
...Payung hanya bisa di gunakan untuk dua orang, jika ada yang ke tiga, maka salah satu nya harus siap di guyur hujan beserta badai nya...
...Alqiya Julfiana Dananta...
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Dooorrrr
Qiya dan fira sangat kaget atas perlakuan teman nya yaitu mawar
"Untung gue da ada riwayat jantung, bisa-bisa lewat udah,"qiya yang sambil menoyor kepala mawar
"Biasanya lo udah duduk manis di kelas, tumben banget baru nyampe," fira yang merasa ke heranan , tumben-tumbenan mawar kesiangan
"Ban mobil gue bocor tadi di jalan, sial banget emang gue huaaaaaaaa,"lengan nya sambil menggoyang goyang kan badan qiya
Badan nya terasa sakit karena mawar menggoyangkan badan nya terlalu bersemangat menggunakan tenaga kuli panggul.
Mereka langsung pergi meninggal kan parkiran, karena jam pertama adalah pelajaran olahraga, maka dari itu mereka harus segera ganti kostum.
Secara giliran mereka menggunakan bilik ruang ganti. Suara peluit sudah terdengar nyaring yang menandakan semua harus sudah siap berada di lapangan.
"Untuk kegiatan olahraga sekarang adalah permainan bola besar yaitu bola basket. Jarak kalian dengan ring 5 meter untuk cewe, sedangkan untuk cowo nya 8 meter. Kalian di beri 3 kesempatan untuk mendapat point . Jika ke tiga nya tidak berhasil, maka kalian harus remidial," pak nana menjelaskan dengan se rinci mungkin sehingga semua murid faham arahan yang di ucapkannya
"Yang mulai pertama sesuai urutan abjad," melihat- lihat buku absen kini urutan pertama adalah Alqiya Julfiana Dananta
"Alqiya, kamu orang pertama yang bermain silahkan maju ke depan dan sesuaikan posisi kamu dengan ring"jelas nya
Merasa namanya terpanggil, kini dia maju sesuai yang di arah kan pak nana selaku guru olahraga
Dari tiga kesempatan qiya tak mampu memasukan bola basket nya ke dalam ring. Ia merasa kecewa dan akhir nya harus siap remidial.
"Lo kan pinter nih jadi gausah khawatir soal remidial, semua udah di luar kepala kan," mawar ber ujar supaya qiya tidak terlihat murung
Fira menepuk pundak sang kakak seraya memberikan semangat dan tak lupa dengan senyuman manis nya
"Selanjut nya bayu,"
"Bima"
"Clarissa"
"Danu"
"Mawar"
Akhirnya nama mawar tepanggil dan dia hanya mendapatkan satu poit saja. Bagi mawar yang penting tidak remidial
Nama demi nama kini akhirnya Fira di urutan terakhir karna abjad nya di awali dengan Z
"Zafira, giliran kamu dan juga sebagai penutup untuk pembelajaran hari ini," kini fira meuju tempat yang di arahkan pak nana , sebeluk memulai ia tarik nafas terlebih dahulu ,dengan tak sengaja matanya menatap sosok daren yang melihat nya di atas depan pintu kelas nya. Ya karena kelas daren sedang free dikarenakan guru nya tidak dapat hadir . Dari kejauhan fira dapat melihat jelas bahwa daren memberikan ucapan semangat tanpa suara.

Akhirnya mendapatkan dua poit dan itu membuat nya merasa puas karena terbebas dari remidial
Ternyata terlihat baik-baik saja membuat nya sedikit pusing.
Merasakan ada botol dingin yang menempel pada pipinya kini ia menoleh dan mendapatkan tiko yang berdiri di samping nya, karena mereka kini sedang berada di pinggir lapangan , kemudian menyodorkan minuman itu kepada fira, tak menunggu waktu lama ia pun mengambil minuman itu karena jujur saja situasi saat ini ia membutuhkan air yang bisa membuat tenggorokan nya merasa segar, dan tak lupa ucapan terimakasih nya.
"Padahal gue juga haus ko, tega bner lo mah ah, masa cuma si fira doang yang di bawain minum sedangkan kita-kita engga,"sindir fika
Mendengar celotehan itu tiko hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal
"Biasa lagi pendekatan sekalian caper yakan ko,"mahendra berujar tanpa dosa
"Manusia es kaya si tiko bisa juga ya perhatian,"goda teman-teman nya
"Semakin hari semakin kurang ajar aja, kalo didiemin terus kaya gini bisa-bisa fira luluh dengan perlakuan si tiko dan mulai melupakannya. Ah ini tidak bisa di biarkan, gue gamau kehilangan fira,"gumam nya tidak terdengar oleh siapapun
"Bau-bau mau jadian nih kaya nya,"goda mawar sambil menoel- noel pipi fira
Sang empu yang merasa di goda itu pun melayangkan tatapan maut nya
"Canda fir hehe,"ucap nya
Dengan perasaan dongkol daren pun pergi dari lapangan hinggan punggung nya sudah tak terlihat lagi
Mereka yang cengo melihat kelakuan daren
"Lah tu bocah kenapa kaya lagi nahan berak,"ujar mahendra yang melihat kepergian temannya itu tanpa pamit
"Yaudah kita balik kelas aja yu,gerah banget pengen cepet-cepet ganti baju," semuanya mengangguk dengan usulan mawar
Selesai berganti pakaian kini mereka sedang mengibaskan buku pelajaran ke arah muka nya masih-masing karena kepanasan akibat olahraga tadi
"Lemes banget gue " mawar berujar
Sedangkan fira sendiri anteng menutup mata nya dengan kedua tangan yang di lipat sebagai bantalan
Teman sekelas yang lain nya malah ada yang ngobrol biasa , ada yang sedang karokean di depan papan tulis, ada yang salto, ah pokonya berisik tak tertolong kalo di ceritakan.
