I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 10



...Matahari boleh bersinar terang...


...Tapi kamu tetap yang paling tersayang...


...Daren Gumira Dzimuska...


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Kamar yang tadi nya tersusun rapi kini malah sebalik nya malah seperti kapal pecah. Baju berantakan di lantai, di kasur, bahkan di berbagai arah terpenuhi baju yang berserakan.


Fira yang melongo melihat kamar kakak nya yang sudah tidak berbentuk," tobat qi," ucap nya yang melirik kesana kemari melihat betapa berantakan nya kamar ini. " Lo apa-apaan qi? Ini baju ada di mana-mana kaya kamar yang ga ke urus," lanjut nya seraya menggeleng- geleng kan kepalanya.


"Aduuuuhhh fir, gawat ini mah gawaaaattt," ujar nya dengan heboh


"Ck , apa nya yang gawat si?"


"Ini loh fir aduuuhh, tolong pilihin gue baju dulu deh ntar gue cerita," ucap nya sambil mencari baju yang cocok


"Mau yang kaya gimana baju nya?"


"Dres,"


Fira juga ikut sibuk mencari dres yang cocok untuk di pakai kakak nya," kenapa ga dari pagi lo nyari baju nya? Giliran udah sore begini baru sibuk,"


" Dadakan fir ngasih tau nya,"


"Mau pergi sama siapa? Kemana?" Tanya nya


"Orang tua daren minta gue ke rumah nya, kata nya si ngajak makan malam. Karena udah lama ga ketemu," jelas nya


"Daren jemput?"


"Iya, nanti kesini jemput gue,"


Akhir nya setelah sekian lama mencari dress, kini fira menemukan yang cocok untuk di pakai qiya," ini bagus deh di pake sama lo, soalnya ga pernah lo pake juga kan?" Seraya menyodorkan dress pilihan nya yang berwarna soft pink


"Boleh juga pilihan lo," sembari menempelkan baju itu di depan badan nya sambil melihat ke arah cermin." Ga sia-sia lo jadi adek gue,"


"Dih gajelas lo,"ujar nya," abis ini beresin baju lo, ga enak banget di pandang,"


"Bawel loh sana keluar mau ganti baju gue,"


Dasar tidak tau terimakasih, udah untung dia membantu meringan kan beban kakak nya itu, eh malah di usir pula


Waktu sudah menunjukan pukul 19 : 10 , qiya sudah rapih dari 15 menit yang lalu dan menunggu kedatangan daren di ruang tamu, tapi daren belum juga kunjung datang.


Dari ujung tangga fira melihat kakak nya yang seperti sedang menggerutu tidak jelas,


"Sabar aja kali nanti juga datang, ga sabar banget," ujar fira yang baru datang, kemudian ikut duduk di samping kakak nya


"Lo mana tau perasaan orang yang mau ketemu calon mertua," celetuk qiya," lo kan ga punya pacar,"


"Sombong banget baru segitu doang juga," kalo tau dirinya adalah kekasih daren, apakah kakak nya akan kecewa?fikir nya," lo lupa kalo cowo lo itu punya pacar?" Tanya nya


" Ah elo mah kenapa ngomong gitu siii," gerutunya," bikin mood gue ancur aja," ucap nya dengan lesu," bantuin gue fir," lanjut nya meminta bantuan


"Bantu apaan?"


"Bantuin gue buat cari tau cewe nya si daren,"


Uhuk uhuk


"Buset dah fir muncrat nih, kalo batuk kesana dong jangan deket-deket gue," gerutunya karena terkena cipratan batuk dari fira." Penasaran banget gue sama itu cewe," sambil menahan kekesalan," secantik apa si dia!! sampe modelan kaya gue ga di lirik sama sekali,"


"Ga semua orang menilai rasa cinta dari fisik nya qi, bisa jadi karena udah saling nyaman satu sama lain," ucap nya membela diri, karena bagai mana pun juga yang kakak nya sebut itu adalah diri nya.


" Ga mau tau poko nya lo harus bantu gue buat cari tau cewe nya si daren titik!!," Dengan nada yang memaksa


" Males ah, "tolak nya


" Lo tega ngeliat gue yang cinta nya bertepuk sebelah tangan?"tanya nya," ini kaya bukan lo fir. Fira yang gue kenal dulu bukan kaya gini, tapi suka mensupport kakak nya , selalu jadi pelindung buat gue," lanjut nya


"Apaan si qi, orang gue gini-gini aja dari dulu, gausah berlebihan deh,"ujar nya,"Udah ah have fun ya sama calon mertua lo, gue mau belajar buat ulangan ntar senin,"ujar nya karena malas membahas hal yang menyangkut dirinya," jangan pulang terlalu larut," lanjut nya seraya menaiki tangga  menuju kamar nya.


