
Ketika Fira sedang izin ketoilet, tiba-tiba mata nya menangkap sosok Daren yang sedang bermain basket.
Terlihat keringat bercucuran di bagian kening Daren, akhir nya dengan nakal Fira menghampiri Daren, tapi sebelum nya ... Fira ke kantin terlebih dahulu untuk membelikan Daren sebotol minuman.
Setelah kembali dari kantin .. Fira mendapati Daren yang sedang duduk selonjoran di tepi lapangan, sebab jam pelajaran olahraga kelas Daren sudah hampir usai.
Daren merasakan hawa dingin di pipi sebelah kiri nya, ketika ia menengok ... ternyata Fira lah sang pelaku nya.
"Nih, buat kamu," Fira memberikan sebotol minum dan kemudian ikut terduduk di samping Daren
Dengan senang hati Daren menerima nya."Makasi cantik nya akuuuuuu,"
"Iya sama-sama," balas nya dengan lembut," hadap sini coba," titah nya untuk mengarahkan muka Daren ke depan wajah Fira.
Daren pun menuruti perintah Fira, dengan usapan pelan .. Fira mengelap keringat Daren tepat di kening nya.
Daren yang mendapat perlakuan seperti itu pun merasa berbunga-bunga," Udah baik, cantik, pengertian lagi. Jadi makin sayang," puji nya, sampai Fira mendengarkan nya pun merasa malu.
"Ini masih jam pelajaran, kamu bolos? Mulai bandel ya kamu,"
"Ih engga gitu, tadi nya aku mau izin ketoilet, cuma gara-gara liat kamu ... aku mampir dulu deh kesini," ucap nya dengan menyengir kuda."Lagian nanggung juga bentar lagi bel istirahat,"
Yang dikatakan Fira memang benar sebentar lagi jam istirahat akan tiba, namun tetap saja Fira membolos di akhir pelajaran nya.
"Kita foto yuk? Bentar pake hp aku," Fira mengeluarkan handphone nya untuk mengajak Daren berfoto
Cekrek
Satu foto sudah terabadikan di dalam memori handphone milik Fira.
Tiko yang melihat kemesraan mereka pun hanya menatap pasrah, tangan nya mengepal kuat.
Patah hati sebelum jadian itu memang benar ada, buktinya sekarang di alami oleh seorang Tiko.
Mahendra jelas tau apa yang di rasakan Tiko ketika melihat kemesraan Daren dengan cewe incaran nya."Sabar ko, dan lo harus inget ... bahagia Fira cuma sama Daren,"
Menghiraukan ucapan Mahendra, Tiko langsung melenggang pergi menuju ruang ganti karena beberapa menit lagi bel istirahat akan berbunyi.
Mahendra pun ikut mengekori langkah kaki Tiko.
"Udah kan?"
"Iya udah, liat deh bagus kan? Mana lucu banget lagi," Fira menatap kagum dengan hasil jepretan nya.
"Kalo gitu aku mau ganti baju dulu, kamu samperin temen-temen buat ke kantin duluan,"
"okeeeyyy," balas nya sambil mengangkat kedua jempol tangan nya
Kedua nya jalan beriringan, ada banyak tatapan kagum dari siswa/i yang melihat ke arah Daren dan Fira.
Ga nyangka ternyata selama ini mereka pacaran
Serasi banget mereka
Gue ga bisa bayangin kalo jadi Fira waktu itu yang liat pacar nya tunangan sama kembaran nya sendiri
Jadi selama ini mereka backstreet
Beruntung banget Fira bisa dapetin Daren
Lebih beruntung lagi si Daren
Dan banyak lagi bisikan-bisikan yang masih mampu terdengar oleh telinga Fira maupun Daren.
~~
Tapi kali ini ada yang kurang, yaitu Mahendra yang diam sedari tadi dan bahkan tidak ikut menyahut ketika yang lainnya sedang asik mengobrol.
"Cacingan lo Dra? Diem aja dari tadi," tanya Bara yang melihat keanehan dari sosok Mahendra yang terkenal pecicilan.
