
Happy reading♡
Semenjak kepergian El, kediaman Meinhard tidak seperti dulu lagi. Hampir semua anggota keluarga kini menjadi lebih diam dan jarang berkumpul.
Claudia terus terusan mogok makan. Cliff sendiri sudah bingung harus bagaimana lagi ia membujuk istrinya itu.
"Sayang, makanlah." Clifford tidak tega melihat keadaan istrinya. Setelah El pergi, Claudia sering menyendiri dan melamun.
Beberapa dari anggota keluarga mencoba untuk mengajaknya berbicara namun Clau tetap diam.
Clifford menghela nafasnya. "Aku sudah tidak tahan lagi. Aku harus mencari keberadaan putri ku."
"Jangan gegabah Cliff," ucap Meinhard.
"Tapi pah, aku tidak bisa terus terusan diam seperti ini. Aku takut terjadi apa apa dengan anak ku dan juga istri ku," ucap Cliff.
"Bersabarlah. Aku akan berbicara pada Claudia," ucap Meinhard.
Clifford hanya mengangguk. Meinhard pun pergi dari sana menuju ke tempat Claudia berada.
"Clau," panggil Meinhard.
Claudia tetap diam di tempatnya. Ia tidak menghiraukan apapun. Termasuk orang orang yang memanggilnya ataupun mengajaknya berbicara.
"Ini aku, papa mu." Meinhard pun duduk di sebelah Claudia. Ternyata kepergian cucunya bisa membuat semuanya seperti ini.
Claudia seperti mayat hidup. Sudah berhari hari ia tidak makan. Ia hanya minum air dan vitamin saja.
"Aku tahu, kau tidak akan menyahuti pembicaraan ku. Tapi aku yakin kau mendengarnya," ucap Meinhard.
Ia pun menatap langit langit malam. Ya, setiap hari Claudia hanya akan duduk di balkon kamarnya yang mengarah ke arah luar. Ia selalu berharap jika mobil yang membawa putrinya masuk ke halaman rumahnya. Itu sebabnya ia selalu diam disana.
Menunggu sesuatu yang tidak pasti.
"Aku tahu, kau sangat sakit saat mengetahui anak mu pergi diam diam tanpa memberi tahu mu."
"Aku tahu, diantara semua anggota keluarga, kau lah yang paling merasa kehilangan El bukan?"
Claudia pun mengangguk. Setetes air mata turun membasahi pipinya.
"Mungkin kau melupakannyd karena kesedihan mu".
"Di video yang ia tinggalkan, El berjanji akan kembali jika urusannya sudah selesai. Ini memang sudah berlalu satu minggu, mungkin anak mu masih belum menemukan apa yang dia inginkan jadi dia belum kembali," ucap Meinhard mencoba menjelaskannya pada Claudia. Bagaimana pun ia tidak tega melihat kondisi menantunya seperti ini terus.
"Percayalah, cepat ataupun lambat anak mu pasti akan kembali. Dan aku mohon, berhenti menyiksa dirimu seperti ini. Apa kau mau jika nanti El kembali, ia melihat mommynya seperti ini? Bayangkan bagaimana bersalahnya El. Kau tahu bukan apa yang akan dia lakukan jika ia sudah merasa bersalah."
"Aku yakin kau mempercayai putri mu. Bangkitlah Clau, jangan seperti ini terus. Apa kau tidak kasihan pada suami mu?" Tanya Meinhard.
"Maaf papa," ucap Clau sembari terisak.
"Aku terlalu kalut dengan semua ini. Aku sangat tidak rela dengan kepergian El yang mendadak. Meskipun aku tahu dia akan kembali."
Meinhard mengangguk. Ia pun mengelus kepala Claudia. "Bersabarlah dan kembali beraktifitas seperti biasanya. Aku berjanji, jika El tidak kunjung kembali, aku sendiri yang akan mencarinya."
Claudia pun mengangguk dan mengusap buliran air matanya. Ia pun pamit pada Meinhard untuk menemui suaminya.
Kali ini, Meinhard dapat bernafas lega karena Claudia berhasil ia bujuk. Sekarang ia harus bisa menemukan keberadaan El meskipun nanti setelah ia tahu, ia tidak bisa membawanya kembali. Bagaimana pun El berhak atas keputusannya.
Meinhard pun ikut masuk ke dalam rumah, lebih tepatnya ia langsung masuk ke ruang kerjanya untuk menghubungi orang orang suruhannya.
Sedangkan Claudia, kini ia sudah berada di pelukan suaminya. Ia menangis sejadi jadinya. Rasanya sangat sakit namun apa boleh buat.
"Sudah sayang, kamu bisa sakit," ucap Clifford.
"Kalo kamu sakit, siapa yang bakalan bantuin aku cari El." Claudia pun berhenti menangis. Namun ia masih tetap memeluk suaminya.
"Apa yang dikatakan papa?" Tanya Cliff.
"Bersabar."
"Itu benar. Jangan terus menyakiti dirimu sayang, aku tidak suka. Kita bisa kan memulai aktifitas seperti biasanya? Aku yakin anak kita akan kembali," ucapnya Claudia pun mengangguk.
Tbc.
Double up nih, share napa biar banyak yg baca.
Baca cerita baru aku ih, maksa!