
Pagi hari yang cerah membuat remaja lelaki yang bernama bara itu enggan untuk bangun, sebab.. badan nya terasa remuk sekali akibat kemarin, terlebih lagi mereka pulang malam sekitar pukul 9.
"Bara?" Panggil sang mamih dengan lembut yang disertai dengan usapan di kepalanya," bangun sayang.. sepupu kamu udah mau pulang, emang gamau pamitan dulu sama mereka?"
Bara langsung melotot," apa?! Mereka pulang sekarang? Masih pagi juga," gerutu nya,kemudian langsung bergegas turun ke bawah untuk menemui sepupu nya itu.
Setelah menemukan seseorang yang di cari," heh.. kenapa ga sore aja si balik nya? Sore ya qi? Fir? Masih kangen nih gue," ucap dengan memohon sambil melirik ke arah keduanya
"Dikira jarak Jerman- Indonesia deket kali ya?" Cibir fira
"Kalo kita berangkat nya sore.. ntar nyampe kesana nya malem banget bar, kasian yang jemput kita nya kalo malem-malem" sahut nya memberi pengertian
Huufftt
"Berangkat sekarang?" Bara pun mengalah, karena tidak bisa berbuat apa-apa
Kedua nya hanya mengangguk meng iyakan
"Tunggu gue ganti baju dulu, sekalian ikut anter kalian ke bandara," ujar nya sambil berlari menaiki tangga
"Jangan ganti baju doang wooii .. mandi sekalian," teriak fira
Bara yang mendengar itu pun merasa tidak peduli, masa bodo ga mandi juga tetep cakep fikir nya
Memang pd itu harus tapi .. terlalu pd juga tidak bagus xixi
Sembari menunggu kedatangan bara, qiya melakukan vc dengan seseorang di sebrang sana
" Aaaaaaaa qiyaaa ... Lo jadi balik kan hari ini?"tanya mawar dengan antusias
"Jadi war.. ini baru mau berangkat," jawab nya dengan tersenyum
"Okee.. gue bakal kabarin yang lain ya nanti," ucap mawar," si fira mana qi? Ga keliatan?"
Mendengar namanya di panggil.. fira memperlihat kan wajah nya ke layar handphone dengan sekilas
"Ngartis lo fir," cibir mawar"eh iya qi.. kalian nyampe nya pasti sore kan? Mmmm gimana kalo malem nya gue sama yang lain dateng ke rumah lo?" Lanjut mawar seraya meminta persetujuan dari tuan rumah
"Boleh, dateng aja," qiya menyetujui saran mawar," war? Udah dulu ya kita mau berangkat sekarang,"
"Okeee.. hati-hati ya kalian,"
Tut
Qiya memutuskan panggilan karena sudah melihat keberadaan bara yang sedang menuruni tangga bersama tante mira.
"Qiya, fira, maaf ya tante ga bisa ikut anter kalian ke bandara," ucap nya dengan tidak enak
"Gapapa tan, lagian tante juga pasti sibuk kan? Kalo gitu qiya sama fira pamit dulu ya? " Ujar qiya dengan penuh pengertian
"Kapan-kapan main ke sini lagi ya?"
"Pasti itu mah,"
"Mah? Aku anter mereka dulu ya," izin bara kepada sang mamih
"Iya sayang, hati-hati ," ucap mamih nya memberi izin
"Daaaahhh tante," ujar fira
Ketiga nya sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan nya, mobil yang di kendarai bara melesat pergi dengan kecepatan sedang.
Di dalam mobil, bara tak henti-henti nya meminta supaya mereka pindah ke Jerman dan menetap di sana.
"Gue ga mungkin ninggalin mamah sama papah di sana," ujar qiya
"Lagian nyokap sama bokap lo sibuk kerja kali qi.. mereka pasti jarang ada di rumah karena urusan mereka,"
"Tetep aja, tempat pulang mereka itu di Indonesia bar," merasa sudah pusing qiya meladeni sepupu satu-satu nya itu
Tidak ada pembicaraan lagi, saat ini di dalam mobil dalam keadaan hening, bahkan suara musik saja tidak ada.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam lama nya, kini ketiga nya sudah sampai di bandara yang di tuju.
Sebelum si kembar akan menuju pesawat yang akan di tumpangi, fira terlebih dulu memeluk bara ," bar," panggil nya," gue balik ya?" Ucap nya yang masih memeluk bara dari samping," kapan-kapan kalo ada libur panjang lagi.. gue bakal main lagi ke sini,"
"Janji ya fir?" Tanya bara sambil mengangkat jari kelingking nya, yang kemudian di taukan dengan jari kelingking milik fira
"Gue ga di ajak," ujar nya dengan nada cemburu, setelah itu qiya pun ikut memeluk bara dari samping sambil menautkan jari kelingking nya
"Pesawat kalian udah mau terbang, mending masuk sana.. ntar ketinggalan lagi," kekeh nya," kabarin kalo udah sampe Indo,"
"Siaaappp ganteeeenggg," ujar qiya sambil mencubit pipi bara dengan gemas
Bara yang di perlakukan seperti itu pun mengerucutkan bibir nya
"Kenapa tuh bibir? Minta di cium?" Tanya qiya
"Mauuuuuu," rengek nya
"Najis bar kelakuan lo," sahut fira dengan tertawa
Tanpa permisi bara lah yang mencium pipi fira dan juga qiya
Tentu saja membuat fira kaget mendapat perlakukan mendadak dari bara
Fira pun memukul dada bara dengan pelan," ga sopan banget si .. bukan nya permisi dulu, ini malah main nyosor aja," dengan mata nya yang mendelik
Sedangkan bara? Hanya terkekeh saja
"Yaudah, kita ke pesawat ya bar?" Pamit qiya," bye," lanjut nya sambil melambaikan tangan nya, yang kemudian di ikuti bara dengan lambaian tangan sebagai salam perpisahan
"Lo hati-hati pulang nya bar, jangan ngebut," teriak fira yang semakin jauh dari pandangan nya
Setelah mereka menghilang dari pandangan nya, bara pun melenggang pergi dari bandara untuk segera pulang.