
Sepulang sekolah qiya dan fira tidak langsung pulang ke rumah, melain kan pergi ke toko kue, mamah nya menyuruh membeli kue ke toko langganan seperti biasa
"Tumben banget mamah nyuruh beli kue," gumam fira," lo yang ambil kue nya ya qi? Gue tunggu di mobil, lagi mager,"
"Alesan lo," meskipun menggerutu tetap saja qiya lakukan
"Maaf mbak saya mau ambil pesanan atas nama Ibu Dita," ucap qiya dengan sopan
"Oh pesanan Ibu Dita ya.. sebentar saya ambil kan dulu,"
Tidak lama qiya menunggu, kue pesanan sang mamah sudah datang," ini kue nya,"
"Ah iya terimakasih mbak, kalo gitu saya permisi,"
"Jalan pak," ujar qiya kepada sang sopir pribadi nya
Fira menoleh ke arah qiya dan juga kantong plastik yang berisikan kue." Banyak banget qi, mamah pesen kue nya,"
"Tau nih, siapa juga yang mau abisin kue sebanyak ini, sedang kan orang rumah cuma sedikit," ucap qiya
"Mau bagi-bagi ke tetangga kali," fikir fira
"Bisa jadi fir,"
Lima belas menit sudah berlalu, kedua nya kini sudah sampai di rumah tercinta.
Kali ini kedua remaja itu merasa bahagia ketika pulang ke rumah, sebab sekarang kedua orang tua nya di rumah.
"Mamaaaaaaahhhhh," teriak qiya memanggil mamah nya yang entah dimana
Sedangkan fira hanya celingukan mencari orang tua nya
"Iyaaa sayaaaangg mamah di dapuuuuurrr,"
Kedua nya langsung berlari menghampiri sang mamah yang berada di dapur,
Mereka berpelukan seraya menyalurkan rasa rindu yang mereka pendam.
"Huaaaaaa kangen bangeeettt," rengek qiya
"Mamah apa kabar? Kebiasaan kalo kerja jarang banget ngasih kabar," ujar fira merajuk
"Anak-anak mamah ini," sambil mencubit pipi fira dengan gemas," mamah kabar baik sayang.. kalian sendiri gimana? Baik-baik ajakan selama mamah sama papah ga ada di rumah?"
"Kita mah selalu baik,"
"Oh iya, papah mana? Ga keliatan, " tanya fira
"Lagi mandi dulu, nanti juga turun,"jawab sang mamah," yaudah kalian juga bersih-bersih abis itu langsung turun buat makan siang,"
"Baik bos," ujar si kembar dengan kompak, sedang kan sang mamah hanya terkekeh mendengar nya
Karena kamar si kembar berbeda, alhasil mereka berpisah di pintu kamar masing-masing
Fira yang tidak sadar bahwa ada seseorang di kamar nya, ia langsung memasuki kamar mandi untuk membersih kan badan nya yang lengket.
Setelah selesai acara bersih-bersih, fira sudah siap dengan baju santai ala rumahan. Ia fikir ingin rebahan dulu sebentar karena merasa ngantuk, ketika hendak duduk di kasur.. tiba-tiba seseorang timbul di balik selimut dan mengagetkan fira
"Aaaaaaaaaaaaa" teriak fira karena kaget gara-gara seseorang
Setiap kamar memiliki kedap suara, jadi mau sekencang apa pun berteriak maka tidak akan di dengar oleh orang lain
Hahhahhahahahaha
"Bara," ucap fira tidak menyangka melihat bara di depan mata nya," ini lo kan?" Tanya fira sambil memiringkan kepala nya untuk meyakin kan bahwa ini wajah bara
Cup
Dengan lancang bara mencium pipi kiri nya. Fira yang mendapat serangan dadakan itu pun langsung memukul lengan bara dengan pela," ih bara main cium-cium aja," ujar nya dengan cemberut
"Kapan nyampe? Ngapain juga kesini, emang ga sekolah?"
"Jam 10 tadi gue sampe, dan masalah sekolah ... Gue putusin buat pindah kesini biar bisa bareng- bareng terus sama ponakan gue yang cantik ini," goda bara
"Mulai sekolah nya kapan?"
"Besok,"
"Wait? Emang masalah kepindahan lo udah di urus?"
"Udah, sewaktu lo balik dari Jerman, gue langsung izin sama papih dan papih izinin,"
"Nah gitu dong bar, gue kan berasa punya abang kalo gini," ujar fira sambil terkekeh," udah ah mau tidur dulu bentar, ngantuk banget, nanti kalo mamah nyuruh buat makan siang ... Bangunin gue ya?"
