
...Yang berat itu bukan rindu! tapi mengikhlaskan, dan berdamai dengan keadaan...
...Zafira Auliana Dananta...
________________________________________
Semua murid SMA Huba sudah siap berdiri di tengah lapangan, karena menunggu arahan dari pak kepsek untuk acara tour di selenggarakan dari pihak sekolah, siswa/i menggunakan pakaian bebas .
Akhir nya hasil dari vote semua murid mereka tour ke bali. Mereka yang tak sabar sudah segera sampai di tempat tujuan, sampai-sampai sudah memikirkan keindahan pemandangan di sana.
Ga sabar nih pengen cepet-cepet liat cewe pake bikini
Hahahahahahahhaaaa
Kali aja pas nyampe sana dapet jodoh, amin
Kalo gue sih mau banyakin foto-foto disana
Penampilan gue gimana?
Lo bawa cemilan banyak ga ?
Ini lama banget ya nunggu arahan udah ga sabar juga
Bedak gue ketebelan ga sih, aduuuuhh takut banget
Make up gue bisa-bisa luntur, mana gue dandan hampir 2jam lagi
Segitunya lo bangsul
Masih banyak lagi bisikan-bisikan semua murid karena saking semangat nya study tour kali ini.
"Jika semua sudah siap, kalian boleh masuk ke dalam bus masing-kelas ya, dan usahakan tetap tertib. Ingat! Jaga kesopanan," ucap nya sambil memperingati
Bus yang sudah berjejer rapih untuk mengantarkan semua murid ke bandara, kini semua muridtelah memasuki setiap bus yang telah di berikan logo masing-masing untuk membedakan antar kelar agar tidak tertukar dengan kelas lain.
"Pelan-pelan dong woy ah rusuh banget si naik bus doang juga, emang nya gabisa apa tertib dikit, lagian ga bakal di tinggal juga heran deh gue" gerutu mawar, karena hendak memasuki bus ia malah di senggol oleh teman-teman nya karena berebutan untuk masuk."sakit banget guys pundak gue," lanjutnya dengan gaya manja
Pundak nya yang sakit tadi kini malah di tambah lagi dengan pukulan fira yang di sengaja ," huaaaaaaa fiiraaa asyuuuu sakit woy," sedangkan fira tidak memperdulikan teman nya itu dan melengos naik bus.
Fira sebangku dengan fira, sedang kan fikaa dengan mawar. Si kembar tidak mau duduk dengan mereka karena terlalu berisik, alih-alih takut ketika di perjalanan anak itu membuat onar, jadi mending cari aman aja hehe
Pemandangan Ibu kota Jakarta terlihat jelas, bahkan sangat jelas. Untuk menempuh perjalanan dari sekolah menuju bandara tidaklah terlalu jauh, sekitar 20 menit juga sampai. Pihak sekolah memang sengaja melarang semua murid berangkat ke bandara masing-masing, karena supaya mereka memiliki kesan yang lain.
Setiba nya di Bandara soekarno Hatta, kini mereka sudah memasuki pesawat yang akan di tumpangi
"Qiyaaa huaaaa gue seneng banget bisa liburan ke baliiiiiii"teriak histeris pemilik mawar
Tidak bisakah sehari saja ia merasa tenang, karena suara mawar sangat lah mengganggu, apalagi di tambah dengan suara fika ah mereka sudah seperti petasan yang sedang ber adu, fikir fira
"Emang bokap sama nyokap lo ga pernah ngajak liburan ke bali war, lebay banget perasaan kaya orang susah. Padahal kan orang tua lo tajir melintir," qiya sendiri heran dengan tingkah mawar yang seolah-olah kaya orang susah, padahal asli nya memiliki cabang di mana-mana
"Ya sering liburan lah, maksud gue tuh liburan bareng sahabat-sahabat gue ini ih lo mah ga ngerti banget si," jelas nya
"Hmmmm yayayayyaya"
"Asli sih ini lebih seru di banding liburan bareng keluarga,"sahut fika dengan penuh semangat
"Pokonya kita harus mengabadikan banyak moment di sana, oke" ujar qiya
Tentu saja mereka setuju dengan ususlan yang qiya ajukan, karena ini moment langka
Sedangkan fira hanya menikmati perjalanannya sambil melirik ke arah luar jendela yang memperlihat kan bagai mana indah nya alam ketika di lihat dari atas, bahkan pepohonan yang menjulang tinggi pun hanya terlihat warna nya saja tanpa bentuk.
