I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 13



...Ada cobaan, ya di cobain...


...Sampe bingung mau nyobain yang mana lagi...


...Mawar Driyatna...


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


"Aduuuuhh guys, pusing banget ini kepala gue," fika mengadu kesakitan." Kita ngafe dulu yu? Jangan dulu pulang, gue pengen nyari angin, biar kepala gue rada fresh," ucap nya dengan tatapan memohon.


"Boleh juga tuh neng fika, kita cowo-cowo ikut gabung ya?" Mahendra menyahut karena berada di belakang para cewe.


Fira dkk seketika menoleh ke belakang yang mendapati Daren dkk.


"Heran gue sama lo pada," ujar mawar," kalian suka ada di mana-mana, apa jangan-jangan... Kalian selalu ngikutin kita ya?"lanjut nya dengan mata penuh selidik


"Kelas kita kan tetanggaan dodol," ucap mahendra seraya membela diri


Hari kedua mereka berjalan dengan lancar, meski pun rasa pusing nya sama seperti hari kemarin.


Atas usulan dari fika, akhir nya mereka bertujuh pergi ke sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari kediaman sekolah.


Ke empat cewe pergi menggunakan mobil mawar, sedang kan yang cowo menggunakan motor masing-masing.


Sesampai nya di dalam cafe, mereke bertujuh duduk di tempat kosong dekat jendela.


Sebelah tangan Daren di angkat ke atas seraya memanggil pelayan.


Satu pelayan datang menghampiri ke meja mereka dan tak lupa menampil kan senyum ramah nya.


"Ini menu nya, silah kan di pilih," ujar sang pelayan


"Ice cream vanila, es kelapa, sama makan nya ... Ayam geprek," pesan fira


"Samain semua gimana?biar ga ribet, tapi ya kalo mau beda gapapa," ujar Mahendra


Mereka menyetujui saran Mahendra


"Yaudah mbak, samain aja semua nya,"ucap Mahendra


"Baik, saya ulangi ya,"ucap nya," ice cream vanilla 7, es kelapa 7 dan ayam geprek 7," lanjut nya seraya mengulangi pesanan mereka," ada tambahan lagi?" Tanya nya


"Cukup mbak itu aja dulu," ujar Mahendra


"Baik, mohon di tunggu pesanan nya," ucap nya kemudian pergi


Menunggu pesanan datang, mereka hanya menggunakan waktu untuk mengobrol ringan, sedang kan yang cowo- cowo hanya bermain game online, ya itulah rutinitas mereka sehari- hari tak ada yang lain.


"Guys? Abis ulangan kita kan pasti libur tuh seminggu.. kalian ga ada rencana buat kemana gitu?" Tanya mawar sambil melirik satu per satu teman nya," mendingan kita liburan bareng, kaya nya seru deh iya kan?"


"Boleh tuh gue setuju, di rumah juga gabut banget kalo ga di pake buat liburan," jawab Daren dengan menyetujui


"Bener banget ren pasti gabut kalo di rumah terus, apalagi kalo nyokap tau gue libur sekolah ... Beuhhh pasti di suruh-suruh mulu ogah gue, mending jalan sama kalian,"sahut fika sambil menaik turun kan kedua alis nya


"Lo gimana ko, ikut kan?" Tanya Mahendra


"Ngikut aja gue mah,"jawab nya


"Heh kembar," ujar fika," kenapa diem-diem aja si, kalian pasti ikut kan?"


Qiya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, karena takut teman-teman nya kecewa kepada dirinya dan juga fira," gimana ya hehe, gue sama fira kaya nya ga bisa ikut gabung deh, sorry ya," ucap nya tak enak hati,"


"Loh.. kenapa qi?" Tanya Mahendra


" Tumben banget ," ujar mawar


Yang lain nya hanya menunggu jawaban yang akan di berikan qiya dengan serius


"Gue sama fira bakal ke jerman,"


"Yaaaaaahhh qi.. ga asik dong kalo gini cerita nya," ujar fika mendesah kecewa


"Iya nih kalian mah" sahut mawar


"Yaudah si.. mereka mau kumpul keluarga, yakali kita larang mereka buat pergi,"ujar tiko yang sedari tadi diam," gapapa qi, fir, sama kita mah bisa lain waktu. Sekalian salam dari gue buat keluarga kalian di sana,"


"Thanks ko.. nanti gue salamin," jawab qiya


"Dari kita-kita juga salamin qi.. jangan si tiko doang," ujar fika dengan mendelik kan mata nya ke arah tiko


Sedang kan tiko hanya memutar bola mata nya malas


"Iyaiya siaapp, gue salamin dari kalian semua," ucap qiya


"Eh iya ren.. emang lo ga di ajak?" Tanya mahendra


"Aduuhh... Sakit ren, gila lo pake tenaga nge jitak nya," ujar mahendra mengaduh kesakitan di bagian kepala akibat di jitak oleh daren,


"Ya lagian dra.. gue bukan bagian dari keluarga mereka.. ngapain di ajak," ucap nya sembari menghela nafas," lo kalo tulul emang suka kebangetan heran,"


"Lah.. lo kan udah bagian dari keluarga Dananta. Secara lo tunangan nya si qiya," jelas mahendra


