I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 12



...Kalau orang lama adalah pemenang nya...


...Lantas bagai mana dengan orang baru yang kamu luluh kan hati nya...


...Mahendra Trimukti...


        __________________________________________


Di sore hari dengan cuaca yang sangat cerah, fira sedang mandi untuk membersihkan diri karena tubuh nya merasa sangat lengket.


Ketika sedang menikmati guyuran air dalam shower, telingan fira mendengar sura handphone nya berbunyi yang menandakan ada yang menelpon.


"Lagi enak-enak mandi juga!?"gerutu nya


Dengan berat hati akhir nya fira terburu-buru menyelesaikan ritual mandi nya, karena ingin mengangkat telepon yang sedari tadi berbunyi.


Matanya menangkap nama tiko di layar handphone nya.


"Hallo ko?" Sapa fira


"Mmm fir , lo sibuk ga?" Tanya tiko


Mendengar pertanyaan dari tiko, ia berfikir ada apa ya dia bertanya seperti itu ."Engga juga si, emang nya kenapa?"


"Gue mau ngajak lo jalan mau ga?" Ujar tiko seraya bertanya," mumpung masih sore, lagian cuacanya juga enak banget kalo di buat jalan," lanjut nya


"Boleh deh, gue siap-siap dulu ya bentar," ucap fira," kita ketemuan dimana?" Lanjut nya seraya bertanya


"Gue ke rumah lo aja, tunggu 20 menit lagi gue sampe oke?" Ujar nya


"Hmmm oke ko,"


Tut


"Pake baju apa ya yang cocok di pake buat sore-sore begini"tanya nya kepada diri sendiri


Setelah memilih baju dengan cukup lama, akhir nya fira memutuskan menggunakan baju crop warna sage setengah lengan serta celana jeans warna dark blue.


"Ini aja deh," ucap nya sambil berkaca, dan tak lupa membawa slingbag warna putih kecil, serta rambut nya di biarkan tergerai karena masih basah.


Kaki nya menuruni tangga satu per satu, hingga sampai di ruang tamu kini fira menunggu kedatangan tiko untuk menjemput nya.


"Mau kemana dek? Udah rapi aja," tanya kakak nya yang baru saja habis dari dapur untuk mengambil minum, kemudian duduk di sebelah nya.


"Mau keluar bentar di ajak tiko," jawab nya


"Kalian makin deket aja keliatan nya," ujar sang kakak," apa jangan-jangan ... Kalian udah pacaran ya?" Celetuk qiya


" Ga ada pacar-pacaran ka, lagian gue cuma ga enak aja nolak nya,"


"Menurut gue si tiko baik orang nya, kenapa lo ga coba buka hati lo buat dia?


" Belum ke pikiran kesana ka," ucap fira ," dia emang bai... " Ucap fira terpotong karena suara bel rumah berbunyi, fikir nya mungkin tiko sudah datang


"Kaya nya itu tiko deh, gue langsung jalan ya ka," ujar fira, " duluan bye ,"


Setelah kepergian fira, qiya pun bangkit menuju kamar nya.


"Hai fir," sapa tiko


Fira hanya menampil kan senyum manis nya."Langsung jalan aja yu, takut kesorean banget," ucap fira


Motor yang di kendarai tiko melesat pergi membelah jalan.


Hembusan angin menerpa rambut indah nya terurai, tiko yang melihat itu pun terpana dengan ke cantik kan fira.


Selama perjalanan mereka tidak saling mengobrol apa pun hanya ada keheningan di antara keduanya .


Di perjalanan terdapat lampu merah yang menandakan bahwa semua kendaraan beroda dua maupun beroda empat mengharus kan untuk berhenti sejenak.


Lampunya kini berganti menjadi warna hijau, tanpa fikir panjang motor tiko langsung melesat pergi ke tempat tujuan.


