
"Firaaaaaa, ayo berangkat sekarang," teriak Qiya yang hendak akan turun ke bawah untuk menemui Bara yang sudah menunggu nya.
"Iyaaa bentaaaar," sahut Fira yang juga berteriak di dalam kamar yang pintu nya terbuka sedikit, sebab jika pintu nya tidak terbuka ... suara sekencang apapun tidak ada gunanya, karena kamar Fira kedap suara.
"Gue tunggu di bawah sama Bara," balas nya yang masih dengan teriakan
Tanpa berniat untuk menjawab Fira segera mengambil tas selempang untuk dirinya bawa, hanya untuk sekedar menyimpan handphone saja tidak lebih.
Sesegera mungkin Fira keluar kamar dan menemui Qiya dan Bara yang sudah menunggu nya.
"Fira nya mana Qi?" tanya Bara yang sedang duduk anteng sambil memainkan handphone nya.
"Bentar lagi kata nya," jawab Qiya yang sambil mendekati Bara seraya duduk di samping nya.
Baru saja Qiya duduk .. Fira malah sudah datang saja," Ayok, berangkat sekarang," ujar Fira
Kedua nya mengangguk mengiyakan.
Karena kali ini berangkat bertiga .. alhasil Bara menggunakan mobil untuk keselamatan mereka.
Mobil yang di kendarai Bara pun melesat dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota Jakarta di malam hari.
Qiya dan Fira sibuk memainkan handphone nya masing-masing, sedangkan Bara fokus mengendarai mobil.
"Mawar chat gue, kata nya yang lain udah pada sampe, jadi mereka cuma nunggu kedatangan kita doang," ujar Qiya memberi tau.
"Bentar lagi juga kita sampe Qi," balas Bara di sela-sela sibuk nya menyetir.
15 menit sudah perjalanan yang mereka tempuh akhir nya sampai dengan tujuan dan tentu nya selamat.
Qiya dan Fira turun terlebih dahulu, sebab Bara ingin memarkirkan mobil nya agar tidak menghalangi jalan.
Ketika Bara sudah keluar dari mobil ..," Kenapa kalian ga duluan aja?"tanya Bara yang masih melihat kedua sepupu nya itu anteng berdiri.
"Kita kan nunggu lo Bar, masa kita ninggalin sepupu yang ganteng nya ga ketulungan kaya lo ini?"balas Qiya
"Masuk nya barengan Bar," sahut Fira
Bara mengangguk paham, setelah nya .. Bara memencet bel rumah Tiko sebanyak dua kali, dan tidak lama .. pintu itu terbuka dan menampakan sosok perempuan paruh baya yang Bara pikir adalah seorang art.
"Temen nya den Tiko?" tanya seorang art
"Iya bi, Tiko nya ada?" balas Qiya yang sekalian bertanya
"Ada di dalam sama temen-temen yang lain nya juga," balas nya," Ayo masuk den, non," lanjut nya yang mempersilahkan masuk
"Makasih bi," jawab nya serentak
Setelah ketiga nya masuk .. mereka melihat semua teman nya sedang asik menonton televisi dan memakan berbagai cemilan yang di sediakan oleh tuan rumah yaitu Tiko.
"Hai guys," sapa Qiya yang sambil memeluk teman sesama cewe, begitu pun dengan Fira yang melakukan hal sama seperti yang Qiya lakukan.
"Hai Qi, Fir," balas Mawar dengan sapaan
Sedangkan Bara menggunakan sapaan nya dengan ber tos ria ala cowo.
"Sorry kita dateng nya telat," ujar Fira yang tidak enak pada teman-teman nya
"Gapapa Fir, kita juga belum lama sampe nya," balas Mahendra
"Jadi kita kapan mulai nya nih? Sekarang .. atau nanti?" ujar Daren pada semua teman nya
"Menurut gue mending sekarang aja deh, lagian bakar-bakar juga butuh waktu lama, belum lagi bikin bumbu nya, yang ada malah kemaleman dan ntar kalian keburu ngantuk,"balas Tiko memberi saran selaku tuan rumah.
Yang di katakan Tiko ada benar nya juga," Gue setuju sama saran lo Ko," sahut Fika
"Kita bagi-bagi tugas, buat yang cewe-cewe .. bikin bumbu, dan buat kita yang cowo tugas nya bakar-bakar," sahut Bara membagikan tugas
Semua mengangguk setuju tanpa terkecuali.
"Di taman belakang aja, kita barbeque an nya di taman belakang gue, biar kalian agak leluasa, ayok," ajak Tiko
Mereka semua mengikuti langkah kaki Tiko untuk mengajak nya ke taman belakang.
"Keren juga Ko taman lo," puji Daren yang melihat seisi taman milik Tiko yang sangat asri dan di penuhi dengan bunga-bunga.
"Nyokap gue yang rawat, soalnya dia suka banget sama tumbuhan," ujar Tiko memberi tau
Alat perlengkapan yang akan di gunakan untuk barbeque an pun sudah Tiko persiap kan sedari sore, dan itu pun di bantu oleh art nya.
Karena sudah di bagi tugas .. mereka pun melakukan tugas nya masing-masing.
"Cobain, udah enak belum?" titah Qiya pada Fika untuk mencoba bumbu buatan nya
"Mmm enak Qi, ini kaya udah deh," balas Fika
"Kita bawa aja ke sana," ujar Mawar menunjuk ke arah para cowo
"Sini gue bantu," Fira membantu membawakan sebagian alat yang akan di gunakan untuk acara makan barbeque nya.
