I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 69



"Akhir nyaaaaaaaaa bisa menghirup udara segar lagi," jerit nya dengan bahagia


Tepat hari minggu, Fira sudah di perbolehkan untuk pulang, sebab kondisi nya sudah cukup membaik, namun ... tetap saja Fira harus banyak-banyak istirahat.


Kini Fira sedang berada di area parkiran rumah sakit untuk menuju mobil nya.


Fira tidak sendiri, tapi .. ada orang tua Fira, Qiya, Bara, Daren dan .. semua teman-teman nya pun ikut menjemput kepulangan nya.


"Pah, Mah," panggil Fira kepada kedua orang tua nya


"Kenapa sayang? Kamu merasakan sesuatu?" tanya sang Mamah dengan khawatir


"Engga Mah bukan itu. Fira mau ke rumah orang tua Berlyn dulu boleh ga?' izin nya


"Nanti lagi aja ya sayang? Kamu kan harus banyak istirahat, kamu masih inget kan sama ucapan dokter tadi?"


"Bentar Mah, janji deh ga lama," pinta nya lagi dengan sedikit memohon


"Sayang ..."


"Bara akan temenin Fira tan, kalo ada apa-apa nanti Bara langsung kabarin tante sama om," sahut Bara membantu Fira, karena dirinya tidak tega dengan wajah Fira dengan tatapan memohon nya.


"Qiya juga ikut buat jagain Fira, izinin ya?"


"Kita juga ikut Om, tan, jadi Fira ga sendirian kesana nya,"


Dengan berat hati sang Mamah pun memberinya izin," Janji ya kalo ada apa-apa langsung kabari Mamah atau Papah,"


"Iya Mah Fira janji, " Fira tersenyum senang telah diberikan izin, itupun atas dasar bantuan dari sepupu dan teman-teman nya yang ikut adil.


Sebelum pergi .. Fira memeluk kedua orang tua nya terlebih dahulu, begitu pun dengan Qiya yang melakukan hal sama seperti Fira.


"Fira berangkat Mah, pah,"


"Hati-hati nak," balas sang Papah


"Kita pamit Om, tante,"


"Iya hati-hati, dan tolong jaga Fira,"


"Baik tan,"


~~


"Eh itu orang tua nya Berlyn kan?" tanya Fika


Fika maupun Mawar kini satu mobil dengan Bara,Qiya dan juga Fira, sedangkan ketiga cowo lain nya menggunakan motor masing-masing


Sesampai nya di halaman rumah Berlyn, mereka melihat jika orang tua Berlyn sedang sibuk memasukan berbagai macam koper dan barang-barang lain nya ke dalam mobil.


Mereka pun turun dari kendaraannya masing-masing," Om, tante," sapa Fira ketika sudah berada di hadapan kedua orang tua Berlyn.


Ketika orang tua Berlyn menatap nya, hal tak terduga pun terjadi, Fira maupun yang lain nya melihat Mamah Berlyn menangis dan sudah beberapa kali berusaha mengelap air mata nya yang turun membasahi pipi.


Dengan langkah pelan, Mamah Berlyn menghampiri Fira dan menatap wajah nya dengan lekat, namun seketika tatapan mata nya turun ke arah perut Fira.


Dengan tangan sedikit gemetar, Mamah Berlyn memegang perut Fira dan mengusap nya dengan lembut.


Yang Fira yakini adalah .. Mamah Berlyn sedang mengusap salah satu organ Berlyn yang di berikan pada Fira.


"Kamu udah sehat sayang?" tanya nya pada Fira yang masih diiringi dengan air mata


Fira mengangguk lemah mendengar suara Mamah Berlyn yang terdengar menyiratkan kesakitan. Fira yang terbawa suasana pun jadi ikut meneteskan air mata.


"Tolong jaga baik-baik ya pemberian dari Berlyn?"


"Iya tante," balas nya dengan suara tercekat


"Kamu tau? Berlyn selalu cerita banyak tentang kamu sama tante,"


Fira berusaha menahan isakan tangis nya dengan mengigit bibir bawah nya dengan kuat, rasa sakit yang terasa pun tidak dirinya hiraukan.