"Eh qi? Lo beneran kembar ga si sama fira? Gue akui kalo soal muka ya mirip, cuma yang gue heranin itu sikap nya anjrot 360° beda," cecar fika dengan heboh, karena selama pertama kali berteman dengan mereka, ia mengenali sikap mereka sangat jauh berbeda.
Seketika qiya menoleh ke arah adik nya yang ternyata tertidur dengan tenang.
"Ga semua orang kembar harus semuanya sama kan?" Ucap qiya membenarkan
"Ya ... Iya si bener, ah udahlah pusing gue,"
____________________________
Berbaring di kasur yang empuk adalah surganya kaum hawa, terlebih lagi saat ini, semua siswa sudah memasuki hotel dan kamar masing-masing.
"Aahhhh nyaman nya ," dengan mengguling - guling kan badan nya di kasur kempuk yang mawar tiduri. " Tapi sayang nya kita ga sekamar sama si kembar ya fik, ga seru banget,"berucap dengan lesu
"Bner banget war, mungkin karena kita udah deket banget, jadi kaya ada yang kurang aja ga si kalo ga liat mereka," ujar nya
Terduduk di tepi ranjang menghadap ke arah pantai yang terhalang oleh bening nya dinding kaca, tanpa mengurangi indahnya pantai di depan sana.
"Istirahat dulu dek, tidur sebelum nanti kita menjelajahi indah nya pantai bali,"ucap nya dengan penuh perhatian kepada fira
"Ini juga mau ka,"sahut nya sambil memberikan senyuman kepada kakak nya
"Gue duluan ya dek, hooaaaaammmm,"sudah jelas bahwa kakak nya memang sudah sangat mengantuk, buktinya saja sudah beberapa kali dia menguap.
"Kalo udah ngantuk ya tidur ka, udah sana,"ujar sang adik
"Hmmmm"balas nya sembari berjalan menuju tempat tidurnya. Setelah nya langsung menutup mata
Setelah melihat kakak nya tertidur, ia pun juga ikut membaringkan tubuh nya dan mulai menutup mata.
Tok tok tok
Tok tok tok
"Ck, itu si kembar manusia apa kebo si?"fikir nya heran," dari tadi kita gedorin pintu nya ga nyahut nyahut," gerutu mawar
"Wooooyyyy kembaaaaaarrrrr ,qiyaaaa fiiraaaa banguuuunnn," dengan sekuat tenaga, fika berteriak di depan pintu kamar milik si kembar berupaya untuk membangun kan mereka."Kebo banget si kalian ih, buruan bangun kita jalan- jalan mumpung masih soreeeeeee,"lanjutnya
Ceklek
Sang empu membuka pintu kamar nya dengan tangan yang masih mengucek-ngucek mata nya.
"Apaan si kalian berisik tau ga, kasian ganggu yang lain dengan suara cempreng kalian itu,"gerutu qiya,"ntar gue mandi dulu, lo tunggu aja di depan ntar nyusul," dengan dongkol nya qiya membanting pintu kamar hotel, tak peduli jika pintu itu akan rusak
"Astaghfirullah"
"Ampuuuunn,"
Ucap nya bersamaan ketika mendengar suara pintu yang di banting dengan keras
Mawar dan fika berjalan lebih dulu ke lobi hotel untuk menunggu kedatangan si kembar.
