
Tiga hari telah berlalu setelah insiden Azam yang melempar Kiana ke kaca, Kiana sudah diizinkan pulang dari rumah sakit. Dan juga selama tiga hari itu, Azam tidak pernah ke rumah sakit setelah melihat Kiana mengamuk.
Saat ini Bi Asih sedang mengemas semua barang Kiana yang berada di kamar rumah sakit untuk ia masukkan ke dalam tas yang sudah ia bawa, karena hari ini adalah waktu kepulangan Kiana. Maka dari itu, ia segera mengemas semua barang Nonanya untuk di bawa pulang ke rumahnya.
Ya, atas perintah Neneknya Kiana memutuskan untuk pulang ke rumah Papanya. Walaupun semua orang di rumah itu sangat membencinya, tapi demi sang Nenek ia memutuskan tinggal dirumah bersama mereka daripada tinggal bersama Azam yang merupakan suami abal-abalnya.
Sementara Kiana sedari tadi sudah bersiap, tinggal menunggu Bi Asih selesai mengemas barangnya dan kemudian ia akan pulang.
Setelah itu, ia akan tau bagaimana respon orang-orang yang tinggal di sana terhadap Angelina pemilik tubuh yang di tempati Kiana saat ini. Meskipun ia sudah mengetahui bahwa mereka sangat takut terhadapnya yang tidak akan segan membentak mereka atau menghukum mereka jika berbuat kesalahan, tapi meskipun begitu ia tetap ingin melihatnya secara langsung.
"Sudah Non, mari kita pulang." Bi asih sudah menenteng tas siap untuk meninggalkan kamar rumah sakit ini.
"Iya, Bi." Kiana langsung bangun kemudian berjalan ke arah pintu keluar, lalu melanjutkan langkahnya sampai di parkiran dengan Bi Asih di belakangnya.
Setelah sampai di parkiran, Kiana langsung menghampiri supirnya dengan langkah anggun.
Supir itu langsung mengarahkan pandangannya kepada mereka. Lalu ia langsung terdiam membisu, melihat gadis cantik di hadapannya.
Bi Asih yang melihat Pak Joko hanya terdiam membisu, tidak langsung membukakan pintu kepada Nona Kiana kemudian mengeplak kepala Joko.
"Aduh, Asih." teriak Pak Joko keras karena geplakan Bi Asih, sungguh sakit sekali.
"Kamu ini kenapa? Ada Nona Kiana, kok tidak langsung membukakan pintu malah bengong aja. Kesambet hantu parkiran rumah sakit baru tau rasa kamu." ujar Bi Asih kesal melihat kelakuan Pak Joko ini, jadi ia langsung menyumpahinya saja.
"Nona Kiana, ini beneran Nona Kiana?" Pak joko bertanya sambil jarinya menunjuk Kiana yang masih terdiam dan melihat perdebatan mereka berdua.
"Cukup seru." pikir Kiana.
"Iya, kamu lupa sama majikan kamu sendiri?" Bi Asih menjawab dengan sinis. Ia emosi melihat kelakuan Joko yang sungguh lemot.
Sementara Pak Joko masih terdiam mencerna situasi. Jadi perempuan yang sangat cantik ini adalah Nona Kiana?
Nona Kiana yang dulu biasanya memakai make up tebal itu, tapi kini sudah tidak ada make up tebal lagi di wajahnya. Malah sekarang wajah itu natural tanpa riasan apapun. Sungguh Nonanya sangat cantik sekarang.
Sementara Bi Asih yang melihat Pak Joko bengong lagi, membuat ia kehilangan kesabaran. Tanpa babibu, ia langsung mengeplak kepala Pak Joko dua kali.
"Buka pintunya Joko. Nona Kiana sudah menunggu dari tadi, abis itu masukin tas ini ke bagasi, lalu kita pulang!" Teriak Bi Asih tepat di kuping Pak Joko.
Sementara yang di teriaki, langsung menjalankan perintahnya. Dibanding ia harus terus menerus digeplaki kepalanya. Bisa-bisa karna keseringan digeplaki, ia menderita gagar otak. Berlebihan memang, tapi itulah Pak Joko hidupnya memang suka melebih-lebihkan sesuatu.
Setelah tiba di rumah, Kiana langsung keluar dari mobil setelah di bukakan oleh Pak Joko.
Kiana tersenyum tipis kemudian melenggang pergi menuju kamarnya. Meninggalkan raut keheranan mereka yang melihat perubahan Nonanya yang semakin cantik.
Kiana sudah sampai di depan pintu kamarnya. Setelah itu, ia langsung membuka pintu dan melihat ke dalam kamar yang ternyata bercat perpaduan pink dan putih.
"It's okay, tidak buruk." Kiana tidak keberatan karna memang seleranya dengan Angelina sama. Ia juga menyukai warna pink yang mungkin bagi sebagian orang ada yang menganggapnya menjijikkan.
Suasana rumah sangat sepi, entah pada kemana keluarganya sekarang. Tapi Kiana senang setidaknya ia tidak bertengkar hari ini.
Kiana langsung menutup pintu dan melihat ke dalam walk in closet. Setelah melihat, ia dikagetkan dengan selera Angel. Hey, ia juga menyukai dress. Sangat malah, tapi kenapa Angel memilih model dress yang kurang bahan seperti ini?
Sudah cukup, ia bersabar dengan pakaian yang di bawa Bi Asih ke rumah sakit. Di dalam tas, pakaian yang menurutnya benar hanya ada dua potong.
Astaga, ia akan membuang pakaian ini. Tidak sudi ia memakainya. Melihatnya saja sudah membuat dirinya sakit mata.
"Oke, akhirnya selesai juga. Heran gue, kok ada manusia mau pakai pakaian seperti itu. Dimana letak keindahannya?" ujar Kiana sambil menepuk kedua tangannya, seolah menyingkirkan debu.
Setelah menyingkirkan semua pakaian, ia langsung memanggil pelayan untuk segera membuangnya.
Kemudian ia kembali melihat isi walk in closet yang masih tersisa sedikit baju itu. Astaga, bahkan isinya setengah lebih sudah tidak ada karna ia buang semua tadi.
Karena bajunya tinggal sedikit dan dress nya sudah tidak ada. Kiana memutuskan ke Mall untuk shopping semua kebutuhannya. Baik itu baju, dress, skincare, make up. Ah semuanya, ia akan membelinya.
"Oke, ide yang bagus. MARI KITA BERBELANJA." teriak Kiana dengan semangat, lalu ia langsung keluar kamar dan meminta Pak Joko untuk mengantarnya ke Mall.
Setiba di Mall, Kiana menjadi pusat perhatian karna kecantikan dan dikawal oleh Bodyguard di belakangnya, sekaligus bertugas membawa belanjaannya.
Kiana langsung membeli semua yang ia butuhkan, sampai lima Bodyguard sudah kewalahan membawa barang yang di belinya.
Kiana yang melihat itu tidak peduli, yang penting keinginan belanjanya sudah terpenuhi.
Kiana kemudian menuju ke parkiran dan menemui supirnya untuk pulang.
Setiba dirumah, Kiana langsung keluar dari mobil. Lalu berjalan ke dalam dan menyuruh pelayan membawa belanjaannya ke kamar dan menatanya di sana.
Setelah itu, ia langsung ke kamarnya. Merasa badannya gerah ia memutuskan untuk mandi.
Selesai berganti pakaian dan melakukan perawatan kecantikan. Kiana memutuskan untuk tidur karna besok ia akan sekolah. Pastinya akan ada drama saat bertemu dengan Azam nantinya.