
Hari dimana perpisahan untuk menggapai cita-cita pun tiba.
Hari ini, sebelum berangkat menuju bandara.. Fira meminta sopir untuk mengantarkan nya terlebih dahulu ke makam Berlyn seraya berpamitan.
Kini Bara, Qiya dan Fira menuju TPU tempat Berlyn di makam kan.
Sesampai nya di pemakaman, Fira berjalan lebih dulu dari kedua saudara nya dan tak lupa dirinya membeli bunga untuk Berlyn.
Fira mulai berjongkok di samping makam Berlyn," Hai Ber," sapa Fira," Hari ini gue mau ke Amerika tempat masa kecil kita dulu," ucap nya dengan lirihan," Gue mau lanjutin belajar gue disana bareng Qiya sama Bara juga," lanjut nya sambil mengusap nisan Berlyn dengan pelan.
Baru sebentar saja sudah membuat Fira merasakan sesak di dada nya, ternyata .. rasa ikhlas itu belum sepenuh nya hilang.
"Mungkin .. gue bakal lama lagi ga jenguk lo kesini Ber, tapi gue janji kalo libur semesteran .. gue pasti langsung jenguk lo, dan lo tenang aja .. gue ga akan pernah lupain lo sedikit pun."
Bara dan Qiya yang mendengar ucapan Fira itu pun merasakan haru yang luar biasa.
Bahkan Qiya sudah tidak bisa lagi menahan air mata nya untuk turun.
"Gue bawain banyak bunga buat lo Ber, lo pasti suka deh, soalnya wangi banget," ucapan nya mulai tercekat karena Fira sudah tak sanggup lagi untuk melanjutkan kalimat nya
"Gapapa Ber lo ga jawab ocehan gue, lo cukup dengerin aja udah buat gue seneng ko,"
"Dan gue yakin, lo pasti udah bahagia kan di atas sana?" tanya Fira sambil mendongakkan kepalanya ke atas langit
"Sampai sekarang .. gue masih sulit untuk percaya kalo lo udah pergi lebih dulu," tangis nya semakin pecah, sontak hal itu pun membuat Bara langsung mendekati Fira dan langsung memeluk nya dari samping.
Bara mengusap rambut Fira dengan lembut seraya menenangkan Fira.
"Hai Ber," sapa Qiya yang berada di samping Fira," Ini gue Qiya sahabat lo," ujar nya sambil mengelus rumput halus yang menghiasi makam Berlyn," Gue mau pamit sama lo buat lanjutin belajar ke Amrik, seperti yang di bilang sama Fira tadi." ucap nya di sela-sela tangisan
"Mungkin karena terlalu banyak cerita bahagia di antara kita Ber, makannya .. gue sedikit sulit lupain lo,"
"Dulu kita pernah janji sama-sama untuk berbahagia di masa depan, tapi .. lo udah keduluan di ambil sama tuhan,"
"Gapapa Ber, mungkin memang bahagia lo ada di sana," tunjuk nya ke atas langit
"Meskipun dunia kita udah berbeda .. gue merasa yakin Ber, kalo lo selalu ada di sekitar kita," ujar nya sambil menghapus air mata yang tak henti-henti nya mengalir
Qiya sudah tidak sanggup lagi berkata-kata. Kedua tangan nya kini menutup wajah nya untuk menutup tangisan nya.
"Lo berhasil Ber udah buat kedua perempuan paling berharga kita ini menangis karena lo," ujar Bara dengan helaan nafas,"Gue harap .. kita semua bahagia di jalan kita masing-masing,"
"Sampai berjumpa kembali di kehidupan selanjut nya Ber, gue pamit untuk wujudin cita-cita gue dan juga cita-cita lo," itulah kalimat terakhir yang Bara ucapkan. Memang benar, cita-cita Berlyn juga sama seperti dirinya yaitu menjadi CEO muda di masa depan.
"Kita berangkat sekarang Qi, Fir, sejam lagi kita berangkat," ajak Bara pada si kembar seraya memberi tau keberangkatan nya.
Kedua nya mengangguk mengiyakan dan kemudian bangkit dari duduk nya.
Mereka pun mendekat ke arah mobil untuk melanjutkan perjalanan nya menuju bandara.
~~
Daren dan kedua teman nya sudah sampai lebih dulu di bandingkan dengan Bara dan si kembar, padahal .. yang lebih dulu akan berangkat adalah mereka, tapi ...mereka belum juga sampai dan malah hanya kedua orang tua si kembar saja yang datang lebih dulu.
Mawar dan Fika pun ada, sebab mereka ingin mengantar teman-teman nya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negri seraya berpamitan.
"Siang Om, tan," sapa Daren dkk dengan serentak
"Bara sama si kembar masih di mana om, tan?" tanya Daren karena belum mendapati kedatangan ketiga nya.