Punggung fira sudah tak terlihat dari pandangan nya," apa ucapan gue terlalu berlebihan ya?" Gumam nya.


Yang ada di dalam fikiran nya sekarang, dirinya harus meminta bantuan seseorang untuk mencari tau siapa cewe si daren. Tidak mungkin juga dia harus meminta bantuan kepada teman-teman nya, karena dia tidak mau mereka tau perihal daren mempunyai kekasih. Satu- satu nya orang yang dapat di percaya hanya adik nya sendiri yaitu fira.


"Gue harus bujuk fira supaya mau bantuin gue, karena ini demi kebaikan hubungan gue," gumam nya," udah ah jangan dulu mikirin masalah cewe ga jelas itu dulu, sekarang gue harus terlihat anggun di depan daren supaya dia terpesona sama gue," ucap nya dengan berusaha meluluhkan hati daren


Qiya menyenderkan kepalanya ke kursi kemudian menutup mata sejenak sembari menunggu kedatangan daren


Ting tong


Ting tong


Melangkahkan kaki mulus nya untuk membuka pintu utama, dan menampilkan wajah daren yang terlihat tampan . Terpesona dengan wajah daren, ia pun tak sadar dengan hal itu.


Ekheemm


" liatin gue nya jangan kaya gitu, gue ga suka,"ujar daren seraya menyadarkan qiya dalam lamunan nya," gausah banyak mengkhayal!! Buruan ah males gue ngomong sama lo," lanjut nya


"Ga ada romantis-romantis nya banget lo sama gue," gerutunya


"Siapa lo?" Ucap nya menantang," jangan ngarep terlalu berlebihan sama gue qi, gue udah peringatin hal ini kan sama lo?"


Dengan malas menjawab pertanyaan daren, lebih baik diam saja supaya tidak memperpanjang masalah.


Melihat pakaian qiya yang terlalu terbuka, membuat nya merasa risih, apalagi bagian dada nya ter ekspose dengan jelas yang menampilkan kulit putih mulus nya terhembus angin, di tambah lagi rambut nya yang di gelung kan .


Daren memijit kening nya yang pusing," udah tau kan ini malem qi?"tanya daren


"Lo pikir gue buta apa, ya jelas lah gue tau kalo ini udah malem gimana si," pasal nya pertanyaan daren sangat aneh


"Kalo tau kenapa pake baju kurang bahan kaya gitu," sembari melihat pakaian qiya dari atas sampai bawah dengan nada dingin nya," da lo liat? Gue pake motor,"


"Salah lo kenapa ga pake mobil," dengan nada nyolot


"Males,"


"Kalo gitu pake mobil gue aja gimana?"tawar nya


"Tapi gimana gue duduk nya?" Merasa kesusahan sebab dirinya menggunakan dress di atas lutut


"Terserah lo mau kaya gimana yang penting duduk,"


"Ck," sekarang daren mulai menyebal kan, kalo bukan karena perjuangan cinta nya dia juga ogah begini, tapi mau gimana lagi . Dan akhir nya qiya sudah menduduki jok belakang motor milik daren, meskipun kesusahan . Emang ya si daren kurang ajar banget


Spontan kedua tangan qiya melingkar di perut daren, sedangkan daren yang merasa di peluk dari arah belakang pun langsung menepis tangan qiya, " tolong sopan sedikit, gue ga suka dengan perlakuan lo barusan" dengan nada dingin nya


"Takut jatoh gila aja lo," hari ini qiya merasa di buat emosi oleh daren. Padahal sedari tadi dirinya sudah ber angan-angan akan di perlakukan layak nya ratu , tapi kenyataan nya malah sebalik nya," terus gue pegangan kemana kalo ga sama lo," dengan nada kesal nya


"Kemana aja asal jangan sentuh gue sedikit pun," ucap nya dengan acuh


Sebisa mungkin qiya harus menahan emosi yang sedari tadi ingin meledak ,


Motor yang di kendarai daren sudah melesat jauh sepersekian detik, ntah bagai mana nasib qiya yang sedang di bonceng itu.


Sedari tadi fira memperhatian kedua sejoli itu dari balkon kamar nya, dari pertaman fira keluar menemui daren sampai akhir nya pergi.


Meskipun mereka sudah pergi, namun fira belum juga ingin beranjak dari tempat nya. Kini mata nya melihat banyak sekali bintang di atas langit yang berkelap kerlip, serta sinar rembulan yang menerangi semesta nya.


Diri nya masih bingung, apa yang harus ia lakukan ? Melepas daren demi kakak nya atau .. mempertahankan nya. " Gue takut ka," lirih nya," pengen banget gue egois untuk kali ini buat mempertahan kan cowo gue," ucap nya yang masih dengan lirihan," tapi gue juga ga mau ngeliat lo kecewa," lanjut nya .


