
"Apa yang terjadi mir? Kenapa bisa ibu sampai koma? Bukan nya kemarin baik-baik saja?" Tanya geo yang baru pulang dari kantor, karena ada beberapa dokumen yang harus di bereskan malam ini
"Aku gatau apa-apa, karena sehabis ibu minum obat.. aku izin keluar sebentar," jawab nya dengan tangis yang sesenggukan
"Kenapa harus keluar segala! Udah tau ibu lagi sakit, bukan nya di jagain sampai selesai," ucap nya dengan penuh kecewa.
Meskipun Geo hanya seorang menantu disini, tapi tetap saja ia menyayangi ibu mertua nya itu seperti ibu kandung nya sendiri
"Kalo kejadian nya bakalan kaya gini .. aku juga ga bakal izin keluar! Aku tau.. aku salah. Aku minta maaf karena lalai jaga ibu," dengan nada yang suara yang tersirat menyakit kan," aku pulang karena mau mandi, habis itu balik lagi kerumah sakit," setelah mengucapkan itu mira langsung memasuki kamar nya yang di susul oleh geo sang suami
Hari sudah larut yang menunjukan pukul setengah sebelas malam. Mira pulang karena permintaan dari anak dan juga ponakan nya, mereka menyuruh nya untuk pulang terlebih dahulu untuk bersih-bersih dan juga istirahat. Dan kini ke tiga remaja itu yang menunggu nenek nya dalam keadaan koma.
" Sebelum mira mandi, geo menahannya lebih dulu dan memeluk nya dari belakang," maaf, harus nya aku ga nyalahin kamu," dagu nya yang di simpan di pundak sang istri. Kemudian mira memutar kan badan nya dan menghadap ke arah suami tercinta nya.
Tangan nya mengelus pipi suami nya itu dengan lembut," gapapa, maafin aku juga ya,"
Geo hanya mengangguk kemudian memeluk istri nya dengan erat."besok aja kita kerumah sakit nya, lagian ada anak-anak juga yang jagain. Lagi pula ..ini udah terlalu malam," ucap nya memberi pengertian kepada sang istri," besok pagi kita berangkat ke rumah sakit bareng-bareng,"
"Tapi.. kasian anak-anak. Pasti mereka belum makan," ucap nya dengan penuh ke khawatiran
"Mereka pasti makan.. di sana kan deket kantin," dengan nada suara yang selembut mungkin
"Yaudah aku ikut kamu aja, besok pagi kita kerumah sakit nya,"
"Bersihin badan kamu dulu sana, abis itu langsung tidur istirahat," ucap nya sambil mencium kening sang istri
Mira sang istri belum memberi tau perihal penyebab yang membuat mertuanya koma. Fikir nya.. besok saja ia tanyakan langsung dengan dokter biar lebih jelas
~~
Sedang kan di ruangan rumah sakit, terdapat tiga remaja yang sedang menunggu nenek nya di rawat dalam keadaan koma
Sekarang nenek nya berada di ruangan ICU. Pasca kejadian nenek nya yang kritis tadi.. membuat nya harus di larikan ke ruangan ICU
Si kembar sudah menghubungi kedua orang tua nya seraya memberikan kabar yang mengenai nenek nya , dan mereka akan segera ke Jerman.. mungkin besok mereka sampai.
"Dokter ga ngomong apa-apa bar sama nyokap lo?" Tanya fira yang menatap nenek nya di balik dinding kaca
"Gatau.. mamih ga ngomong apa-apa sama gue,"
"Kenapa mamih lo pake acar izin keluar segala," ujar fira yang seolah- olah menyalahkan mamih bara
"Lo nyalahin nyokap gue atas kejadian ini?"
"Udah-udah.. kalian ini apa-apaan si!" Sahut qiya yang melihat akan adanya saling cekcok ," mendingan kita ke kantin dulu cari makan," qiya mengajak mereka untuk mengisi perut nya terlebih dahulu.
"Tapi... Kasian nenek ga ada yang jagain qi,"ucap fira nya dengan lirihan nya
"Kita makan dulu ya fir.. nanti lo sakit , bentar ko ga lama, abis itu balik lagi buat jagain nenek,"
Fira menoleh ke arah bara yang sedang duduk di kursi tunggu dengan tatapan kosong mengarah ke depan. Fira pun langsung mendekati bara dan duduk di debelah kirinya yang di susul oleh qiya yang duduk di sebelah kanan.
"Maaf bar, udah nyalahin nyokap lo," kepalanya tertunduk karena merasa bersalah
Bara langsung memeluk fira ke dalam dekapan nya serta mencium puncak kepala mikik fira.
Mendapat perlakuan seperti itu fira langsung menumpahkan air mata nya.
"Gapapa fir, gausah di pikirin," ujar nya menenangkan fira, " kita cari makan dulu yu? Abis itu kita ke sini lagi buat jaga nenek,"
Fira hanya mengangguk, karena.. memang benar dirinya juga sangat lapar
Ke tiga remaja itu pun melenggang pergi ke kantin untuk membeli makan
Flashback on
"Itu tante mira kenapa?" Tanya qiya yang melihat tante nya menangis di depan ruangan sambil berjongkok dengan kedua tangan nya menutupi wajah nya
"Mamiiiiiiihhhh," dari kejauhan bara berteriak mendekati sambil berlari sebab melihat mamih nya menangis
Merasa tak asing dengan suara itu, mira menoleh ke sumber suara yang memperlihat kan putra nya serta kedua ponakan nya. Mira langsung menghamburkan pelukannya ke bara sang anak
Melihat tante nya menangis sesenggukan, sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi, fikir fira
"Baraaa," ucap nya yang masih menangis
"Iya mih.. ini bara," sambil mengeratkan pelukan nya, " kenapa mamih bisa kaya gini hmm?" Tanya bara dengan lembut
Di tanya seperti itu membuat tangis sang mamih semakin kencang.