Sedangkan di sisi lain daren dkk tidur bersama sekamar bertiga, karena mereka tidak mau berpisah katanya.
"Itu temen nya si qiya kan?tunangan lo," daren pun menoleh ke sumber arah, dan memberikan deheman sebagai jawaban.
"Tapi kenapa mereka cumaa berdua?kemana si qia sama adek nya?"merasa ada yang kurang, mahendra bertubi -tubi bertanya kepada daren.
"Dari tadi kan lo nempel terus sama gue dra,"ujar daren," artinya gue ga tau kemana si fira sama kakak nya,"lanjutnya dengan terheran-heran
"Kali aja kan lo tukar kabar gitu sama calon bini ahay," goda mahendra
"Gue sama si qia emang tunangan dra, tapi bukan berati gue bakal nikah sama dia," jelas nya
"Hah maksud lo gimna si ren?jadi lo gamau nikah sama si qiya gitu? Sekelas qiya lo ga doyan? Serius? Ga salah lo ren ngomong begitu,"cecar mahendra," apa jangan-jangan...Lo udah punya seseorang? "Lanjut nya, pasalnya saat ini dia sangat penasaran dengan teman nya yang satu ini.
Yang sedari tadi diam saja, kini tiko pun menoleh ke arah daren dengan tatapan bertanya-tanya.
"Udah ah keburu sore nih, jadi ga kita jalan-jalan sambil nunggu sunset nya" ujar nya mengalihkan pembicaraan.
Mereka bertiga pun jalan beriringan dengan pesona yang luar biasa.
"Ngomong-ngomong kenapa kalian cuma berdua aja?"tanya mahendra ketika berada di samping fika
"Lagi mandi mereka," sahut mawar,"gue aja sampe lumutan nungguin nya,"gerutunya
"Heran deh gue war, kayanya mereka mandi kembang tujuh rupa deh dan parah nya ga ngajak kita-kita, ya ga si war?" Pertanyaan fika memang benar aneh
"Bisa jadi si, emang mereka tuh kampret bener dah kesel gue dari tadi nunggu sampe sekarang ga nonghol-nonghol," dengan penuh rasa sebal terhadap si kembar
"Ntar kita sate aja mereka biar kapok," sahut nya
Sedangkan ke tiga cowo itu hanya menggeleng- geleng kan kepalanya.
"Yaudah kita juga nunggu si kembar aja, biar sekalian rame-rame biar seru,"ujar daren berpendapat
"Lah iya bakal seru, orang lo ada doi nya,"mawar seraya memutar mata bola nya malas
Mereka hanya duduk di kursi lobi yang sudah di sediakan pihak hotel. Mahendra yang sibuk mengupil, tiko dengan daren bermain game online, sedangkan fika dan mawar hanya ngerumpi membahas privasi wanita.
Angin sepoi-sepoi yang menerpa setiap inci wajah mereka, menimbulkan beberapa helaian rambut nya berterbangan.
Orang yang sedari tadi di tunggu-tunggu, akhirnya menunjukan batang hidung nya juga.
"Hai, Sory kalian nunggu lama,"sapa qiya," seketika menoleh ke arah bising permainan game yang ada di sebelah nya,"ada cowo-cowo juga ternyata," lanjut nya
"Hai jug ... " Sapaan mahendra terhenti karena mawar memotong nya
"Lo tau ga si qiyaaaaa huaaaaa, gue sama si fika sampe lumutan nunggu kalian yang lama nya nauzubillah,"mawar sambil menggeleng-geleng kan kepalanya," kalo gue pergunain waktu nunggu lo buat pergi makan, minum, salto, berkebum, renang, naik roket ke bulan sambil jalan-jalan ke mars kaya nya cukup deh," sindir mawar dengan selebay-lebay nya.