Yang tadinya berisik kini hening karena kedatangan ketua kelas yang bernama Alif.
"Semua guru sedang rapat, jadi kita hari ini kita free dan pulang lebih awal, dan untuk arahan pulang mungkin nunggu bel berbunyi," jelasnya
Mereka pun mulai heboh dengan kabar membahagiakan ini. Siapa yang tak bahagia mendengar free class, sedangkan hal tersebut adalah anugrah bagi si pemalas belajar tentunya.
"Kantin ga nih kita"tanya mawar kepada teman-teman nya
"Ayo deh laper gue,"ujar fika
"Gue ga ikut ngantuk,"sahut fira tanpa merubah posisi tidur nya
"Ga laper emang dek,"tanya sang kakak
"Udah sana kantin aja, gue belum laper ko," jawab nya meyakin kan teman-teman nya
"Kalo perlu apa-apa hubungi gue aja," ujar qiya sambil menepuk pundak adik nya, setelah mengucapkan itu kini mereka pergi ke kantin, sedangkan fira tidur sendiri di dalam kelas
Terdengar suara decitan pintu, tapi tidak membuat nya merubah posisi nyaman nya itu, dan fira juga yakin kini orang itu ada di hadapan nya ,karena jelas suara seseorang duduk.
Merasa ada tangan yang mengelus puncak kepalanya dengan lembut, mau tak mau fira pun mendongkok.
"Nih makan, tadi gue beli mie ayam sama es jeruk," ujar tiko
"Kenapa pake acara di bawain makanan segala sih ko, gue ngerasa makin ga enak sama lo,"gerutu nya
"Tapi makasi deh, gue makan ya," mie ayam yang tadi nya penuh kini tinggal setengah nya
"Laper banget keliatan nya"tiko terkekeh
Sedangkan fira hanya menyengir kuda
"Besok hari terakhir kita sekolah kan? Karena sabtu minggu nya kita tour. Lo udah ada persiapan belum fir,"
"Ga ada yang harus gue siapin ko,gausah di bikin ribet toh cuma tour doang" sahut nya
"Lo emang beda sama cewe-cewe lain, makannya gue ga salah pilih jatuh cinta sama lo," ucap nya tanpa sadar
Mendengar ucapan tiko barusan membuat nya meyakin kan diri bahwa iya tidak salah dengar
"Apa ko apa," pura-pura tidak mendengar," lo ngomong apa," saking syok nya ia tak menyangka ," lo jatuh cinta sama gue? Sama gue ko?" Tanya nya dengan tegas secara bertubi tubi
"Berisik banget suara lo fir, sakit nih kuping gue denger suara lo ,"mereka keheranan kenapa semua cewe suara nya kaya toa
"Eh" tentu saja ia sangat malu saat ini," mmmm ko? Ini bentar-bentar gue ga salah denger kan sama apa yang tadi lo omongin, lo suka sama gue," tanya nya
" Ucapan gue barusan ga bohong fir, gue serius suka sama lo. Mungkin ini terlalu cepet buat gue ungapin perasaan ini yang udah lama terpendam,"jedanya," tapi ya mau bagaimana lagi kan , soal perasaan ga bisa di bohongin,"tutur nya dengan jelas, karena benar saja semakin di pendam semakin tumbuh rasa itu di tubuh nya.
Kata demi kata ia resapi setiap ucapan yang di lontarkan tiko untuk nya. Ia sendiri juga bingung ntah harus menjawab apa, karena dirinya tidak merasakan apapun ketika berdekatan dengan tiko.
"Jangan terlalu di fikirin, gue tau ini terlalu cepet buat lo, "ucap nya menenangkan berbagai macam kemungkinan yang ada di isi kepala fira. Tangan nya pun tak tinggal diam, ia seraya mengusap puncak kepala fira dengan sayang.
