L'Amour Vrai

L'Amour Vrai
Episode 7 : Cerita Galaksi



Happy reading♡


Malam hari di kediaman Levent, Galaksi sudah sibuk bercerita tentang pengalamannya hari ini. Disana sudah ada Grandma dan Grandpanya serta bundanya ditambah sekarang Rafael bergabung setelah membersihkan dirinya sepulang dari kantor.


"Jadi, Galaksi ketemu lagi sama kakak cantik?" Tanya Aura.


"Iya grandma, tadi juga Galaksi main sama kakak cantik terus Galaksi ketiduran di ruangan nya kakak cantik. Eh pas Galaksi bangun, Galaksi laper. Terus ditanya sama kakak cantik, Galak laper enggak. Ya Galak jawab aja kalo Galak laper. Terus Galak dibawa makan ke restoran. Makanannya enak banget" jelas Galaksi.


"Wah, sepertinya kakak cantik baik banget ya sama kamu" tanya Aura.


"Iya grandma, dia baik banget sama aku. Tadi dia kesini nganterin aku cuma dirumah gak ada siapa siapa, jadi dia langsung pulang pas bunda nyampe rumah" ucap Galaksi.


"Bentar bentar, jadi dia kesini?" Tanya Michelle.


"Iya grandpa, kakak cantik anterin aku pulang tadi" ucap Galaksi.


"Emangnya bunda kamu kemana?" Tanya Aura.


"Tadi aku banyak pasien ma, jadi aku titip Galaksi ke kakak cantiknya Galaksi" jelas Eliza.


"Jadi kakak kenal?" Tanya Rafael tiba tiba.


"Belum terlalu Raf, kakak baru ketemu tadi. Itupun cuma sekali" ucap Eliza.


"Kamu ini, baru ketemu dia sekali udah minta tolong aja" ucap Aura.


"Ya mau gimana lagi ma, aku sibuk banget tadi. Takutnya Galak ilang nanti" ucap Eliza.


"Galak, ciri ciri kakak cantik mu itu seperti apa?" Tanya Rafael.


"Ih, kok om jadi kepo sih kayak dora aja" ucap Galaksi.


"Om cuma tanya aja" ucap Rafael.


"Pokonya dia cantik banget, iyakan bunda?" Tanya Galaksi pada Eliza.


"Iya Raf, dia cantik banget" ucap Eliza.


"Cantik menurut kalian, tapi mama gak tahu" ucap Aura.


"Grandma, pokonya kakak cantik matanya itu indah banget. Biru laut warna lensa nya" ucap Galaksi.


Deg


Rafael tiba tiba terkejut dengan ucapan Galaksi. Apa benar dugaan dia kalau wanita itu adalah wanita yang pernah ditolong olehnya?


"Terus ciri cirinya apa lagi?" Tanya Rafael.


"Ih om ini, beneran kan Galak bilang, om kepo banget kayak dora" ucap Galak.


"Terserah Galak, om mau pergi aja" ucap Rafael kemudian berdiri.


"Dih, orang gede marah" ucap Galaksi namun diabaikan oleh Rafael.


"Kamu mau kemana?" Tanya Aura.


"Raf harus pergi keluar ma, ada urusan. Kayaknya Raf pulang ke apartement malam ini" ucap Raf kemudian menyalimi tangan kedua orang tuanya kemudian kakaknya baru ia keluar dari rumahnya.


Di dalam mobil, ia menghubungi Griss untuk meminta alamat yang ia inginkan. Griss dengan cepat memberikan alamat itu pada Rafael. Saat sudah mendapatkan alamat yang ia minta, Rafael langsung saja menuju ke tempat itu.


Perjalanan dari rumahnya menuju ke alamat itu cukup jauh. Memakan waktu hampir empat jam. Rafael berangkat pukul tujuh malam dan baru sampai pukul sepuluh malam.


"Mana orangnya?" Tanya Rafael pada Griss. Griss dan bawahan Rafael yang lain sudah berada di tempat itu sejak lima jam yang lalu.


"Ada di dalam tuan" ucap Griss.


"Kau sudah mengintrogasinya?".


"Sudah tuan, tapi dia tetap tutup mulut" ucap Griss.


"Biar aku yang hadapi dia" ucap Rafael. Mereka berdua masuk ke dalam bangunan tua yang ada di tengah hutan.


Di tengah ruangan yang temaram duduk seorang pria yang diikat di kursi. Wajahnya sangat babak belur. Bukan tanpa alasan anak buah Rafael menghajar orang ini. Ia sudah membuat kesalahan dan itu sangat fatal bagi Rafael.