"Gue aja sampe ngantuk lagi gara-gara nunggu lo berdua,"sahut fika dengan lesu
Daren dkk hanya menyaksikan perdebatan kaum hawa yang ada di depan nya tanpa berniat ikut campur
"Yaudah ih iya maafin gue ya,"ujar qiya memohon ,"karena gara-gara nunggu gue sama adek gue," lanjut nya
"Kalo ga niat nunggu kita, dan akhirnya kalian mempermasalah kan masalah ini .. kenapa ga pergi duluan aja? Gue sama qiya juga ga bakal nyasar karena kalian ga nungguin!,"sahut fira yang sedari tadi diam saja, karena teman nya sudah terlalu menyudutkan mau tak mau dia pun ikut menyahut. Sembari menggenggam tangan sang kakak untuk jalan lebih dulu
Qiya yang merasa tak enak akibat teman nya menunggu lama di tambah lagi dengan ucapan fira ah membuat nya semakin di landa kebingungan. Tangan qiya mengusap lembut pergelangan tangan fira, seketika fira menoleh ke arah kakak nya
"Gausah di ambil hati, lo tau sendiri mereka berdua sifat nya kaya apa yakan? Ucapan mereka ga sepenuh nya serius dek ,"ujar nya menenangkan sang adik
"Maaf,"cicit nya," gue refleks aja tadi,"
Para cowo-cowo hanya kicep dengan perlakuan fira. Setelah kepergian si kembar, tiko pun ikut menyusul dan di ikuti dengan yang lain nya
"Gue kelewatan ya ngomong nya,"tanya nya sambil menatap fika
"Gausah di bahas, udah mending ah kita kan mau happy-happy," fika yang mengalihkan topik, agar tidak terlalu terbawa suasana.
"Ren?dra?," Tiko bertanya dengan nada pelan, bisa juga di sebut berbisik," sebener nya gue .. " menggantungkan ucapan nya karena merasa tak yakin kalo menceritakan untuk sekarang ini, kemudian ia urungkan" ga jadi," dengan tanpa dosa nya dia melengos jalan lebih dulu
Meninju ke berbagai arah untuk menyalurkan rasa kesal mahendra. Bisa-bisa nya si tiko ngomong 'ga jadi' , padahal sedari tadi dia sudah serius akan mendengarkan kelanjutan uncapannya itu
" Aaaaaaaaaaaa tikoo kampret lo emang yaaaa" teriak mahendra dengan penuh emosi
"Dahlah bukan sekali dua kali juga kan dia kaya gitu,"sahut daren dengan kekehan nya
Hufft
mereka ber tujuh jalan bersama beriringan. Sesampai nya di tepi pantai ,ternyata teman-teman nya lain sudah lebih dulu memenuhi lokasi. Karena kesorean mereka kini di suguhi matahari yang sudah berwarna orange, dari penglihatannya matahari itu sangat cantik.
Tidak henti-henti nya mata indah ini memandangi suguhan Alam dengan sejuta pesona keindahannya nampak terlihat sangat sempurna. Rasanya ingin lebih lama lagi berada di pulau yang sedang di pijak ini.
Melihat teman-teman nya yang sedang sibuk memotret sana- sini, fira pun pergi memisahkan diri. Tiko yang melihat kepergian fira pun ikutan bangkit dari duduk nya, kemduan menyusuli fira dari belakang.
Sedikit jauh dari tempat yang mereka tempati tadi
Dari kejauhan ia menatap ragu wanita yang sedang duduk di ayunan itu seorang diri, antara mendekati nya atau melihat nya dari kejauhan?. Dengan masa bodo mending mendekat saja, lagi pula mungkin dia akan butuh teman untuk bercerita, fikir nya.
Tanpa permisi tiko duduk di sebelah fira," indah ya sunset nya,"ujar nya mencairkan suasana karena sedari tadi merasa canggung.
Matanya yang tertutup karena menikmati hembusan angin yang menerpa setiap inci di wajah nya merasa kaget karena ada suara di samping nya. Ketika tau siapa pemilik suara itu ia pun merasa lega dengan menghela nafas panjang.
