
Hari demi hari, bulan demi bulan telan berlalu. Status sebagai murid kelas 11 kini sudah terlewati dengan bermacam-macam lika-liku , akhir nya Fira dkk maupun Daren dkk sekarang menyandang status senior yaitu kelas 12
Banyak yang berbondong-bondong menuju ke arah mading seraya melihat nilai, dan ruang kelas yang akan mereka tempati
"yes! akhir nya kita sekelas lagiiii," Fika yang berbahagia karena masih sekelas dengan teman-teman nya
"seneng banget gue ," dengan nada yang pura-pura sedih sambil mengusap sisi mata nya seperti orang yang sedang menghapus air mata
"minggir dong minggiiiiiirrr, Mahendra yang tampan sejagat raya mau liat mading,"
"bar-bar banget jadi laki," Mawar dengan tatapan sinis nya
tidak peduli dengan ocehan cewe sinting itu, ia hanya fokus dengan tujuan nya," woooaaahhh bravo bravo bestfreand.. kita tetep sekelas, beruntung banget gueeeee,"
"lo beruntung, gue mah engga," cibir Tiko
"pedes banget ko omongan lo, sakit hati dede,"
"jijik dra," sahut Daren
"nyari siapa Qi?" tanya Mahendra
"hm? itu... gue ga liat Berlyn, kemana ya? "
"telat kali itu anak," sahut Fika
"iya mungkin,"
Sedari tadi perasaan Bara sangat gelisah, sepertinya ia harus rajin-rajin menemani Berlyn, supaya dia lebih bersemangat kalo ada temen
"mikirin apa Bar?" tanya Qiya
"e-engga mikirin apa-apa Qi," elak nya
Begitu pun dengan Daren dan Qiya, mereka sudah melepas masa jabatan nya sebagai ketua osis dan wakil osis, kini mereka hanya di fokus kan di masa-masa akhir sekolah nya
"ga kerasa banget ya? kita udah memasuki akhir-akhir sekolah aja," ujar Daren
"bener Ren, gue aja sampe ga nyangka," imbuh Mahendra
"ini Berlyn kemana si? masa iya ga masuk di hari pertama kenaikan kelas?" Qiya melirik ke arah teman-teman nya
"kenapa nyariin gue?" tanya Berlyn yang berada di belakang mereka
"lah baru sampe Ber?" tanya Daren
"sampe keringetan gitu muka lo, sambil maraton kesini nya?" celetuk Fika
"lo gapapa Ber? keringet lo banyak banget," Fira ikut bertanya
"orang baru dateng malah di tanya-tanya," cibir Bara
"apa yang salah dengan bertanya?" bukan nya menjawab, Mawar malah balik bertanya
"Ber, ikut gue bentar," Bara membawa Berlyn ke UKS tanpa sepengetahuan teman-teman nya
"lah maen pergi aja itu bocah," ujar Mahendra
semua nya mengangguk mengiyakan tanpa terkecuali
~~
Di dalam ruang UKS hanya terdapat Bara dan Berlyn saja, karena petugas yang jaga sudah Bara suruh keluar, sebab tidak ingin di ganggu, ralat supaya tidak ada yang mengetahui kondisi Berlyn saat ini
"kalo ga kuat kenapa masuk sekolah?" Bara bertanya, ia jadi gereget sendiri melihat teman nya so kuat padahal lemah," diem aja di rumah, kalo pun temen-temen pada nanyain lo... biar gue yang urus!"
"gue cuma gamau kehilangan moment sedikit pun di sisa-sisa hidup gue ini Bar,"
"gausah ngomong seakan-akan lo bakal mati!!" desis nya," gue yakin lo pasti sembuh,"
"ga berharap terlalu banyak, gue berusaha menerima kenyataan yang pahit ini,"
"siang nanti jadwal lo kemo kan? gue temenin ya,"
"gunanya kemo buat apa Bar?" Berlyn menoleh ke arah Bara yang kini tengah menatap nya," gue ga ngerasa ada perubahan sama sekali, yang ada... tambah sakit,"
"pokonya nanti siang gue yang bakal anter lo ke rumah sakit titik," nada nya yang sedikit memaksa
"cape Bar," lirih nya
"ini demi kesembuhan lo juga Ber, tahan sakit nya.. gue yakin ini ga akan lama" pinta nya dengan memohon
"makasi Bar, udah jadi sahabat gue yang paling terbaik ," ujar nya dengan sungguh-sungguh
"udah jadi tugas gue untuk saling melengkapi satu sama lain,"jawab nya," lo butuh sesuatu?"
"engga, tapi.. gue boleh tanya sesuatu?"
"tanya aja,"
"ini soal Fira,"
"kenapa sama itu anak?"
"dia sama Daren ... pacaran?"
Dari mana Berlyn tau masalah hubungan Fira? apa mungkin Fira sendiri yang memberi tau nya?," tau dari mana Ber?" tanya nya dengan hati-hati
"pas di Bandung, pertama kali gue ketemu Fira dan... cowo nya dateng. Tapi, kabar yang mengejutkan nya lagi.. si Daren tunangan sama Qiya? ini maksud nya gimana? gue ga ngerti sama hubungan mereka bertiga,"
"gue sendiri juga bingung jelasin ke lo harus kaya gimana, inti nya setau gue Qiya sama si Daren di jodohin, sedangkan si Daren udah punya pacar yaitu Fira.. mereka pacaran udah hampir 2 tahun tanpa nge publish hubungan mereka, dan bisa di bilang.. mereka backstreet,"jelas nya," tapi sekarang pertunangan antara kedua nya udah selesai, karena pihak orang tua Daren yang minta, gue juga kurang tau alasan nya apa," lanjut nya lagi
"saat itu... pasti Fira sedih banget liat pacar nya di jodohin sama kakak nya sendiri,"
"sedih sama kecewa itu pasti, yang gue suka sama Fira.. dia cewe kuat, dia selalu terlihat baik-baik aja, padahal yang sebenar nya... engga sama sekali, dalam hati kecil nya dia selalu merapal kan kata maaf untuk kakak nya,"
"lo tau? dari banyak nya orang yang mencintai Fira... gue juga termasuk dari kumpulan orang itu,"
"maksud nya?"
"ya, gue suka sama Fira, bukan suka antara sahabat, tapi.. suka sebagai cowo ke cewe," ucap Berlyn mengeluarkan isi hati nya, karena ia yakin cuma Bara lah tempat nya bercerita," sayang nya.. dia udah punya cowo, padahal gue selalu berharap kalo Fira bakal jadi cewe Bar," senyum nya terbit ketika membayangkan betapa bahagia nya dirinya jika di sandingkan dengan Fira nanti
"Apa yang harus gue lakuin buat lo sekarang Ber? dengan adanya Fira di samping lo... apa itu akan berpengaruh sama kesehatan lo? kalo memang benar ... gue akan lakuin itu demi lo," ujar Bara dalam hati