Setelah lama nya perjalanan, akhir nya sampai juga


"Woaaaahhh,"mata fira berbinar melihat pemandangan di depan nya


"Lo suka?" Tanya tiko


Fira mengangguk antusias," suka banget ko," seraya berlari mendekati pantai


Ya benar Tiko membawa fira ke pantai, menurut nya sore-sore gini enak nya mantai.


Week Day begini suasana pantai tidak terlalu di penuhi pengunjung yang membuat nya merasa leluasa untuk melihat kecantikan fira secara keseluruhan.


"Jangan terlalu deket fir, ntar baju kamu basah terkena ombak," ucap nya dengan penuh perhatian


"Hehe iya ko, abis nya seneng banget gue ," ujar fira dengan binar yang terlihat jelas di mata nya


"Kemaren liburan ke bali kaya biasa aja, padahal pemandangan di sana lebih bagus," ujar tiko membenarkan


" Mungkin gue lagi engga mood aja kali ya, soal nya terlalu banyak pengunjung . Jadi feel nya kurang aja gitu," ujar fira


Mata mereka tertuju ke depan pantai yang menimbulkan suara deburan ombak.


"Agak ke belakangan yu fir , takut kena ombak," ujar nya mengajak fira


"Lo takut kena ombak?" Tanya fira


Tiko memutar bola mata nya malas," bukan takut fir, cuma kalo kita kena ombak... Baju kita basah," jawab nya ," tapi yang di permasalahkan disini adalah lo, gue takut ntar lo masuk angin," jelas nya


"Kirain lo takut ko," ujar nya sambil terkekeh


Tiko meraih tangan fira untuk segera bangkit ke tempat yang tidak terlalu dekat dengan deburan ombak.


"Kita ke sana yu? Sambil pesen makanan,"ajak tiko untuk ke bale


Sesampai nya di bale, mereka memesan makanan untuk di santap


"Gue pengen itu ih ko," tangan fira sambil menunjuk ke arah jagung bakar


"Pak," panggil tiko ke penjual yang lewat yang usia nya sudah renta." Jagung bakar 2 ya," pesan nya


"Iya, bapak buatin dulu ya," jawab nya yang terlihat senang


Kedua sejoli itu hanya melihat cara bapak penjual itu membakar jagung,


" Ini makanan nya," makanan mereka sudah datang, fira yang memesan batagor sedang kan tiko memesan mie ayam


"Makasih," ucap mereka bersamaan


Makanan kedua nya belum mereka santap karena ingin menunggu jagung bakar nya selesai.


"Udah selesai ya pak?" Tanya fira karena melihat jagung bakar yang di pesan nya sedang di bungkus koran


" Iya neng, ini jagung bakar nya," sembari memberikan jagung itu ke tangan fira. Namun sebelum fira meraih nya, jagung itu sudah lebih dulu di ambil oleh tiko


"Panas fir, gue aja yang ambil," ujar tiko sembari menyimpan jagung bakar nya di atas meja, " berapa pak? " Tanya tiko


"20 ribu aja,"


"Ini uang nya," tiko menyodorkan uang seratus ribu


" Bentar bapak ambil kembalian nya dulu,"


"Gausah, ambil aja kembalian nya buat bapak," tolak nya dengan halus


"Eh.. kebanyakan ini mah,"


"Gapapa pak ambil aja," ucap nya sambil menampilkan senyuman manis nya


Melihat interaksi tiko yang ramah ke pada penjual, membuat hati nya merasa tersentuh.