"Dasar Penguntit,bikin kaget orang aja," cibir nya
"Siapa suruh lo so' misterius begitu, maen pergi aja tanpa pamit sama yang lain. Ya seenggak nya sama si qiya gitu lo pamit nya." Alibi nya
"Berasa bocah tk aja gue mesti pamitan segala," heran nya
"Di mata gue, lo emang anak tk harus dalam penjagaan induk nya,"kekeh nya
Fira yang mendengar itu pun mengerucutkan bibir nya "dasar cowo rese"
"Yang penting tetep ganteng," dengan pd nya tiko berucap seperti itu
"Modal ganteng doang ga bikin lo terlihat keren," fira menyahut
"Terserah, ntar juga lo kelepek-kelepek sama gue yakan," alis ny yang di naik turun kan
Mendengar itu pun tiko hanya memutar bola mata nya malas
Percakapan mereka terhenti karena sama-sama menikmati sunset yang berada di depan matanya.
Merasa cukup lama mereka memisahkan diri, akhirnya bangkit untuk bergabung dengan teman-teman nya yang lain.
Tanpa di sadari kejadian antar fira dan tiko berduaan, ternyata ada sepasang mata yang mengawasi gerak-gerik keduanya, tangan nya terkepal melihat kedekatan mereka.
"Gabung sama yang lain yu, bentar lagi mau masuk makan malam," akhirnya tiko membuka suara untuk memcahkan keheningan. Tanpa menunggu jawaban ia langsung menggenggam tangan fira untuk pergi menemui teman-teman nya.
_________________________________
Meja makan sudah penuh dengan berbagai macam menu hidangan yang menggugah selera. Mereka bertujuh duduk bersama untuk menyantap makan malam hari ini, karena besok siang akan kembali pulang.
Selesai acara makan makan malam, kini mereka berbincang-bincang dengan penuh canda gurau,malam ini terasa bahagia karena berkumpul dengan teman-teman nya.
"Ren?qi? Kalian kan osis, emang nya pak umay ga ngasih arahan gitu?"tanya fika
"Ga, ada. Lagian pak umay ga ngasih informasi apa-apa, dia bilang nya supaya kita refreshing aja ga usah pake acara yang lain karena takut waktunya ga cukup buat kita." Ujar qiya menjelaskan
Mereka hanya mengganggukan kepalanya seraya mengerti.
"Bu ketos sama pa ketos hubungan kalian gimana sekarang? Apa ada rencana nikah muda gitu? Kaya di film-film ,"goda mahendra
Mendengar itu seketika wajah nya tersipu malu" ga gitu juga dra ,kita masih fokus sekolah ,"
"Nikah sambil sekolah aja kan bisa," celetuk mawar tanpa dosa
"Eh war kalo udah nikah kan pasti semua udah jadi halal, ntar kalo tiba-tiba si qiya hamil kan berabe," sahut fika tanpa di saring ucapan nya
"Berabe apa nya fik? Justru yang ada juga enak ya ga qi?" Seketika bertanya
"Apaan si kalian, gatau ah jangan bahas itu"qiya merasa salah tingkah karena pasal nya memang ia bahagia kalau dirinya akan di persunting oleh daren, apalagi cowo itu adalah dambaan hati nya.
"Gue ga mikir sampe kesana, masih sekolah juga, yang gue fokusin sekarang cuma sekolah, belajar udah ga lebih," ucapan daren membuat qiya termenung, apakah cowo itu tidak ingin menikah dengan nya?.
Masa bodo mereka mau berfikir seperti apa terhadap nya, yang jelas dirinya memang tidak mau mempunyai hubungan lebih dengan qiya, dan dengan cara ini mungkin dia akan melepaskan nya karena tidak di beri kejelasan.
