L'Amour Vrai

L'Amour Vrai
Episode 20 : Again



Happy reading♡


Setelah bangun pagi dan mencuci muka serta menggosok gigi, El meminum air putih yang ada di nakas. Ia menggulung rambutnya kemudian berjalan keluar kamar. Suasana sejuk pagi ini sangat sayang jika dilewatkan.


Beruntungnya, Rafael melepaskan pelukannya saat El mengeluh ingin buang air kecil. Dan disinilah dia sekarang. Menikmati udara pagi yang sangat segar. Ia lupa, seharusnya ia sudah pulang karena ada janji dengan Kevin teman di kantor kakeknya. Namun karena ia belum juga pulang dan ponsel nya pun dipegang oleh Rafael, alhasil dia hanya bisa diam saja. Berharap Kevin dapat menanginya sendirian.


Saat El tengah memejamkan matanya dan menghirup udara pagi. Tiba tiba ada seseorang yang berbicara padanya.


"Sebenarnya, seperti apa kedekatan mu dengan Rafael?" Tanya Anita.


"Sudah aku bilang dia atasan ku di kantor" jawab El tanpa melihat ke arah Anita.


"Jika memang dia atasan mu, kenapa kau mau saja dibawa olehnya?" Tanya Anita.


"Kenapa kau sangat ingin tahu?" Tanya El balik.


"Hanya ingin tahu saja" jawab Anita.


"Baiklah, aku akan memberitahu mu. Awalnya Rafael hanya bilang akan mengajak ku keluar saja dan aku mengiyakannya. Karena aku kira hanya keluar untuk sekedar makan atau nonton mungkin. Tapi di dalam mobil aku ketiduran waktu itu. Dan saat aku terbangun, aku sudah berada di Italia" jelas El.


"What?! Italia?" Tanya Anita heboh.


"Ya" ucap El.


"Ku peringatkan kau untuk menjauhi Rafael. Aku dan dia sudah bersama sejak dulu. Kau orang baru untuk Rafael. Jangan coba coba mendekatinya" ancam Anita.


El terdiam sejenak. Apa mungkin Rafael dan Anita memiliki hubungan yang special di masa lalu?


"Aku sudah memintanya untuk memulangkan aku sejak aku dan dia berada di Italia. Namun sampai sekarang belum juga" ucap El.


"Kenapa kau tidak pulang sendiri? Tidak mungkin kau tidak memiliki uang. Kau dari keluarga Meinhard. Setahu ku keluarga Meinhard adalah keluarga terpandang dan kaya raya" ucap Anita.


"Jika saja aku membawa passpor dan dompet ku ada pada ku, aku sudah melakukannya. Tapi aku tidak membawa passpor dan dompet milik ku saja dipegang Rafael" ucap El.


"Terserah, ku peringatkan sekali lagi untuk menjauhi Rafael" ucap Anita kemudian ia duduk di kursi panjang yang berada di pinggiran kolam.


Dilain tempat, Rafael terbangun dan tidak menemukan El. Ia mencuci mukanya kemudian keluar dari kamar untuk mencari El. Terdengar suara orang berbicara dari arah kolam berenang yang ada di lantai satu. Rafael pun mendekati sumber suara dan akhirnya menemukan gadisnya.


"Morning semua" sapa Rafael.


"Morning to" jawab semua sahabat Rafael termasuk Anita dan Alessa.


"Morning El" ucap Rafael memeluk El dari arah belakang. Anita yang melihatnya pun menjadi kesal.


"Morning" jawab El membalikan badannya berniat melepaskan diri sari Rafael namun diluar dugaan. Rafael mencium pipi kiri dan kanannya.


"Raf" ucap El.


"Morning kiss" ucap Rafael terkekeh. Sedangkan sahabat sahabatnya hanya tersenyum begitupun Alessa. Berbeda dengan Anita yang sudah mengepalkan tangannya.


Anita pun berdiri dan mendekat ke arah Rafael. Ia pun memeluk Rafael dengan erat. Sedangkan El berjalan menjauh dari arah mereka. Namun lagi lagi tindakan Anita membuatnya hampir celaka. Anita mendorong El sehingga ia terjatuh ke dalam koram berenang. Berutung El bisa berenang.


