka jika ia akan berada di Italia sekarang.
"El, kau umur berapa?" Tanya Belinda.
"Aku baru berumur dua puluh dua tahun" ucap El.
"Kau masih sangat muda" ucap Belinda.
"Ya begitulah" ucap El.
"Kau masih sekolah?" Tanya Belinda.
"Aku baru lulus dan sekarang sudah bekerja" jelas El.
"Lulus apa?".
"Mahasiswa kedokteran Linda" ucap El.
"Pantas tuan Levent tertarik" gumam Belinda.
"Oh iya, untuk apa aku berdandan Linda? Apa ada acara khusus?" Tanya El.
"Aku tidak tahu, aku hanya diperintahkan oleh tuan Levent, El" ucap Belinda.
"Kita dimana Linda?" Tanya El.
"Sekarang, kita ke butik milik ku dulu. Baru kita ke salon untuk menata dan memake up mu" ucap Belinda. El hanya mengangguk.
Mobil yang mereka tumpangi sampai di butik megah milik Belinda. Fyi, Belinda adalah seorang desainer ternama di Italia. Selain mempunyai butik, dia juga memiliki beberapa salon kecantikan.
Belinda dan El masuk ke dalam butik. Para pelayan di butik itu langsung membantu Belinda. Sedangkan El hanya diam saja. Belinda mengumpulkan cukup banyak baju. Sekitar sepuluh potong baju. Dress lebih tepatnya.
"Tolong kalian bawa ini ke dalam mobil ya" ucap Belinda pada salah satu pelayannya.
"El, aku perlu tahu ukuran sepatu mu" ucap Belinda.
"Tiga puluh delapan" ucap El. Belinda pun mengangguk dan mulai mengumpulkan berbagai model hells.
"Baju dan sepatu sudah siap El, sekarang ayo kita ke salon miliku" ajak Belinda.
"Ya" jawab El. Mereka berdua kembali menaiki mobil yang sudah ada di depan butik Belinda. Jarak dari butik menuju salon tidak terlalu jauh. Namun tetap saja harus menggunakan kendaraan.
El menganggumi dalam hatinya saat pertama kali melihat salon kecantikan milik Belinda. Dengan gerakan cepat, para karyawan Belinda menuntun El untuk melakukan manicure.
"Rileks ya El, mereka akan membersihkan kuku mu agar terlihat cantik" ucap Belinda. El hanya mengangguk saja. El duduk di kursi. Ia memberikan kedua tangannya pada masing masing karyawan Belinda. Ada juga yang sedang mengikir kuku kakinya. Ini adalah kali pertama ia diperlakukan seperti ini. Sebenarnya ia mampu untuk pergi ke salon hanya saja terlalu malas.
Setelah selesai dengan urusan manicure. El langsung kembali duduk di tempat berbeda. Disini ia sedang melakukan perawatan pada wajahnya. Belinda sendiri yang menanganinya. Namun karena memang wajah El yang sudah terawat dan sehat, jadi prosesnya tidak lama.
"Wajah mu sudah sangat sehat El. Aku tidak akan menambahkan bahan apapun lagi. Mungkin nanti di make up saja. Sekarang kita langsung ke rambut mu saja" ucap Belinda. Lagi dan lagi El harus duduk di tempat berbeda. Rambutnya di cuci terlebih dahulu. Kemudian dikeringkan seperti biasa.
Setelah selesai Belinda mulai memoleskan make up ke wajah El.
"Linda, jangan terlalu tebal ya" pinta El.
"Oke" ucap Belinda. El hanya diam saja saat wajahnya dipakaikan berbagai produk make up oleh Belinda.
"El, saatnya kau mencoba gaun biru itu" ucap Belinda. El pun mengangguk dan masuk ke ruang ganti. Ia mulai mengenakan gaun yang sudah dipilih Belinda. Setelah selesai ia pun keluar.
"Wow, kau sangat cantik El" puji Belinda.
"Ada ada saja kau ini, sudah sekarang tinggal apa lagi?" Tanya El.
"Tinggal tatanan rambut mu saja" ucap Belinda.
"Sebenarnya, acara apa yang dimaksud Rafael? Kenapa aku haru menggunakan gaun seperti ini?" Gumam El.
"Baru kali ini aku melihat wanita secantik dirimu El. Bahkan karyawan ku pun berkata demikian" ucap Belinda.
"Kau ini, kau pun cantik Linda" ucap El. Belinda tidak menanggapinya ia lebih fokus pada rambut El. Belinda sengaja menggerai rambut El dan mengcurly ujungnya saja. Seperti ini saja sudah sangat mewah.
"Acaranya jam berapa?" Tanya El.
"Sekitar jam tujuh malam. Jarak dari sini ke acara itu sekitar satu jam, jadi kau harus berangkat sebentar lagi" ucap Belinda.
"Jadi Rafael tidak menjemputku?" Tanya El membuat Belinda tersenyum.
"Tenanglah El, Rafael akan bertemu denganmu di acara nanti. Dia bilang masih ada pekerjaan" ucap Belinda.
"Sudah selesai. Kau bisa pergi sekarang" ucap Belinda. El pun memgangguk dan berterima kasih pada Belinda dan karyawannya kemudian keluar dari sana. Di depan sudah ada mobil milik Rafael. El mengenalinya. Ia pun masuk ke dalam mobil yang akan membawanya pergi bertemu Rafael.
...TBC...
...makasih yg udh vote komen. sayang kalian)...
...Aycha...