"Iya bner kata daren kita mau fokus sekolah dulu, ngejar cita-cita, kalo udah tercapai mungkin hal-hal seperti ini akan bahas lagi bersama kedua orang tua kita masing-masing," ujar nya sembari menampilkan senyuman indah nya
"Oh gitu, gue kira apa tadi," sahut mawar
Mahendra hanya terheran- heran menanggapi nya
Sedangkan tiko menatap nya dengan penuh kecurigaan.
Merasa tak nyaman karena pembahasan nya sudah terlalu jauh, dan membuat nya jadi tak nyaman mendengar nya. Fira pun memutuskan untuk pamit ke kamar kecil
"Gue ke toilet bentar ya,"
"Mau gue anter fir," tawar fika
"Eh gausah fik gue sendiri aja, bentar doang ko," seraya meyakin kan teman-teman nya
"Hati-hati, kalo ada apa-apa kabarin," sahut qiya
Sang empu hanya mengangkat kedua jempolnya, kemudian melenggang pergi
Sesaat kepergian fira, daren pun ikut bangkit
"Mau kemana lo," ujar mahendra
Tiko hanya mendongkok melihat teman nya berdiri dari kursi.
"Nyokap gue nelpon bntar, disini berisik."alibinya, Setelah nya ia segera pergi, karena sejujur nya ia akan menyusuli kekasih nya
Yang lain hanya percaya saja dengan ucapan daren.
Sesampai nya di toilet wanita, punggung nya menempel di dinding tembok, seraya menunggu fira yang ada di dalam sana. Memang keberuntungan sedang berpihak kepadanya, pasal nya di toilet ini tidak ada penghuni lain kecuali fira.
Bilik pintu toilet terbukan dan menampilkan fira di dalam nya. Fira yang syok karena seorang lelaki berada di bilik toilet wanita.
"Ga malu apa masuk toilet wanita, ntar kalo ada yang liat gimana,bisa-bisa orang ngiranya kamu bakal berbuat aneh aneh."gerutunya" sana ih kelu ... " Sebelum fira menyelesaikan ucapan nya mulut fira di bungkam oleh sebelah tangan Daren, ketika mendengar suara seseorang memasuki toilet.
Dengan perlahan daren membawa fira kembali ke dalam toilet dan tak lupa menutup pintu seraya mengunci nya. Kini punggung fira sudah menempel ke dinding tembok, jarak kedua nya sangat dekat bahkan tidak ada cela sedikit pun untuk fira.
"Sstttt, jangan berisik ntar ketauan. Kamu gamau kan dikira yang engga-engga sama orang lain?" Ujar nya dengan berbisik
Mau tidak mau fira pun bungkam karena ucapan Daren ada benar nya. Lagian kalau pun ketauan itu bukan salah nya, tapi si Daren yang kurang ajar masuk ke toilet cewe.
Menatap satu sama lain, kemudian daren mencium kedua pipi fira.
Kedua tangan daren menangkup pipi fira untuk mendongkok menatap nya," maaf, kemudian memeluk nya erat dengan penuh kasih sayang.
"Harus nya kita ga gini ren,"terdengar isakan, " apa gue harus pergi jauh dari kehidupan lo, supaya hati lo ini sepenuh nya mencintai kakak gue?" Bertanya di sela isakannya .
Mendengar itu dia hanya menggelengkan kepalanya," kamu ngomong apa si fir? Harus nya kita perjuangin hubungan ini bareng-bareng, bukan nya malah kaya gini!!," Ujar nya tidak terima," kamu sayang ga si sama aku fir? Apa cuma aku aja yang sayang sama kamu? Sampe-sampe aku berjuang sendirian untuk pertahanin hubungan kita," lirih nya
" Bukan karena aku ka sayang sama kamu ren, tapi ini demi kakak aku, dia satu-satu nya saudara kandung aku . Gimana bisa aku nyakitin dia ren, itu ga akan pernah terjadi" jelas nya yang masih mengeluarkan air mata.