Melihat ruang rawat terbuka dan menampilkan tiga orang suster yang terlihat tergesa-gesa mendorong brangkar... Mata nya membulat ternyata itu nenek nya, fira kaget begitu pun dengan qiya
Dokter yang ber name tag Alura Jaya Pratiwi yang baru saja keluar dari ruangan nenek nya itu seketika berucap," keluarga pasien?" Tanya sang dokter
Dengan gesit fira memeluk qiya dengan raut cemas nya
"Saya anak nya dok, apa yang terjadi?"
"Ikut saya ke ruangan,"
Melepaskan pelukan nya dengan sang anak yang mengharus kan dirinya ikut ke dalam ruangan."mamih masuk dulu ya sayang," pamit nya
Pintu ruangan pun tertutup rapat ,bahakan tidak ada celah untuk dirinya menguping.
"Maaf ibu mira,"ucap sang dokter sambil melihat-lihat botol obat yang di pegang nya," botol ini memang sama seperti yang ibu beli biasanya, tapi.. isinya sedikit berbeda. Setelah hasil lab keluar.. ternyata mengandung racun dan mengakibatkan penyakit yang di derita akan semakin memburuk," jelas nya
"Kenapa bisa berbeda seperti itu dok?"
"Saya kurang tau kenapa bisa seperti ini, mungkin.. ada yang menukar kan isi nya?"jawab nya
"Tapi siapa yang tega melakukan itu," gumam nya
"Apa keluarga ibu memiliki musuh?"
"Sejauh ini keluarga kami aman-aman saja dok," ucap nya dengan menangis
"Kita bisa lihat di rekaman cctv di depan ruangan.. siapa tau ada bukti di sana," ujar sang dokter menenangkan."kalo begitu saya permisi untuk melihat perkembangan pasien di ruangan ICU,"
Ketiga remaja itu hanya duduk di kursi tunggu, seraya ingin bertanya perihal yang terjadi kepada nenek nya.
Mendengar suara pintu terbuka, ketiga remaja itu langsung berdiri dan memberikan pertanyaan berturut-turut
"Saya akan periksa terlebebih dahulu," ujar nya tersenyum," berdoa sebaik mungkin untuk nenek kalian," setelah nya langsung pergi ke ruangan ICU.
"Tan..."
"Mamih ketoilet sebentar ya sayang?" Izin sang mamih kepada bara
"Bara temenin ya mih?"tawar nya
"Gausah sayang, mending kalian jagain nenek di sana.. siapa tau ada perkembangan," tolak nya dengan halus
"Yaudah tan kita pergi ya," sahut qiya kemudian langsung berlari menuju ruangan nenek nya dan di susul oleh fira dan bara
Di balik kaca.. mereka melihat nenek nya yang di pasang berbagai macam alat medis.
"Kenapa nenek bisa kaya gini si fiiirrr," qiya menangis sejadi nya, karena tak kuasa melihat sang nenek dalam keadaan seperti ini
Fira hanya menutup mata sambil memeluk sang kakak yang sangat bersedih."nenek pasti baik-baik aja," ujar nya menenangkan
"Liat deh fir," tangan nya sambil menunjuk ke arah sang nenek," banyak selang di seluruh tubuh nenek," lirih nya
"doain yang terbaik," sahut bara yang berada di belakang mereka, kemudian memeluk keduanya
"Gimana keadaan nenek?"tanya tante mira
" Dokter belum keluar mih, mereka keliatan nya masih sibuk pasang alat medis ke tubuh nenek" jawab bara
Tidak lama kemudian dokter yang menangani nenek nya itu keluar dan menjelaskan kondisi nya," saat ini pasien mengalami koma setelah melewati masa kritis nya," jelas nya," kalau begitu saya permisi,"
Hari sudah gelap, tidak ada yang membuka suara.. hanya ada suara tangisan saja yang keluar untuk menyalurkan rasa sedih nya
"Tan? Tante pulang aja gapapa.. biar kita yang jaga nenek," ujar qiya
"Iya mih.. mamih pulang aja bersih-bersih terus istirahat ya?" Pinta bara
"Ga Mungkin mamih ninggalin kalian,"
"Gapapa tan, kasian om geo sendirian di rumah," sahut fira
Ada benar nya juga, lebih baik dirinya pulang terlebih dahulu ... Setelah itu ia bisa kembali lagi ke rumah sakit bersama suami nya. Dirinya memang belum memberi tau perihal kondisi ibu nya itu kepada sang suami, karena sudah beberapa kali di telepon tidak di angkat.
"Yaudah tante pulang dulu ya... Nanti nanti ke sini lagi bareng om geo," ujar nya kepada si kembar
"Mamih pulang dulu ya sayang... Jagain ponakan kamu,"
"Hati-hati mih,"
"Hati,-hati tan,"
Ucap nya bersamaan
Flashback off