"Jadi, kau orangnya?" Tanya Rafael.


"Iya" jawabnya.


"Berani sekali kau melecehkan karyawanku sampai dia meninggal" ucap Rafael.


"Tentu aku berani, aku laki laki" jawabnya angkuh.


"Apa kau tidak bisa membayangakan jika wanita yang kau lecehkan itu adalah istri atau anak perempuan mu?" Tanya Rafael.


"Terkejut aku mengetahui kau memiliki anak perempuan?".


"Ini bukan anak perempuan mu?" Tanya Raf memperlihatkan selembar foto pada pria itu.


"Jangan berani kau sentuh dia" ucap pria itu marah.


"Hahaha, kita lihat saja apa yang bisa dilakukan oleh anak buah ku pada anak perempuan mu? Apa mungkin akan digilir oleh ke lima belas anak buahku?" Ucap Raf.


"Sepertinya seru" ucap Raf dengan seringaian nya.


"Jangan kau berani dekati anak dan keluarga ku" ucap Pria itu.


"Baik, katakan kenapa kau melakukan hal rendahan itu pada karyawan ku?" Tanya Rafael.


Pria itu masih diam


"JAWAB!" teriak Rafael.


"Aku, aku melakukannya karena suruhan orang" ucapnya.


"Siapa?".


"Aku tidak tahu, tapi pria itu seumuran denganmu namun dia memiliki tatto di punggung tanganya" jelas pria itu. Rafael sudah bisa memastikan siapa pria itu. Ia mengepalkan tanganya menahan emosi.


"Kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu. Max, urus dia" ucap Raf pada bawahan nya.


"Tuan, anda langsung pulang? Tanya Griss.


"Iya, aku ingin data dokter baru yang bekerja di rumah sakit Levent" ucap Rafael.


"Ada di dalam tuan, sebentar saya ambilkan" ucap Griss, Rafael hanya mengangguk dan menunggu di mobilnya.


Rafael masih tidak percaya jika orang yang dimaksud Galaksi dengan sebutan kakak cantik adalah orang yang pernah ia tolong.


Wanita itu lagi lagi mengingatkan Rafael pada sosok seseorang di masa lalunya.


"Tuan" panggil Griss.


"Ini data yang anda minta" ucap Griss.


"Terimakasih Griss. Aku pergi" ucap Rafael kemudian pergi dari sana untuk menuju ke apartement nya. Ia memutuskan untuk pulang ke apartement bukan rumah orang tuanya karena iya yakin akan sampai sangat larut. Sedangkan waktu tempuh ke apartment dari tempat itu hanya sekitar tiga jam saja.


Rafael memarkir mobilnya kemudian masuk ke dalam lift untuk sampai di unitnya. Ia menekan angka di sebelah pintu masuk untuk bisa membuka pintu apartementnya.


Rafael duduk di kursi panjang yang ada di depan ruang tv. Ia membuka map yang tadi diberikan oleh Griss. Seketika matanya membulat melihat foto kecil berukuran 4x6.


Dugaan Rafael benar, wanita ini adalah wanita yang pernah ia tolong. Jadi dia adalah kakak cantik yang dimaksud oleh Galaksi?


Rafael kembali membaca data diri wanita itu. Pandangan nya jatuh pada nama wanita itu.


"Barbie El Meinhard? Nama yang bagus" ucap Rafael sembari tersenyum smirk.


Rafael mengirimkan pesan pada Griss. Isinya hanya ia dan Griss yang tahu.


"Sepertinya, sejak pertama kali aku melihatmu, kau sudah menarik perhatian ku" ucap Rafael memandang foto kecil di map yang ia pegang.


"Ucapan Galaksi benar, kau sangat cantik. Bahkan aku baru melihat wanita secantik ini" ucap Rafael.


"Bersiaplah, kau telah membuat ku tertarik Barbie El" ucap Rafael.


Dalam seumur hidupnya, baru kali ini merasa tertarik dengan seorang wanita. Rafael menggeram kesal, pikirannya berkenalan terlalu jauh. Ia menyimpan map itu di meja dan pergi ke kamar mandi untuk mandi dingin.


"Sial, hanya dengan melihat fotonya saja aku sudah seperti ini" gerutu Rafael kesal.


...TBC...


...hai guys, ketemu lagi di eps 7. gimana sampe part ini? seru gak? harap harap sih seru ya. bantu support ceruta aku ya guys....


...Rafael dora, Galaksi boots nya😭😂😂...


...VOTE KOMEN YO!!!...


...kalo ada kekurangan kata, maapin ataupun typo ya....


...lop sekebon deh....


...Aycha...