"Ogah! Gue juga mau tidur," ucap bara sambil memposisikan tidur nya berhadapan dengan fira
Sedangkan fira memutar bola mata nya dengan malas
Bara tidur dengan memeluk fira, begitupun sebalik nya.. mereka saling berpelukan
Setiba nya qiya di meja makan, ia hanya melihat mamah dan papah nya saja
"Papaaahhh," ujar qiya memeluk sang papah
"Hai sayang," jawab nya membalas pelukan sambil mecium pipi anak nya itu
Setelah acar berpelukan kini qiya duduk di kursi," fira mana mah, pah? Aku kira dia udah duluan turun,"
"Tidur kaya nya itu anak," ujar sang mamah," panggilin gih adek kamu,"
"Males ah, baru juga turun malah du suruh naik lagi," ujar qiya menolak karena naik turun tangga itu cape serta menguras tenaga," bentar lagi juga turun,"
Ketika qiya hendak mengambil piring untuk makan, karena niat nya ia ingin makan lebih dulu
"Eits," ujar sang mamah melarang," kita makan nya bareng-bareng, sekalian nunggu seseorang dulu,"
"Seseorang?" Beo qiya
"Serius?" Tanya qiya dengan antusias
Mamah nya hanya mengangguk
Rasa nya senang sekali akan kedatangan daren ke rumah nya
Ting tong
"Itu pasti daren," ujar sang mamah
"Biar aku aja yang bukain," sahut qiya dengan semangat sambil berlari ke arah pintu utama
Sesampai nya di depan pintu.. tanpa menunggu lama qiya langsung membuka nya dan menampil kan sosok pujaan hati nya itu,"masuk ren," senyum qiya tidak pudar kala melihat wajah daren
"Iya, makasih,"
Mereka berdua jalan beriringan menuju meja makan
"Hai om, tante," sapa daren dengan sopan
"Kebiasaan manggil tante," gerutu tante dita
"Eh," daren yang gugup karena tidak enak," maaf pah mah,"
"Nah gitu dong baru calon mantu mamah ini," ujar mamah dita" duduk ren, kita tunggu fira dulu buat makan bersamanya,"
"Qi, bangunin dulu adek kamu,"
"Maaahh," rengek qiya
"Biar daren aja mah, gapapa kan?" Tanya nya dengan hati-hati, sambil melirik ke arah mamah dita dan papah haris
"Biar mamah aja ren gapapa, kamu duduk aja pasti cape,"
"Eh gapapa mah, daren ga cape ko,"
"Yaudah, maaf ya ngerepotin,"
"Iya mah, kalo gitu daren ke atas dulu ya," pamit nya dengan sopan
Tok tok tok
Ketukan pertama tidak ada sahutan dari pemilik kamar
Tok tok tok
Ketukan kedua juga sama ga ada tanda-tanda pintu akan terbuka
"Gue masuk ya fir," ucap nya dengan pelan
Ceklek
Deg
Tangan nya mengepal, tubuh nya mematung kala melihat pemandangan yang seharusnya tidak ia lihat
Netra mata nya menangkap sosok kekasih nya yang sedang tertidur sambil berpelukan dengan seseorang yang tidak ia kenal sebelum nya
Kaki nya melangkah masuk seraya membangun kan kedua nya, meskipun saat ini hati nya sangat tidak karuan
Berusaha terlihat baik-baik melihat kekasih nya berpelukan di dalam kamar
Diri nya terus menerus meyakin kan diri untuk berfikir positif
Ekhem
Daren berdehem dengan keras, membuat kedua nya langsung membuka mata dan menoleh ke arah sumber suara
Mata fira melotot melihat daren berada di kamar nya, tanpa ba bi bu fira bangkit dari posisi tidur nya yang di susul oleh lelaki itu
"Siapa lo? Berani-berani nya masuk kamar fira!" Tanya bara dengan emosi, karena mendapati seorang lelaki yang masuk tanpa permisi
Dalam hati daren, seharusnya yang sekarang yang marah adalah diri nya bukan lelaki sialan itu, namun .. karena ia tau ini rumah orang.. sebisa mungkin ia menahan diri untuk tidak menendang lelaki itu
Fira mengelus tangan bara dengan lembut," bar tenang gausah marah,"
"Gimana gue ga marah fir!! Dia," tangan nya sambil menunjuk ke arah daren," berani-berani nya masuk kamar lo,"
"Dia tunangan qiya bar, namanya daren"
"Ha?" Bara melirik ke arah daren," lo tunangan si qiya?"
"Hmm. Gue ke sini niat nya mau bangunin fira buat makan siang, karena yang lain udah nunggu di bawah,"
"Oh," bara hanya ber oh ria ," sorry ren, gue terbawa emosi," ujar bara tidak enak
"Yaudah kita turun, kasian yang lain pasti nunggu lama" ucap fira mengalih kan
Ketiga nya kini sudah sampai di meja makan
"Waahhh wangi banget masakan mamah dita," puji bara
"Ada-ada kamu bara, yasudah mari kita makan,"
Semua nya sedang menikmati makan siang yang di adakan di kediaman Dananta. Di tengah -tengah acara makan.. mamah dita berujar," daren, bara, kalian udah kenalan?"
"Udah tadi di atas," ucap daren
"Baguslah kalo begitu, oh iya daren.. bara itu ponakan mamah, sepupu qiya sama fira.. dia anak dari adik mamah yang sekarang berada di Jerman, dan kabar nya bara bakal pindah sekolah ke tempat sekolah kalian,"
Mendengar penuturan dari mamah dita membuat hati daren kembali menghangat, untung saja dirinya bisa mengontrol emosinya tadi, kalo tidak .. bisa malu karena cemburu dengan sepupu kekasih nya sendiri.
Daren bisa bernafas lega sekarang, dan dirinya yakin bahwa fira bukan perempuan yang mudah berpaling