"Lo nanya atau ngeledek? Pake ngomong cacingan segala!"
"Nah gitu dong ngomong, baru namanya Mahendra," sahut Mawar ikut nimbrung
"Diem lo! ikut-ikutan aja,"
"Lagian lo kenapa? Banyak hutang? Atau orang tua lo bangkrut?" celetuk Daren sekenanya
"Asem lo Ren, amit-amit coy amit-amit, omongan lo bikin gue ngeri aja,"
"Masalah nya nih ya, kalo si Tiko wajar-wajar aja diem kaya gitu karena emang udah dari sana nya, lah lo? Ga pantes Dra," timpal Qiya yang ingin ikut serta menyuarakan isi hati nya
"Lagian gue gapapa, mungkin efek abis olahraga tadi, makan nya jadi kurang bersemangat,"
"Gaya lo!" cibir Mawar
Sebenar nya Mahendra kepikiran soal Tiko, meskipun mulut nya berkata ikhlas, tapi kan kalo soal isi hati nya kita ga ada yang tau.
"Lanjut makan aja si, ngapain malah ngerecokin gue," ujar nya mengalihkan pembicaraan
Mungkin yang dikatakan Mahendra benar, jika cowo itu sedang tidak bersemangat, akibat kelelahan berolahraga.
Merasa sudah mendapatkan jawaban ... mereka pun kembali melanjutkan acara makan nya.
Diam-diam di sela makan nya ... Tiko melirik ke arah Fira dengan helaan nafas yang keluar dari mulut nya.
Ternyata benar-benar mengikhlaskan seseorang yang belum sempat di miliki itu sesakit ini rasa nya.
Jika tau akhirnya akan seperti ini, mungkin Tiko tidak akan menaruh hati pada Fira terlalu berlebihan.
Bahkan dirinya sempat ingin merencanakan menembak Fira di sebuah cafe, tapi .. belum sempat terlaksana dan akhirnya malah di patahkan oleh kenyataan jika Fira berpacaran dengan sahabat nya yaitu Daren.
Kisah percintaan sangat rumit, mau maju salah .. mau mundur tapi masih sayang.
Melupakan seseorang itu bukan lah hal yang mudah bagi seseorang yang benar-benar tulus mencintai nya.
"Ga ada rencana kumpul bareng gitu? Udah lama kan kita ga kumpul-kumpul?" celetuk Bara memecah keheningan
"Bener juga ya,"
"Ayo dong, kapan nih kita kumpul bareng lagi," sahut Fika," Soalnya kan kita udah kelas 12, jadi ... kita pasti ga bakal punya waktu lagi buat main-main,"
"Iya bener, kita semua pasti sibuk dengan kegiatan masing-masing," timpal Qiya
"Gue mah mau ngikut Fira aja,' celetuk Daren yang mulai mengumbar keuwuan
"Bucin akut lo!"
"Wle,"
Fira yang nama nya di sebut-sebut itu pun seketika menoleh ke arah Daren." Kapan, kemana dan dimana nya... gue mah terserah kalian, ngikut aja,"
"Nanti kita bahas di grup aja," ujar Tiko memberi saran
Mereka memiliki grup persahabatan yang di namai 'Menantu Idaman', sudah jelas lah itu ulah si tukang rusuh alias Mahendra. Karena mereka tidak ingin ribet, alhasil terserah mau dinamai apa saja nama grup mereka itu, yang terpenting bagi mereka adalah kekompakan nya yang harus di jaga.
"Setuju sama saran Tiko, kalo mikir sekarang ... lagi ga konek, soalnya cuaca hari ini panas nya ga kira-kira," ujar Mawar menyetujui saran yang Tiko berikan
"Apa urusan nya sama cuaca panas? Itu mah emang otak lo nya aja yang terlalu dangkal, makannya susan mikir," cibir Mahendra dengan pedas nya.
Sudah di pastikan, ini adalah awal perdebatan akan di mulai kembali.