
Happy reading♡
Shima terkejut saat El memegang kuat kepalanya. Rambutnya pun sedikit berantakan karena El menariknya.
"Hei, kau kenapa? Apa perlu aku panggilkan Rafael?" Tanya Shima ketakutan.
"T-tidak perlu. Aku baik baik saja" ucap El. Ia pun mengatur nafasnya. Rasa pening di kepalanya pun mulai mereda.
Shima terus memperhatikan El. Jujur ia khawatir ketika El memegang kepalanya tiba tiba.
Ia pun pergi mengambil air putih untuk diberikannya pada El.
El menerima air itu dan langsung meminumnya hingga habis.
"Terimakasih" ucap El. Shima hanya mengangguk.
"Acaranya akan segera dimulai. Sebaiknya kita ke dalam saja" ajak Shima, El hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.
Mereka berdua pun berjalan beriringan masuk kembali ke dalam. Shima memapah El karena takut tiba tiba akan pingsan.
Di dalam hotel, El langsung mencari keberadaan Rafael. Terlalu banyak orang disini jadi ia cukup sulit untuk menemukan Rafael.
"Rafael ada di ruang atas sepertinya. Alex selalu berkumpul dengan teman temannya sebelum acara dimulai" ucap Shima.
"Benarkah? Apa aku boleh kesana?" Tanya El.
"Tentu saja. Kau tinggal naik tangga itu dan kau akan menemukan mereka" ucap Shima. El pun mengangguk dan pamit pada Shima untuk menemui Rafael. Awalnya Shima menawarkan diri untuk mengantar El namun ditolak, karena takut merepotkan.
El berjalan perlahan menuju lantai atas. Ia memegang pegangan yang ada pada tangga. Karena jujur saja, rasa sakit di kepalanya masih ada.
Cukup lama El berjalan hingga ia sampai di lantai atas. Ternyata benar, disana ada Rafael dan teman temannya sedang berkumpul termasuk Anita.
"Raf" panggil El. Rafael pun menoleh ke sumber suara. Seketika senyumnya merekah.
Ia pun berjalan menghampiri sang kekasih.
Saat Rafael sudah berada di depannya, El langsung memeluknya erat. Rafael sendiri hanya kebingungan dengan tingkah El.
"Ada apa sayang?" Tanya Rafael.
"Tidak ada. Aku hanya ingin memeluk mu" ucap El.
Rafael hanya tersenyum kemudian mengusap ngusap punggung El. Aksi keduanya sedari tadi menjadi tontonan bagi Anita dan teman teman Rafael. Anita sendiri sudah sangat membenci El karena sudah merebut Rafael darinya.
"Tidak perlu mengumbar keromantisan kalian di depan umum. Itu hanya akan terlihat murahan, apalagi kau El Meinhard" ucap Anita.
"Jaga ucapan mu" ucap Alex.
"Aku murahan hanya untuk Rafael saja" ucap El.
"Ternyata kau memang sudah tidak punya harga diri" ucap Anita.
"Anita" peringat Antonio.
"Lebih baik kita ke bawah. Acaranya akan segera dimulai" ucap Alex. Mereka pun setuju dan langsung berjalan menuju ke lantai bawah. Sedangkan Anita hanya bisa menahan kekesalannya.
"Baik" ucap El. Saat ini ia masih berada di pelukan Rafael.
"Sepertinya apa yang kau ucap kan tidak sesuai dengan apa yang kau rasakan" tebak Billie.
"Aku hanya sedikit pusing Bill, tidak perlu khawatir" ucap El.
"Baiklah kalau begitu" ucap Billie.
"Sebaiknya kau dan El duduk dulu disini. Wajah El sangat pucat" ucap Alex, Rafael menganggukan kepalanya. Ia pun membawa El untuk duduk di kursi yang ada disana. Sedangkan yang lainnya sudah turun, termasuk Anita yang ditarik Antonio untuk turun meninggalkan dua sejoli itu.
Rafael merapihkan rambut El yang cukup berantakan.
"Ada apa? Apa ada masalah? Kenapa rambutnya jadi acak acakan seperti ini" ucap Rafael.
"Aku tidak apa apa Raf. Aku baik baik saja" ucap El sembari memejamkan matanya.
"Katakan pada ku, apa yang terjadi?" Tanya Rafael.
"Tidak terjadi apa apa" ucap El.
"Jangan berbohong pada ku" tekan Rafael.
"Aku hanya berbicara biasa saja dengan nyonya Sapphire tadi" ucap El.
"Lalu, kenapa rambut mu menjadi acak acakan?" Tanya Rafael.
"Nyonya Shima tadi menceritakan tentang putrinya yang hilang, dia juga memperlihatkan foto anaknya pada ku. Dan tiba tiba saja kepala ku diserang rasa pening" jelas El.
Rafael pun mengangguk dan memeluk El.
"Apa perlu kita ke rumah sakit? Aku khawatir dengan keadaan mu" ucap Rafael.
"Peluk aku saja" ucap El membuat Rafael tersenyum.
"Apa kau mau menginap di apartement ku?" Tanya Rafael tiba tiba.
"Sepertinya, aku tidak butuh persetujuan mu. Malam ini, kau akan menginap di apartment ku" ucap Rafael final. Sedangkan El hanya diam. Bukan ia mengiyakan ajakan Rafael tapi ia terfokus pada rasa pening di kepalanya.
tbc.
hi ges maap ya kalo pendek ceritanya. disini aku bawa cerita baru. tolong dibaca juga ya ges. aku bakalan aktif di cerita itu kayaknya. di cerita ini juga in shaa allah bakalan up tp ga bkl se sering cerita baru aku.
bantu vote komen sama share juga yaaa.
link :
https://mangatoon.mobi/id/my-little-wife?content\_id\=2337454&\_share\_channel\=whatsapp
kalo ga bisa boleh cek di library aku aja yaaaa makasih.