Ke empat cewe itu pun mulai mendekati para cowo-cowo
"Bumbu nya udah jadi?" tanya Mahendra melihat para cewe yang sudah menghampiri.
Mahendra pun menurut dan mulai mencoba rasa bumbu buatan para cewe," Good, ini enak banget," puji nya
"Gue mau ketoilet dulu ya? Kebelet nih," izin Fira pada teman-teman nya," Ko, toilet nya sebelah mana? Bingung gue rumah lo gede banget,"
"Gue anter, sekalian mau ke dapur juga ambil minuman," balas Tiko
Kedua nya pun hilang dari pandangan teman-teman nya.
"Itu Toilet nya Fir," tunjuk Tiko pada toilet di depan sana
Tanpa menjawab .. Fira langsung ngacir ke dalam bilik toilet.
Sedangkan Tiko mengambil minuman jus yang akan dirinya bawa untuk teman-teman nya.
"Udah?" tanya Tiko yang melihat Fira sudah ada di belakang nya
"Udah Ko, sini gue bantu sebagian biar lo ga berat bawa nya," ucap Fira menawarkan diri
Ketika Fira hendak melangkah mendekati Tiko, tiba-tiba saja dirinya terpeleset dan justru malah memeluk Tiko.
Kedua nya saling pandang cukup lama," Eh Ko sorry, kepeleset gue," ucap Fira tak enak hati karena sudah berani memeluk Tiko, ya meskipun tidak sengaja
"Gapapa Fir, tapi lo oke kan?" tanya Tiko memastikan
"Gue gapapa, makasih,"
Tiko bersandar di lemari piring dan memandangi Fira yang sibuk menata gelas di atas nampan.
"Fir," ucap Tiko dengan pelan, namun Fira masih dapat mendengar dengan jelas
"Kenapa Ko?"
"Gue ga tetang kalo belum omongin ini sama lo,"
Fira bingung dengan arah pembicaraan Tiko.
"Sebelum kita bener-bener pisah untuk melanjutkan pendidikan ke luar negri .. gue mau jujur soal perasaan gue sama lo,"
Deg
Perasaan Fira tak karuan kala ucapan Tiko sudah mengarah kesana.
"Dari lama... banget gue udah naruh hati sama lo, cuma gue pengen cari waktu yang pas buat ungkapin nya, dan sayang nya ... Mahendra juga sama suka sama lo,"
"Gue sempet mau nyerah karena ga enak sama Mahendra, tapi dia dengan suka rela nya dukung gue untuk terus maju dapetin hati lo,"
"Tanpa di duga .. ternyata lo udah punya pacar, dan sial nya .. pacar lo itu si Daren, sahabat gue."
"Ga ada niat buat gue untuk merusak hubungan kalian, gue berusaha untuk ikhlasin lo Fir,"
"Mahendra?" tanya Fira memastikan
Tiko mengangguk pelan,"Iya, Mahendra suka sama lo, katanya udah dari lama juga,"
Fira tidak menyangka dengan ucapan Tiko yang mengatakan bahwa Mahendra menyukai nya, cowo itu terlihat biasa saja tanpa menunjukkan gelagat aneh, namun ternyata.. diam-diam menyimpan rasa.
Jika soal perasaan Tiko .. Fira sudah bisa menebak jika cowo itu memang menyukai nya, karena sudah terlihat jelas dari sikap Tiko yang berusaha mendekati nya.
"Maaf Ko," cicit Fira yang tidak mungkin membalas perasaan Tiko
Tiko terkekeh pelan," Gapapa kali Fir, gue cuma mau ungkapin perasaan gue aja, soalnya gue ga tenang banget kalo masih di simpen sendirian,"
"Gue seneng bisa di sukai sama cowo sebaik dan sepintar lo Ko,"ujar Fira," Lo pantes dapetin yang lebih baik dari gue,"
"Ga ada yang lebih baik Fir, yang ada .. cukup dengan seadanya dan gue yang bakal sempurnakan cewe gue nantinya,"
Fira mengangguk pelan," Gue suka sama sikap lo yang dewasa ini Ko,"
"Yaudah, kita ke taman lagi, yang lain pasti nungguin kita,"
Sesampai nya di taman.. minuman yang di bawa Fira dan Tiko langsung di serbu dan mengambil nya satu per satu.
"Ayok guys, kita mulai makan-makan nya, gue udah laper nih," ujar Mahendra sambil mengelus perut nya
"Iya Dra, ayo kita makan," sahut Fira.
Fira menatap Mahendra sambil menggelengkan kepalanya pelan, ternyata .. cowo pecicilan di depan nya ini telan menyimpan perasaan pada nya, dan Fira baru itu sekarang dari mulut Tiko.
"Ayo sayang, kita makan," ajak Daren sambil merangkul Fira dengan sayang
"Ayo Qi," ajak Bara sambil memegang tangan Qiya dengan pelan
Mereka semua sudah duduk melingkar dan melahap makanan yang sudah mereka masak.
Diiringi dengan canda tawa .. acara barbeque malam ini suasana nya terasa sangat hangat sekali.
Terbuai oleh kebahagiaan malam ini .. mereka sampai lupa waktu jika jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Seakan tidak peduli dengan angin malam .. mereka justru melanjutkan acara nya dengan memainkan permainan game Truth or Dare.