I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 36



"Qi?" Panggil Fira yang berada di balik pintu


Kabar pemutusan pertunangan tadi pagi membuat Qiya mengurung diri. Sedari pagi kakak nya tidak keluar kamar dan itu membuat khawatir seisi rumah.


"Gue masuk ya?" Izin nya


Ceklek


Untung saja pintu nya tidak di kunci, membuat Fira bernafas lega karena bisa melihat kakak nya yang sedang terduduk di tepi ranjang dengan kepala yang menunduk


Kondisi kamar nya sangat berantakan seperti kapal pecah, begitu juga dengan kondisi Qiya yang tidak kalah berantakan


Hati nya terenyuh kala melihat kakak nya sekacau ini, ia tidak tega.. benar-benar tidak tega


Langkah kaki Fira mendekati kakak nya dan kemudian duduk tepat di samping nya


Tangan nya merangkul pundak Qiya," jangan kaya gini Qi, dengan lo yang begini... Mamah sama papah jadi ikutan sedih,"


"Lo itu bukan cewe lemah Qi, harus nya lo bisa bangkit,"


"Harus nya lo sadar, buka mata lo! Banyak lelaki di luar sana yang bakal bangga milikin lo Qi,"


"Gue mau nya Daren Fir," sahut nya dengan lirihan


"Qiya!" Entah dimana otak Qiya di taruh sekarang, susah sekali di kasih tau


Jadinya Fira kesal sendiri dengan tingkah kakak nya ini


"Lo ga ngerti se gimana cinta nya gue ke Daren,"ucap nya dengan pelan


Air matanya terus saja menetes.. yang menandakan suasana hati nya sedang tidak baik-baik saja


"Daren ga cinta sama lo! Kenapa ga sadar juga si!!"


"Susah Fir susah," ujar nya frustasi karena terlalu mencintai Daren," lebih baik gue mati dari pada harus liat Daren sama orang lain... Gue.. gue .. ga bisa Fir..,"


"Gue ga suka lo ngomong kaya gitu! Lo pikir keren hah?! Lo ga kasian sama mamah papah?"


"Bantuin gue Fir,"


"Bantuin apa?"


"Sesuai kesepakatan kita waktu itu... Gue pengen cari tau tentang cewe nya si Daren,"


Mendadak hati Fira tidak karuan seperti ini," masih tetap mau cari tau? Sedangkan kalian udah ga ada hubungan lagi,"


"Gue cuma mau tau aja Fir, cewe yang yang Daren bangga-banggain itu seperti apa dan.. bagaimana,"


"Gausah cari tau siapa-siapa, lo fokus ke diri lo sendiri! Gue gamau liat kakak gue yang cantik ini berubah karena cinta,"


" Salah ga si Fir .. kalo gue cinta sama Daren,"


"Ga salah Qi, cuma lo harus tau porsinya aja untuk mencintai seseorang,"


" Gue cuma mau Daren Fir,"


"Lo bersikap kaya gini karena belum nemuin orang yang mencintai lo aja, gue yakin suatu hari nanti bakal ada cowo yang buat lo bahagia setiap hari,"


"Harus nya si iya,"


"Kita makan malam yu Qi? Lo dari pagi mengurung terus di kamar,"


"Gue bersih-bersih dulu bentar,"


"Yaudah .. abis mandi langsung ke bawah ya? Gue tunggu di sana sama bara,"


"Mamah sama papah?"


"Mereka pergi tugas lagi Qi, lo tau sendiri kan gimana orang tua kita?.. sebenernya mereka juga ga pengen pergi untuk sementara waktu, ya tapi.. mereka punya tanggung jawab yang penting,"


~~


" si Qiya nya mana?," Tanya Bara karena Fira datang seorang diri


"Bersih-bersih dulu, soalnya dia berantakan banget Bar," ujar nya dengan lesu," kasian gue liat nya,"


"Sama... Gue juga kasian sama si Qiya yang lagi patah hati,"


"Hai," sapa Qiya dengan singkat, ia baru saja datang di ruang makan


Menu makanan yang tersaji di atas meja cukup banyak, membuat ketiga nya leluasa untuk memilih makanan


"Makan yang banyak Qi," ujar Bara


"Hmm," Qiya menyantap makanan dengan sangat pelan, rasa nya sedang tidak berselera untuk makan.. serasa hambar


"Jangan terlalu di pikirin, gabaik buat kesehatan lo," nasehat Fira


"Eh iya, gimana sama Beryl? Kalian udah ketemu?" Tanya Qiya


Mereka berdua saling pandang, kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan secara bersamaan


"Loh ko?"


"Kata penduduk di sana.. keluarga Beryl pindah ke luar negri, tapi.. gatau kemana pindah nya," ucap Fira dengan lesu


"Dia ga ngasih kabar sama sekali sama lo Fir?"


" Ga ada Qi, bahkan telepon sama chat gue aja ga ada yang dia bales,"


"Aneh banget, apa mungkin... Dia ga suka ketemu sama kita-kita? Bisa jadi kan?"


"Gue juga sempet mikir kaya gitu Qi,"


"Jangan mikir yang aneh-aneh dulu, mungkin aja dia emang lagi sibuk sama kedua orang tua nya," sahut Bara


Ketiga nya melanjutkan acara makan malam nya kembali dengan tenang


"Gue udah selesai, duluan ke kamar ya udah ngantuk," ujar Fira


Keduanya mengangguk seraya mengiyakan