Kiana Story

Kiana Story
Bab 55



Kiana menatap ke arah pelaku yang menarik rambutnya. Spontan ia berdecih sembari memutar bola matanya malas. Ternyata yang menarik rambutnya adalah kakak kandungnya.


"Gue tau rambut gue bagus, jadi gak usah di tarik kayak gitu kalau iri," ujar Kiana malas.


Wulan mendelik. "Lo emang minta di kasarin ya, Ki! Lo gak ada kapoknya bully orang. Gara-gara lo Elsa sampai gak bisa jalan!" pekik Wulan kesal.


"Gimana ya jawabnya?" Kiana menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Tangannya yang sebelah masih memegang buku. "Hmm anggap aja itu balasan buat Elsa yang punya muka lapis."


Kiana tersenyum miring saat melihat Wulan yang kembali emosi. Tangannya terangkat hendak menampar Kiana, namun dengan sigap Kiana menahannya dan langsung menyentak tangan Wulan.


"Lo tau gak Lan? Gue itu ibarat seorang Ratu yang di lindungi. Panglima gue banyak. Contoh kecilnya kejadian kemarin saat Azam nonjok gue. Bukannya mau banggain diri, tapi gue ngomong kayak gini sesuai fakta. Jadi, kalau lo berani nampar gue, gue pastiin lo pasti dapat balasan yang lebih sadis dari apa yang lo lakuin ke gue."


Wulan mengepalkan tangannya. Ia menatap tajam ke arah Kiana. Gadis itu semakin unggul di mata orang-orang. Bahkan sudah banyak yang melindunginya termasuk cowok yang ia suka.


"Lo jahat Kiana! Lo manusia yang paling gue benci di dunia ini!" teriak Wulan. Beruntung lorong tempat mereka berada sangat sepi.


"Mau lo benci sama gue, gue gak peduli. Dan lo ngatain gue jahat? Jangan sembarangan ngatain gue kayak gitu."


Wajah Wulan memerah. Ia ingin sekali mencakar wajah adik kandungnya ini. Wulan sangat membenci Kiana! Karena Kiana, Wulan kehilangan semua yang ia inginkan. Mulai dari bundanya kemudian orang yang ia suka.


Mengingat orang yang ia suka malah menyukai Kiana, membuat napas Wulan memburuh. Tangannya semakin mengepal kuat.


"Kenapa lo jahat banget Kiana. Udah cukup gue kehilangan Bunda gara-gara lo, dan sekarang gue kehilangan orang yang gue suka akibat kehadiran lo juga! Wulan mengamuk. "Lo pikir gue gak sakit hati, saat lihat orang yang gue suka hampir tiga tahun, orang yang selalu gue perhatiin bahkan gue sampe buang-buang waktu bersihin nama dia dari rumor yang menjijikan itu, tapi malah dia tertarik dan suka sama adik gue sendiri! Hati gue sakit Kiana!"


Kiana heran dengan Wulan. Mengapa sekarang malah membawa-bawa orang yang di suka? "Siapa yang lo maksud? Dan lo lagi ngomongin apaan sih? Gak ngerti gue."


Kiana tercengang lagi. "Lah, kalau lo suka sama Davian, kenapa malah ngamuk sama gue? Aneh lo!"


"ITU KARENA DIA SUKA SAMA LO DAN BUKAN GUE!"


Kiana terkekeh. "Seperti kalimat yang lo bilang, Davian suka sama gue. Ya, gue tau dia suka sama gue, tapi asal lo tau aja, gue gak suka sama dia. Kalau lo mau ngamuk jangan ke gue, tapi langsung sama orangnya, karena dia yang punya perasaan itu. Gue juga gak minta di sukai sama Davian, jadi maaf saja ya, jangan bawa-bawa gue dalam hal ini."


"Oiya satu lagi. Gue cuman mau kasih saran aja sih, kalau lo mau di cintai Davian, mending lo ngaca dulu deh. Cari apa kekurangan lo yang buat Davian enggan melirik lo. Hmm, tapu kalau dari pengamatan gue, kekurangan lo itu cuman akhlak. Lo minim akhlak, Wul, kerjanya cuma cari masalah terus sama gue dan nuduh gue mulu."


"KIANA!" amuk Wulan. Kiana tersenyum miring saat melihat kakak kandungnya hendak menonjok dirinya.


Tangan yang sudah terkepal itu mulai melayang mendekati wajah Kiana. Sekitar sepuluh senti lagi akan menghantam wajah Kiana. Namun sebelum itu terjadi, Kiana lebih dulu menghindar hingga berakhir Wulan menonjok dinding di belakang Kiana.


Bugh!


"Akhh..."


"Loh kok malah nonjok dinding? Kekurangan samsak ya Kak? Hadehh kasian banget," ejek Kiana membuat Wulan mendelik tajam ke arahnya.


"KIANA GUE BAKALAN BALAS LO, TUNGGU AJA!"


"GUE TUNGGU, BAKU HANTAM SEKALIPUN GUE LADENIN!"


Bagaimana dengan part ini? Sudah siap masuk konflik? Kalian tenang aja, konfliknya gak berat-berat amat kok 🤣