"Bahkan ... Berlyn juga sering menyalahkan keadaan, saking gamau nya kehilangan kamu,"


"Tapi .. apa boleh buat? Sekarang Berlyn sudah benar-benar di panggil oleh penciptanya,"


"Bahkan, bukti dari rasa sayang Berlyn terhadap kamu ... dia sampai rela memberikan salah satu organ nya disaat dia sendiri butuh penanganan khusus dari dokter,"


"Maaf, maafin Fira tante," cicit nya yang sudah tidak kuasa membendung air mata nya lagi


Tangan lembut milik Mamah Berlyn mengusap air mata Fira dengan perlahan.


Kepalanya menggeleng pelan," Engga, ini bukan salah kamu ... semua ini udah takdir,"


"Kalo Berlyn ga donorin ginjal nya buat Fira ... pasti sekarang masih ada kan tante?" lirih Fira bertanya pada Mamah Berlyn


Mamah Berlyn tersenyum tulus ke arah Fira," Umur Berlyn memang udah ga bisa bertahan lama, penyakit yang dideritanya sudah sangat fatal,"


"Pas Berlyn tau kalo salah satu ginjal kamu rusak, dia sangat terpuruk dan terus aja membujuk tante sama om buat minta izin donorin ginjal nya buat kamu,"


"Dia bilang, dia pengen salah satu organ nya ada di tubuh orang tersayang nya yaitu kamu ketika dia meninggal nanti,"


"Tante ga bisa nolak dengan niat Berlyn yang seperti itu,"


"Fira janji sama tante, kalo Fira akan jaga pemberian Berlyn sebaik mungkin," ucap Fira dengan yakin," Makasi juga buat tante udah lahirin anak sebaik Berlyn yang baik nya sama seperti emas,"


Teman-teman nya yang melihat interaksi Fira dengan orang tua Berlyn pun ikut merasakan haru yang mendalam.


"Terharu banget gue sama perjuangan Berlyn sampe sejauh itu," ujar Mawar yang ikutan menangis


"Salut gue sama si Berlyn," ucap Mahendra


"Dia memang seperti emas yang kilau nya tidak akan padam," sahut Bara


Cinta memang tidak harus memiliki, seperti hal nya Berlyn yang rela mempertaruhkan nyawa nya demi wanita yang dicintai nya.


~~


Sepulang dari rumah orang tua Berlyn, Fira dan yang lain nya pergi ke makam Berlyn ,itupun atas permintaan Fira karena belum sempat Bertemu Berlyn untuk terakhir kali nya.



Sesampai nya di makam Berlyn, Fira langsung berjongkok di samping nya, sedangkan teman-teman nya masih berdiri seraya memberikan ruang untuk Fira.


"Hai Ber," ucap nya tercekat


"Apa kabar? Pasti kabar lo baik kan? Karena udah ga ngerasain sakit lagi," Fira sendiri tau bahwa Berlyn tidak akan pernah lagi di ajak berbicara oleh nya.


"Makasih Ber udah sesayang ini sama gue, sampe lo bela-belain bertaruh nyawa demi nyelamatin gue,"


"Lo sahabat gue yang paling terbaik Ber, paling terbaik,"


Fira terus saja berbicara dengan nisan yang bertuliskan nama Berlyn disana.


Tangan Fira meremas kuat dada nya yang menahan rasa sesak. Isakan tangis pun lolos dari mulut nya, tidak ada yang lebih menyakitkan kecuali berpisah karena kematian.


Sekarang dan seterusnya, jika Fira merasa rindu kepada Berlyn... bukan lagi menemui orang nya, melainkan pergi ke tempat peristirahatan terakhir nya.


"Gue janji Ber, gue janji ... akan jaga pemberian lo ini dengan baik, "ujar nya sambil memegang bagian perut Fira yang terkena jahitan, "Supaya lo ga kecewa sama gue dan supaya pengorbanan yang lo kasih ke gue engga sia-sia." lanjut nya di sela-sela tangisan.


Qiya yang melihat adik nya menangis hebat seperti itu pun langsung ikut berjongkok dan memeluk nya dari samping dan ikut menangis dalam pelukan nya.


"K-kak,"


"Iya Fir, gapapa nangis aja, ada gue disini yang akan selalu ada buat lo,"


Demi melihat orang tercinta nya bahagia ... Berlyn rela mengorbankan nyawa nya dan hingga merenggut nyawa.


Cinta Berlyn akan abadi untuk Fira yang sampai ia bawa ke dalam tanah bersama raga nya.


Melihat Fira yang sudah melemah, teman-teman nya yang lain pun ikut berjongkok di samping makam Berlyn dan sama-sama mendoakan yang terbaik untuk Berlyn yang sudah berada di alam sana.