"Makasih banyak ya, semoga kalian selalu bahagia, rezeki nya lancar serta di permudah segala urusan nya," penjual jagung bakar itu seraya memberikan doa terbaik untuk tiko dan fira


"Aaamiiin," ucap kedua nya secara bersamaan


"Mari, bapak mau lanjut keliling lagi" pamit nya


"Iya pak boleh, hati-hati," sahut fira


"Kenapa lo senyum-senyum begitu?" Tanya tiko terheran- heran


"Gapapa, ternyata lo punya hati yang baik juga ya ko," ujar fira meledek


"Dikira hati gue sering kriminal kali ya," jawab tiko tidak terima," makan gih itu batagor nya .. keburu dingin ga enak," lanjut nya sambil memakan mie ayam milik nya, dan membuat fira menuruti perkataan tiko


Kedua nya sibuk memakan pesanan mereka masing-masing


Dengan suasana yang seperti ini, rasanya memakan apa pun terasa nikmat, apalagi jagung bakar yang di pesan nya itu sangat memikat perhatian.


Melihat fira yang terlihat senang, membuat nya juga ikut senang karena dirinya tidak salah memilih tempat berkunjung


"Kapan-kapan kalo gue ajak lo ke sini lagi .. mau ga?" Tanya tiko dengan berhati-hati


"Boleh, tapi kalo ga sibuk," jawab nya


Tiko mengambil jagung bakar milik nya, begitu pun dengan fira


"Enak banget ya ko? Manis, bumbunya juga pas," puji fira


"Iya bener, enak banget malahan,"


kayanya akan sangat langka untuk mendapatkan moment yang benar-benar membuat kedua nya merasakan kebahagiaan seperti ini.


Hari semakin sore, angin pun berhembus semakin dingin. Terlihat jelas dari wajah fira bahwa dia sedang kedinginan, bagai mana tidak? Pakaian yang di kenakan fira adalah crop top, pantas saja akan merasakan hawa dingin lebih jelas.


Tanpa fikir panjang jaket yang di kenakan tiko, kini beralih berada di badan fira


"Eh," fira terkaget


"Lo kedinginan fir,"


"Lo juga pasti dingin ko," ujar tak terima karena terlalu mementing kan dirinya


"Gue udah biasa gapapa," jawab nya ," kita pulang aja yu?"ajak tiko untuk pulang," udah jam 6 juga nih," mata nya sambil melihat jam tangan yang di kenakan," takut kemaleman di jalan, lagian harus banyak istirahat juga kan? Besok masih ada ulangan,"


Dengan berat hati fira harus meninggal kan tempat yang membuat nya nyaman ini


Melihat ekspresi keterpaksaan dari fira, dalam fikir nya dia masih nyaman di tempat ini.


"Lain kali kita ke sini lagi fir,"


"Iya ko, cuma gue lagi nyaman aja di sini, tapi ya ... Karena inget besok masih ada ulangan di tambah lagi harus belajar, ya.. mau ga mau ya harus mau," ujar nya dengan terkekeh


"Yaudah ayo," ajak tiko sambil menggenggam tangan fira layak nya sepasang kekasih.


Di perjalanan pulang mereka sama-sama tidak membuka suara, karena merasa kelelahan padahal tidak melalukan hal berat apapun.


Fira melingkar kan kedua tangan nya dan kepala nya di sandarkan ke pundak tiko.


1 jam lama nya, kini tiko sudah sampai mengantar fira ke dapan rumah nya yang menjulang tinggi bak istana itu.


"Masuk sana, istirahat dan makasi udah mau nemenin gue," ujar tiko


"Makasi juga ko udah ngajak gue jalan,"jawab nya dengan menampilkan senyuman," oh iya ko ini jaket lo," sambil memberikan jaket milik tiko yang sedari tadi ia pake," sorry, lo jadi kedinginan gara-gara jaket lo gue pake," ucap nya tak enak


"Gapapa fir, yaudah gue duluan ya," pamit tiko," jangan lupa salam buat ortu lo," setelah mengucapkan itu tiko langsung melesatkan motor nya pergi dari pekarangan rumah fira


Selalu saja tiko memberikan salam untuk kedua orang tua nya, padahal mereka belum pulang, bahkan berkabar saja belum sempat karena dirinya takut mengganggu kegiatan orang tua nya yang jauh di sana, di tambah lagi dengan perbedaan waktu.