"Ganteng-ganteng bego!" Sahut fika


"Cieeee fikaaaa ngatain si mahendra ganteng,"goda qiya dengan gelak tawa nya


Kedua pipi fika berubah menjadi merah tomat karena menahan malu," bisa-bisa nya gue keceplosan," gumam nya dalam hati


Gelak tawa semakin pecah akibat melihat fika yang salting. Teman-teman nya pun tidak segan-segan terus menerus menggoda nya


"Heh apaansi! Lagian yang nama nya cowo kan ganteng," alibi nya," bener kan fir," fika mencari pembelaan dari fira


"Iya deh iya ," sahut daren dengan nada yang masih menggoda nya


Ketika sedang asik tertawa, pelayan menghampiri meja seraya membawa pesanan yang sedari tadi di tunggu-tunggu.


"Permisi.. ini pesanan nya,"


"Makasi mbak" ucap nya serentak


"Akhir nya dateng juga ini makanan, mana dari tadi gue udah nahan laper," lirih mahendra


"Lo kan emang otak makanan dra," ujar daren


"Jahat kamu mas," ucap mahendra dengan nada yang di buat-buat


"Jijik asyuuuu," sahut mawar


Di tengah- tengah makan mereka yang nikmat ,seketika di kejut kan oleh suara petir dan di iringi dengan air hujan yang tidak terlalu deras.


"Woi draaaa, ngapain lo nemplok ke gueeee ," ujar daren dengan geli karena di peluk dari samping oleh mahendra.


Kelakuan mahendra tidak luput dari penglihatan teman-teman nya,


Melihat itu pun langsung di suguhi tawaan yang meledak, apalagi mawar yang sampai terpingkal-pingkal melihat nya.


"Ga kebayang si dra.. kalo yang tadi lo peluk itu si tiko," ujar mawar yang masih tertawa," kaya nya bakal langsung di tendang tanpa ampun,"


"Ngeri.. baru nyolek sedikit aja langsung di mutilasi," ucap mahendra sambil bergidik ngeri


"Lo pikir gue apaan? Sampe mutilasi orang," sarkas tiko


"Ampun suhuuu," ucap mahendra yang merapat kan kedua telapak tangan nya dan di susul oleh kepalanya yang menunduk


"Sinting,"


"Lo mah gitu ko, sekali nya ngomong nyakitin,"ujar mahendra yang pura-pura merajuk


"Dih gelay," sahut qiya


Jalanan yang tadi nya banyak kendaraan yang berlalu- lalang, kini haya ada beberapa saja yang rela menerobos deras nya air hujan. Banyak pengendara yang lebih memilih menepi dari pada penglihatan nya terganggu.


Hari semakin sore, tapi air hujan tak kunjung reda, masih sama deras nya seperti pertama kali turun.


"Udah jam 3 lebih," gumam fira


"Ga kerasa ya udah jam 3 lebih aja, padahal kaya baru aja kita duduk," ujar fika


"Eh iya gilaaa," sahut mahendra dengan heboh," gue kira masih siang loh ini," lanjut nya," ren?qi? Kalian ga ada obrolan apa gitu? Perasaan dari sepulang sekolah sampe sekarang kita nongki... Gue ga denger kalian ngobrol,"


"Ga ada yang harus di obrolin," seketika daren jadi terlihat cuek, benar saja pasal nya daren tidak mau membahas masalah ini


Raut waja qiya terlihat murung mendengar ucapan daren, dalam fikir nya.. apa dia benar-benar tidak ingin membuka sedikit saja pintu hati nya?


Boleh kah diri nya egois? Jujur saja ia hanya ingin daren dan tidak ingin yang lain.


"Kita menghargai kalian yang jomblo," sahut qiya dengan penuh percaya diri


"Jomblo juga gue mah banyak yang naksir, cuma gue nya aja yang ga mau," ujar fika sambil menjulurkan lidah nya.


"So laku banget lo,"ucap mahendra


"Gue emang laku ya," sewot nya


Melihat fira yang diam saja dan bahkan berucap juga masih bisa terhitung." Lo kenapa fir?" Tanya tiko


"Hmmm? Gue gapapa ko, kenapa emang nya?"


"Dari tadi gue perhatiin.. lo diem aja,"ujar tiko," ada masalah?"


"Ga ada masalah apa-apa," ucap nya sambil tersenyum," cuma mood gue lagi kurang baik aja,"


"Kirain kenapa," seketika tatapan nya melihat ke arah jendela yang memperlihat kan hujan sudah reda ," mau pada balik kapan? Mumpung reda nih, takut nya malah hujan lagi,"


"Udah reda tuh, balik sekarang aja lah yu, " sahut mawar


Kini mereka sudah pulang menuju rumah nya masing-masing,


Yang tadinya tiko ingin mengantar fira pulang seperti biasa, justru di tolak karena alasan nya sudah terlalu banyak merepotkan di tambah lagi kakak nya ingin pulang bersama, al hasil tidak jadi pdkt nya


Tiga cowo yang menggunakan motor nya masing-masing dengan arah pulang yang sama tapi di tikungan yang berbeda.