"Maaf,"cicitnya karena tak berani menjawab apapun untuk saat ini
"Yaelah gapapa fir, lagian gue sekarang merasa seneng karena perasaan yang selama ini gue pendem udah ter ungkapin, ," jelas nya sambil tersenyum
"Tapi gue penasaran, dari kapan lo suka sama gue,"tanya nya
"Mmmmmmm,"berfikir sejenak," udah cukup lama dan kaya nya semenjak kita mos di hari terakhir deh," ucap nya dengan jujur.
Ia melotot dengan ucapan yang tiko lontarkan pada nya.
Sedangkan di sisi lain di area kantin daren celingukan mencari keberadaan tiko teman nya.
"Si tiko kemana? Tumben ga keliatan batang idung nya? " Bertanya pada teman-teman nya
"Biasa lagi pdkt di kelas nya" sahut mahendra dengan terkekeh
Yang lainnya hanya mengangguk setuju, sedangkan daren melotot mendengar penuturan mahendra Kemudian dia bangkin dari duduk nya dan menuju kelas 11 Ipa 2 , ia sangat cemburu mendengar teman nya itu berdekatan dengaan fira.
"Woy daren mau kemana loo," teriak mahendra yang melihat kepergian daren
Daren tak menghiraukan teriakan-teriakan teman nya.
"Qi, cowo lo kenapa anjir aneh banget,"ucap fika seraya berbisik
"Mungkin ke toilet kali, udah ah gausah di bahas nanti juga balik lagi," jawab qiya
"Gue merasa paling ganteng ya," ucap mahendra dengan pd nya
Mawar pun tak segan-segan menoyor kepala mahendra tanpa perasaan," pd lu ketinggian dra,"
Sang empu yang di toyor pun merasa nyeri karena menggunakan tenaga nya dengan kuat.
Dua sejoli yang dari tadi berduaan di dalam kelas, tak menyadari kedatangan daren yang bersandar di pintu kelas
Ekhemmm
Terdengar suara deheman, mereka akhir nya menoleh ke sumber suara. Dan ternyata mereka melihat sosok daren di sana
Tiko hanya mengangkat sebelah alis nya seraya bertanya 'apa'
Daren pun ikut gabung di antara mereka berdua, tak lupa menempelkan punggung tangan nya ke kening fira.
Sang empu yang merasakan kening nya di sentuh itu pun keheranan dan setelah nya menepis tangan itu dengan kasar.
"Tumben ko lo bisa seperhatian ini sama cewe? Lo suka ya sama si fira?"alibi nya
"Kepo," cibir nya
"Yakan gue mau tau aja sekarang sejauh mana hubungan kalian," seraya melirik kedua nya secara bergiliran, karena penasaran ingin tau jawaban dari mereka berdua.
"Kalo kita pacaran emang nya kenapa ?" Yang sedari tadi diam saja kini fira ikut menyahut .
Kedua lelaki itu kaget dengan jawaban yang di lontarkan fira
"Lo becanda kan fir?"daren seraya meyakin kan
"Kita emang pacaran ya kan sayang," mata fira melirik tiko dan tangannya tak tinggal diam sembari memegang tangan nya dengan lembut.
Dia pun ikut membalas menyentuh punggung tangan fira
Merasa panas, isi kepala serasa ingin meledak melihat adegan yang tak harus ia lihat sekarang ini. Sebisa mungkin ia harus terlihat biasa-biasa aja, dia tidak boleh gegabah karena takut teman nya itu curiga.
"Lagian kenapa si lo ren, sekepo itu pengen tau hubungan gue sama fira," karena pasal nya ,tidak biasa nya daren bersikap berlebihan seperti itu.
"Gue kan sahabat lo yang baik, jadi.. gue pengen jadi sahabat lo yang pertaman mendengar kabar bahagia kalian berdua," alibi nya
"Pergi aja sana, ganggu aja orang pacaran,"cibir fira
Merasa diri nya di usir itu pun mau tak mau ia pun mengalah dan pergi ke ruang kelas nya.
Melihat kepergian daren, kini tangan yang tadinya di genggam pun ia tarik kembali.
Ada yang janggal dari sikap daren dengan fira, tapi ntah apa ia tak bisa menyimpul kan apa pun
"Ada hubungan apa lo sama daren," tanya tiko
"Kenapa nanya begitu?"jawab nya
"Gue ngerasa kalian nyembunyiin sesuatu yang gue ga tau, bahkan mungkin temen-temen lo juga ga tau?" Ujar nya
"Apaansi ko, perasaan lo aja kali, orang gue sama si ketos itu ga ada apa- apa" beralibi supaya tiko percaya
"Iya kali perasaan gue aja," menggaruk tengkuk nya yang tak gatal," tadi lo ngomong kita pacaran kan ,mmmm jadi?"lanjut nya
"Gue ga ada maksud itu apa namanya mmmmm," bingung mejelaskan nya karena takut di kira tukang php
"Iya iya gue ngerti sans aja," sambil tersenyum."besok kita tour, lo ikut kan?"lanjut nya
"Tadi nya si ogah, cuma ya si qiya maksa gue buat ikut. Jadi ya terpaksa deh,"ujar nya dengan lesu.