
Setiap sepulang sekolah, dengan setia Bara dan Tiko selalu berkunjung ke rumah sakit untuk menjenguk Berlyn yang kondisi nya masih tetap sama belum ada perubahan, setelah masa kritis nya... Berlyn belum juga sadar, ia masih setia terpejam
"Bara," panggil mamah Berlyn," tadi pagi.. Berlyn terus saja memanggil nama Fira," ujar nya memberi tahu," tante minta tolong boleh? bawa Fira kesini, kali aja Berlyn akan sadar kalo dengan kedatangan Fira," jelas nya
"Bara akan bawa Fira ke sini tan, ko gue pergi dulu ya bentar," pamit nya
"makasi ya Bara, kamu memang sahabat yang baik," mamah Berlyn terharu dengan persahabatan mereka yang terjaga
"iya Bar gapapa hati-hati, biar gue yang jagain di sini," ucap nya seraya meyakin kan
"thanks ya Ko, kalo gitu Bara pamit om,tan, Ko,"
~~
"Firaaaaaaaaaa," teriak Bara menggema kala memasuki rumah," Firaaaaaa," teriak nya lagi
"ada apa Bar?" tanya Qiya yang sedang di dapur, mendapati Bara berteriak memanggil adik nya
"Fira mana?"
"ada apa si?"
"Fira mana Qiyaaaaaa," teriaknya frustasi, tanpa memperdulikan Qiya, ia langsung mencari keberadaan Fira
"Fira ga ada," celetuk Qiya
Bara menoleh ke arah Qiya," ga ada? ga ada kemana?"
"tadi izin keluar, udah hampir sejam sih,"
"kita kerumah sakit Qi,"
"hah? rumah sakit? siapa yang sakit?" Qiya di buat khawatir kala Bara mengajak nya ke rumah sakit
"nanti lo tau sendiri, sekarang.. kita cari Fira dulu,"
"mmmm oke," pikiran Qiya yang masih di landa kebingungan
"telepon Fira Qi,"titah Bara
dengan sigap Qiya terus menerus menelpon Fira, akhir nya sambungan telepon nya di angkat
"*hallo Qi, ada apa? " tanya Fira di sebrang sana
"ke rumah sakit Melati Indah Fir! sekrang!!" Bukan Qiya yang menjawab tapi Bara
"Siapa yang sakit Bar?"
"pokonya ke rumah sakit sekarang! gue sama Qiya nunggu di sana oke, jangan lama," tandas nya
tut*
Disisi lain Fira sedang jalan berdua dengan Daren," Siapa yang sakit Fir?" tanya Daren
"aku gatau Ren, aku nyusul mereka ya?"
"aku ikut,"
"jangan! ada Qiya, aku takut dia curiga,"
"aku pesen taxi aja Ren,"
"aku pesenin dulu,"
~~
Sesampai nya Fira di parkiran rumah sakit, ia mendapati Bara dan Qiya yang seperti nya menunggu dirinya," Bar, Qi," siapa yang sakit?"
Tangan Fira di tarik dengan cepat agar segera masuk ke rumah sakit dan begitu pun dengan Qiya yang mengikuti langkah terburu-buru
"om, tante... Tiko, kenapa kalian ada di sini?"tanya Fira terheran-heran
Tiko mengarahkan pandangan nya ke dalam ruang ICU, Fira pun mengikuti arah pandang yang Tiko berikan. Mata nya melotot, mulut nya di tutup oleh sebelah tangan karena refleks kala matanya melihat seorang remaja lelaki yang terbaring di dalam nya," itu...,"
"Berlyn," Bara memberi tau siapa orang yang di dalam itu
"Berlyn," lirih nya
"sebenar nya ada apa ini? kenapa Berlyn bisa di bawa ke ICU?" tanya Qiya
tak ada yang berani menjawab, mereka bungkam tidak bisa berkata-kata
"Fir," panggil mamah Berlyn sambil mendekat dan mengelus tangan Fira," tadi pagi Berlyn manggil nama kamu terus sayang," ujar nya memberi tau dengan suara yang tercekat," tante boleh minta tolong?" Fira mengangguk mengiyakan," temuin Berlyn ke dalam ya?"pinta nya
"Berlyn manggil nama Fira tante?" tanya nya dengan suara bergetar," kalo gitu... Fira izin masuk nemuin Berlyn ya?"
Di dalam ruang ICU terdapat remaja lelaki yang sedang berjuang dari penyakit nya," Ber," panggil nya dengan lirihan," kata mamah lo... tadi lo manggil nama gue ya?" suara nya tercekat, gigi nya mengigit bibir bawah milik nya untuk menahan rasa sesak," ini gue udah ada disini buat lo," tangan nya meraih tangan Berlyn dengan pelan," bangun... jangan lama-lama tiduran nya," isak tangis keluar dari mulut Fira," ayo bangun Ber, kita main lagi... jangan diem terus,"
Fira melihat dari sisi mata Berlyn mengeluarkan air mata, dengan sigap Fira menghapus jejak air mata yang Berlyn keluarkan," lo nangis Ber? berarti lo denger gue kan? makan nya ayo bangun.. gue yakin lo pasti bisa Ber," ujar nya memberi keyakinan," kenapa juga lo ga pernah bilang soal penyakit lo ini? gue merasa jadi sahabat yang ga berguna banget buat lo,"
"gue janji deh, kalo lo bangun.. kita main sepuas nya dan gue akan ikut kemana pun yang lo mau, jadi cepet bangun ya?kasian yang lain juga khawatir sama lo, apalagi orang tua lo Ber...,"
waktu jenguk nya sudah habis, dengan terpaksa Fira segera bangkit untuk keluar ruangan, namun netra mata nya menatap jari milik Berlyn bergerak, setelah nya mata itu.... terbuka perlahan," dokteeeeeerrrrrr," teriak Fira," dokteeeeerrrr ," teriak nya lagi
"Fira..," suara yang masih terdengar lemah," haus,"
"haus?" Fira mengambil segelas air yang sudah di siap kan," ini minum dulu,"
"tolong keluar sebentar, saya kan periksa pasien,"
Di luar ruangan Fira mendapati pertanyaan-pertanyaan," Berlyn gapapa kan Fir?" mamah Berlyn bertanya
Papah Berlyn tidak terdengar mengeluarkan suara sedari tadi ia datang, lelaki paruh baya itu hanya bungkam
"gimana Berlyn Fir?" pertanyaan itu keluar dari mulut ketiga remaja dengan bersamaan
"Berlyn udah sadar , dan sekarang lagi di periksa dokter," jelas nya
ceklek
"Berlyn sudah siuman, kondisi nya masih lemah, jadi.. jangan dulu ada yang mengganggu pikiran nya. Saya akan pindahkan Berlyn ke ruang inap, jadi jika ingin menjenguk nanti saja setelah di pindah kan,"
"baik dok,"
" makasi sayang udah mau bertahan," tak henti-henti nya mamah Berlyn merapalkan rasa syukur