" Gue akan menyelesaikan masalah ini setelah ulangan berakhir," tekad nya dengan yakin.


Karena untuk sekarang yang harus ia fikir kan adalah belajar untuk ulangan senin yang akan datang. Setelah itu fira bangkit dari balkon untuk memasuki kamar nya seraya belajar


Sedangkan di sisi lain qiya tengah berbahagia di ajak makan malam oleh camer nya itu,


"Ayo makan sayang jangan malu-malu , anggap aja rumah sendiri," ujar anggita mamah daren


"Iya tante makasih," jawab qiya degan kikuk karena merasa belum terbiasa dalam keadaan seperti ini


"Ko tante si panggil nya," dengan nada cemberut," bunda aja samain kaya daren," pinta nya


"Iya bun," sembari menampil kan senyum manis nya, karena merasa bahagia di perlakukan dengan baik oleh kedua orang tua daren.


"Mentang- mentang sesama cewe, ayah sampe ga di ajak ngobrol," sahut wira ayah daren yang pura-pura cemburu," padahal ayah juga mau ngobrol sama calon mantu yang cantik ini," mata nya yang melirik qiya


" Ya ampun ayah ada-ada aja," ujar sang istri yang melihat kelakuan suaminya itu


Qiya yang melihat itu pun hanya terkekeh


Sedangkan daren hanya acuh dalah situasi yang tidak menyenang kan ini


"Bun, yah, ini kapan makan nya? Aku sibuk mau belajar," sahut nya yang sedari tadi diam," kalo masih lama mending aku balik ke kamar aja, keburu malem," ucap nya dengan nada serendah mungkin.


" Daren," ayah nya menegur memperingati


"Ck," daren hanya berdecak sebal


"Udah-udah kita langsung makan aja," bunda nya menyahut karena sudah tau situasi ini tidak baik," takut keburu malem banget juga yakan qiya? Apalagi kalian akan ulangan nanti senin, dan tentu nya kalian harus banyak belajar," sambung nya dengan pengertian


"Ayo kita makan," ujar sang bunda dengan semangat


21 : 25 , qiya sudah sampai di rumah nya yang di antar oleh daren.


"Udah malem banget, besok ajalah belajar nya, mumpung besok hari minggu ," gumam qiya karena efek kelelahan


Di kediaman daren, kini diri nya sedang di introgasi oleh ayah nya di ruang kerja milik sang ayah.


"Apalagi si yah," ujar daren karena malam ini merasa lelah


"Kamu ini sebener nya kenapa ren? Kenapa sikap kamu kaya gitu sama qiya? Kalo lagi ada masalah, tolong selesain masalah nya. Kalian itu udah tunangan, gabaik kalo hubungan kalian kaya gitu" ujar sang ayah menasehati sang ayah


Daren menundukan kepalanya seraya berfikir, apa dia katakan saja yang sebenar nya?


"Yah," panggil nya," janji jangan marah ya?" Ujar nya karena takut respon ayah nya di luar dugaan daren,


Drrrttttt       Drrrttttt


"Bentar ," ucap nya karena sedang menerima panggilan dari rekan kerja nya


Daren melihat itu pun hanya menghela nafas


"Kenapa zo? Ada masalah?"


....................


"Mendadak sekali, apa tidak bisa di undur?"melihat sang anak yang masih berada di depan nya ia pun merasa tidak tega karena waktu sudah cukup malam, lebih baik membicarakan hubungan anak nya nanti saja, dengan sedikit menjauhkan telpon, kemudian ber ucap.


"Kita bicarakan ini nanti aja, sekarang kamu masuk kamar ," perintah sang ayah , padahal sedari tadi ingin sekali memberi tahu yang sebenar nya. Namun sial nya malah tidak jadi


"Daren masuk kamar," pamit nya," malam yah,"


"Hmmm,"


" Kenzo? Lo masih di sana? " Mengecek apakan panggilan masih terhubung


.....................


"Maaf tadi ada kendala. Jadi kenapa mendadak sekali , apa kamu tidak bisa menghandel  sendiri," tanya nya, karena pasal nya diri nya baru pulang dari belanda, dan kini mendapat kabar bahwa besok malam ada meeting di swis, yang mengharuskan diri nya turun tangan, sangat merepotkan fikir nya.


......................


"Yasudah, siapkan pesawat besok pagi saya akan kesana," putus nya


......................


"Hmmm, terimakasih informasi nya "


.......................


"Ya , selamat malam,"


Tut


Kepalanya sangat pusing sekali, niat nya pulang ke rumah karena ingin istirahat, ini malah di tambah pekerjaan, meskipun dirinya tau sebagai CEO ia yang bertanggung jawab besar di dalam nya.