L'Amour Vrai

L'Amour Vrai
Episode 69 : Pergi



Happy readingā™”


Sekitar pukul tiga dini hari, El sudah bersiap. Keadaan mansionnya sangat sepi karena semua orang sudah terlelap.


Sebelum meninggalkan kamarnya, El menyimpan ponsel miliknya disana. Di dalamnya ia meninggalkan sebuah video.


El keluar dari dalam kamarnya menggendong tas ransel. Ia tidak membawa banyak baju. Hanya beberapa potong saja.


El mengendendap endap supaya tidak menimbulkan suara apapun.


Untuk keluar dari dalam mansion besar ini, ia harus melewati jalan belakang. Karena jika ia melewati jalan depan sudah pasti akan ketahuan oleh penjaga.


El berhasil keluar tanpa menimbulkan suara apapun. Di luar sudah ada mobil hitam yang menunggunya. Ia langsung saja masuk ke dalamnya.


"Aku seperti sedang menculik mu," ucapnya.


"Kau memang sedang menculik ku. Namun ini atas perintah ku," ucap El.


"Sebenarnya apa yang akan kau lakukan? Sampai sampai harus pergi diam diam seperti ini?!" Ia pun mulai menjalankan mobilnya.


"Ada misi rahasia. Jika aku memberi tahu keluarga ku sudah pasti mereka tidak akan mengizinkannya."


"Apa kau yakin mereka tidak akan menemukan mu? Apalagi keluarga mu itu sangat kaya raya. Sudah pasti mereka akan menyewa berbagai detektif untuk menemukan mu," ucapnya.


"Yah semoga saja mereka tidak bisa menemukan ku untuk beberapa waktu," ucap El. Ia menghela nafasnya. Semoga saja semuanya lancar dan ia cepat menemukan kebenarannya dan cepat cepat kembali ke keluarga Meinhard.


"Apa Rafael tidak akan memenggal ku? Karena aku membantu mu kabur?" Tanyanya.


"Berdoa saja," ucap El.


Mereka kini sudah sampai di bandara. El keluar dari dalam mobil diikuti oleh Jacob. Ya, orang yang membantunya adalah Jacob.


El berjalan diikuti Jacob di belakangnya. Mereka berdua jalan dengan santai. Tiba tiba ada Alexander disana.


"Kok ada dia?" Tanya El.


"Iya aku minjem pesawat dia. Tenang dia gak mungkin bilang sama Rafael. Udah aku obrolin juga" ucap Jacob.


"Ya, itu benar." Alex menghampiri mereka berdua. El hanya tersenyum kaku. Pasalnya Alex terlalu cuek dan jarang berbicara. Jadi ia cukup segan kepadanya.


"Pesawatnya udah siap. Mau berangkat sekarang?" Tanya Jacob.


El menganggukan kepalanya. "Lebih cepat lebih baik."


El pun mengambil alih kopernya. Sebelum ia pergi, ia berpesan pada Jacob untuk tidak memberi tahu siapapun termasuk keluargnya. Ia juga memberi peringatan para Alexander supaya tidak memberi tahu Rafael. Meskipun Rafael adalah sahabatnya.


El pun berjalan meninggalkan keduanya menuju ke pesawat. Di bandara tidak ada siapapun. Aneh sekali. Namun El menghiraukannya ia terus berjalan sampai ia masuk ke dalam pesawat.


El cukup nyaman dengan pesawatnya. Ternyata Alex bisa memiliki pesawat sebesar ini.


"Bodoh kamu El. Wajar saja dia memiliki pesawat seperti ini, ingat dia anak keluarga Sapphie," gumamnya.


Pramugari pun memberi tahu El jika pesawat akan segera lepas landas. El pun memasang sabuknya.


"Selamat tinggal Boston dan selamat tinggal Rafael."


***


Benar perkiraan El jika pagi ini kediaman Meinhard dibuat geger. Kepergian El yang tidak diketahui siapapun membuat semuanya khawatir.


Claudia sudah menangis sejak pagi tadi. Clifford hampir kalap karena kepergian El juga keadaan Claudia yang terus terusan menangis.


"Tenanglah Clau, kita pasti akan menemukan anak mu."


"Lebih baik kita lapor ke polisi saja," ucap Meinhard kakek El.


"Itu lebih baik," ucap Criss adik Clifford.


"Tunggu dulu," tiba tiba Billie menyela. Ia baru saja kembali dari kamar El. Di tangannya ada ponsel milik El.


"Apa itu Bill?" Tanya Meinhard.


"Aku menemukan ponsel ini di kamar El. Sepertinya di dalamnya ada petunjuk," ucap Billie.


Ia pun membuka ponsel milik El. Ia mulai menggulir beberapa menu namun tidak menemukan apapun. Sampai akhirnya ia berhenti di menu galeri. Disana ada satu video. Langsung saja ia memutar video itu.


"Hai semuanya," ucap El dalam video itu.


"Maaf sebelumnya aku pergi tanpa pamit. Pasti mom dan dad khawatir. Maafkan aku."


"Aku akan baik baik saja. Aku harap kalian tidak mencari ku untuk beberapa waktu. Ada beberapa hal yang harus lakukan di luar. Aku akan kembali secepatnya ke Boston setelah semuanya selesai."


"Aku akan merindukan kalian. Selalu." Video pun terhenti. Claudia kembali menangis di pelukan suaminya.


Semua orang kini kebingungan. Namun, Levent tidak akan melepaskan cucunya itu. Bagaimana pun ia tidak ingin cucunya pergi apalagi sampai tidak memberitahunya.


"Aku akan tetap melapor polisi. Bahkan jika perlu aku akan menyewa detektif untuk mencari cucu ku," ucap Meinhard.


"Jangan opa. Kita harus menghargai keputusan El" ucap Clifford.


"Tidak. Kita harus mencarinya," ucap Claudia terisak.


"Mom, dengarkan aku. Aku tahu kamu sangat mengkhawatirkan putri kita. Tapi kita juga harus menghargai keputusannya. Kita tunggu dalam waktu satu bulan, jika ia tidak kembali baru kita mencarinya." Clifford menjelaskannya dengan lembut agar istrinya mau mengerti.


"Apa kau gila?! Kau baru akan mencarinya jika dia tidak kembali dalam satu bulan?" Ucap Meinhard marah.


"Pa, aku tahu karakter anak ku seperti apa. Aku yakin dia akan kembali jika urusannya sudah selesai," ucap Cliff.


Semuanya pun kembali diam. Mereka bingung sekaligus khawatir. Karna bagaimana pun, kepergian El yang mendadak ini menimbulkan tanda tanya besar.


Tbc.


El kabur karna sikap rapaelšŸ˜” gimana riders senenga rapael ditinggalin?


vote komen heem