"Anita" teriak Rafael kemudian ia pun menceburkan dirinya ke kolam. Takut takut jika El akan tenggelam. Sedangkan Anita langsung ditarik Antonio untuk duduk.


"Kau tidak apa apa?" Tanya Rafael saat ia sudah memeluk El didalam kolam.


"Syukurlah, aku takut kau tenggelam" ucap Rafael.


"Lepaskan aku, aku harus naik aku tidak ingin sakit" ucap El. Namun Rafael malah menunjukan smirknya.


"Sepertinya, lebih baik kita langsung mandi saja disini" tawar Rafael. El mendelik tajam.


"Jangan gila, disana ada teman teman mu" ucap El.


"Hiraukan saja mereka" ucap Rafael kemudian menenggelamkan dirinya begitupun dengan El yang ditarik Rafael. El mendekatkan diri pada Rafael sehingga tubuhnya sangat menempel dengan Rafael. El memilih memejamkan matanya sedangkan Rafael malah tersenyum. Perlahan ia mendekatkan wajahnya. Dan lagi lagi, Rafael mencium El. Rafael sedikit ******* bibir ranum milik gadisnya itu. Jujur saja, ia sudah tergoda saat tadi El berbicara.


Semua sahabatnya termasuk Alessa dan Anita tidak tahu apa yang dilakukan Rafael dan El didalam kolam berenang. Anita yang mulai kesal pun berniat menceburkan diri karena Rafael dan El sudah cukup lama berada di dalam air. Namun saat Anita bersiap akan terjun ke air, kepala Rafael dan El muncul ke permukaan.


Anita dapat melihat jika El sedang mengatur nafasnya. Dan apa apaan ini, El memeluk Rafael?


Saat sudah berada diatas permukaan air, El menghirup udara sebanyak banyaknya. Nafasnya belum juga teratur. El merutuki sikap Rafael di dalam hatinya. Ia sungguh menyesal karena sudah tercebur ke dalam kolam dan Rafael kembali mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Rafael berjalan ke pinggir kolam berenang kemudian mengangkat tubuhnya dan tubuh El. Rafael tahu, kemeja yang digunakan El menjadi tembus pandang karena basah. Ia pun menutupi bagian belakang El dengan tanganya.


"Kau mau kemana?" Tanya Edward saat melihat Rafael akan berjalan pergi dari sana.


"El kecapean, dia harus segera mandi dan sarapan" ucap Rafael ambigu.


"Kasihan El, kau jangan terlalu membuatnya cape" ucap Alessa.


"Tentu" ucap Rafael kemudian pergi dari sana.


Sesampainya di kamar mandi, Rafael menurunkan El. Ia hendak membuka bajunya namun ditahan El.


"Kenapa?" Tanya Rafael.


"Kau gila? Pergi gunakan kamar mandi lain" ucap El. Rafael hanya terkekeh dan keluar dari kamar mandi. Cepat cepat El pun menutup pintu dan menguncinya.


Ia melepaskan semua pakaiannya dan berdiri dibawah shower.


"Rafael" geram El.


"Bisa bisanya dia kembali menciumku" ucap El. Ia pun mengepalkan tangannya karena emosi. Ini kali ketiga Rafael menciumnya dan El tidak bisa melawannya tadi. Sebab ia berada di dalam air. Otomatis pergerakannya pun sangat susah.


Tiga puluh menit berlalu, El keluar dari kamar mandi. Ia sudah siap dengan gaun yang sudah disiapkan oleh Rafael sebelumnya.


"Kau harus makan" ucap Rafael tiba tiba.


"Hm" jawab El. Rafael mengerutkan alisnya. El keluar dari dalam kamar diikuti Rafael. Sesampainya di meja makan, ia pun duduk di kursi yang kosong.


"Raf, aku siapkan makanan untukmu ya" ucap Anita. Namun Rafael hanya diam.


El hendak mengambil roti dan selai namun ditahan Rafael. Rafael lebih dulu mengambil roti yang sudah ada di tangan El dan mengoleskan selai coklat kemudian melipatnya dan memberikannya pada El. Dilain tempat, Anita lagi lagi mengepalkan tangannya. Ia tidak terima melihat adegan seperti itu lagi dan lagi.


...TBC...


...VOTE KOMEN POKONYA. MAKSA AKU !!!...


...Aycha...