"Kata nya mau pamitan dulu sama Berlyn," balas tante Dita
"Tau gitu Daren juga mampir dulu kesana,"
"Gue juga lupa sampe ga pamitan sama Berlyn," sahut Tiko
"Sama Ko, abis nya tadi gue ketiduran sampe hampir telat gini," timpal Mahendra
"Tau gitu kita berangkat bareng mereka aja ya War? Biar bisa bareng ke makam Berlyn nya," sahut Fika
15 menit sebelum keberangkatan .. Bara dan si kembar pun tiba di bandara dengan menarik koper ditangan nya.
"Hai guys," sapa Qiya
"Qiyaaa ,Firaaaa," ujar Mawar dan Fika secara bersamaan dan sambil memeluk kedua nya.
"Sedih banget gue bakan di tinggal kalian," ujar Fika sambil mengelap setetes air mata nya yang jatuh.
"Kita kan sama-sama mau lanjut belajar Fik, lagian cuma jarak yang pisahin kita, bukan persahabatan kita," balas Fira menenangkan
"Iya Fik, siapa juga yang mau berpisah sama sahabat nya? Ini hanya demi menggapai cita-cita, makannya kita nekat." sahut Qiya
"Kenapa ga bilang Bar kalo mau mampir ke makam Berlyn?" tanya Mahendra," Tau gitu gue ikut lo aja tadi,"
"Iya nih Ber, gue sampe ga sempet pamitan," sahut Tiko
"Jahat banget lo ga ajak kita-kita," timpal Daren dengan lesu
"Sorry sorry, ini dadakan banget, soalnya Fira yang ajak pas lagi dalam perjalanan," jelas Bara pada teman nya
Perhatian, untuk para penumpang ....
"Pesawat lo udah mau berangkat Bar," ujar Tiko memberi tau
Bara mengangguk mengiyakan," Gue pamit, jaga diri kalian dimana pun kalian berada,"
"Lo juga jaga diri Ber, hati-hati,"
Ke empat cowo itu berpelukan ala-ala cowo dan begitu pun dengan yang cewe-cewe nya.
Daren mendekat ke arah Fira sambil merelakan Fira yang akan pergi jauh dari nya.
"Belajar yang bener, dan jangan lupa sebisa mungkin kamu harus kabarin aku," ujar Daren pada Fira
Fira memeluk Daren dengan erat," Aku janji akan selalu kasih kamu kabar, dan kamu juga jaga diri baik-baik di sana, oke?"
Daren mengangguk pelan seraya mengiyakan ucapan kekasih nya,"Aku sayang kamu Zafira Auliana Dananta,"
"Aku lebih sayang sama kamu Daren Gumira Dzimuska," balas nya dengan senyuman yang hangat.
Semua teman-teman nya yang menyaksikan itu pun merasa terharu dengan kisah percintaan kedua nya.
Fira dan Qiya memeluk kedua orang tua nya seraya berpamitan. Ada rasa tidak tega meninggal kan kedua orang tua nya yang selama ini telah merawat nya dengan penuh kasih sayang dan cinta.
"Hati-hati Fir, Qi," ujar Mahendra pada si kembar
"Sampai jumpa lagi, semoga aja .. kalo ada libur panjang .. kita bakal mampir ke Amerika," sahut Tiko pada ketiga nya
Setelah nya .. Fira, Qiya dan Bara berpamitan bersama kepada semua teman-teman nya, rasanya .. berat sekali meninggal kan semua teman nya itu, tapi .. apalah daya? Semua ini hanya demi melanjutkan pendidikan nya ke perguruan yang lebih tinggi.
Ketiga nya pun mulai melangkah kan kaki nya menuju pesawat yang akan di tumpangi," SUKSES UNTUK KITA SEMUA!!" teriak Bara dari kejauhan
"Dadaaaaaaaaahhh kalian, sampai jumpaaaaa," teriak Mawar dengan keras kala melihat ketiga nya yang mulai menjauh.
Mawar dan Fika saling berpelukan karena di tinggal sahabat nya.
Semua teman nya melambaikan tangan ke arah Bara, Fira dan juga Qiya.
Mulai hari ini .. mereka mulai benar-benar berpisah untuk kesibukan nya melanjutkan pendidikan mereka masing-masing.
Belum lagi .. Daren, Tiko dan Mahendra akan ikut pergi dengan tujuan yang sama yaitu melanjutkan pendidikan di Oxford Inggris.
Jarak bukanlah sebuah alasan untuk kita mengeluh karena berjauhan dengan seseorang yang kita anggap istimewa.
Lepaskan dan bebaskan lah dia sejauh mungkin, asalkan kita tetap menjadi tempat pulang terbaik untuk nya nanti.
Selamat berbahagia dan sukses selalu untuk kita semua.