"Plis fir, kali ini harus egois buat kebahagiaan kamu, jangan melulu mikirin yang lain."
"Orang tua aku pasti kecewa ren, dan orang tua kamu juga akan merasakan hal yang sama,"
"Kalo kita ga backstreet, mungkin perjodohan ini ga akan terjadi sama aku fir," ujar nya dengan suara hampir habis
"Kita bisa melupakan satu sama lain kalo kita ga bertemu yakan?" Tanya fira
"Kemana pun kamu pergi .. aku akan ikut , karena duniaku terasa hampa kalo ga ada kamu," jelas nya
"Ren? Apa kamu ga ada menaruh sedikit aja rasa suka sama qiya? Sedangkan selama ini kan kalian bareng-bareng terus," dengan hati-hati bertanya.
"Aku deket sama qiya cuma sebagai formalitas kerja osis aja ga lebih fir, mana mungkin aku suka dia? Sedangkan disini di hati aku udah ada nama kamu yang terpajang dengan cantik," dengan seksama daren menjelaskan kepada pujaan hati nya.
Disisi lain memang sudah jelas bahwa ia sangat mencintai kekasih nya itu, akan tetapi ia juga tidak mau menyakiti kakak nya, dan terlebih lagi orang tua nya pasti kecewa.
"Jangan terlalu di fikirin," tangan nya mengusap lembut puncak kepala fira," kita lanjutin aja backstreet nya, nanti kalo semuanya udah teratasi. Aku mau hubungan kita diresmikan agar semua orang tau, kalo aku udah ada yang punya yaitu kamu fir,"ucap nya dengan lembut dan menenangkan.
Fira mengangguk seraya meng iyakan. Dia berujar dalam hati supaya kakak nya memaafkan kesalahan nya.
"Kita jalan-jalan aja yu?"ajak nya," lagian ini udah terlalu lama kita ninggalin temen-temen yang lain, pasti mereka bakal curiga," mereka pun pergi jalan-jalan seraya berfoto bersama. Meskipun sudah malam, tapi keindahan nya tidak berkurang.
"Nanti aku post ah foto ini," ujar nya dengan penuh semangat," kalo semua orang udah tau hubungan kita," lanjutnya seraya menatap.
Sedangkan di sisi lain teman-teman nya menggerutu tidak jelas karena kepergian fira dan daren tidak kunjung datang.
"Ini mereka pada kemana si?heran gue udah hampir sejam belum juga balik,"gerutu fika," tujuan mereka emang beda tapi kenapa sama-sama belum balik juga?" Tanya nya terheran
Mereka tidak menaruh curiga karena memang fikiran nya tidak sampai kesana.
"Tunggu 30 menit lagi, kalo ga ada tanda kedangan mereka, kita balik ke hotel, karena waktu sudah semakin larut," sahut tiko
Akhirnya mereka kompak menyetujui saran tiko.
"Ko, lanjut mabar yu? Sambil nunggu kedatangan si ketos," ajak mahendra untuk mengusir rasa bosen
Tiko pun mengangguk mengiyakan. Sedangkan fikiran tiko sedari tadi tidak tenang, karena ia yakin saat ini daren sedang bersama fira. Tapi untuk menghapus fikiran yang tidak-tidak mending dia mabar dengan mahendra.
Mawar yang sudah bosan menunggu kedatangan fira kemudian membuka sura"Kebangetan emang kembaran lo qi, ngomong nya aja tadi bentar eh malah bablas hampir sejam lebih," chat atau telpon gitu qi, tanya dia sekarang dimana?"ujar nya
Qiya pun menelpon fira namun tak kunjung di angkat , sudah hampir 5 panggilan tidak juga ada tanda-tanda telpon nya di angkat. Qiya hanya menghela nafas, kenapa adik nya susah sekali mengangkat telpon, karena jujur saja saat ini dia khawatir dengan keadaan adik nya itu." Gue khawatir," lirih nya
Kepala qiya pun di senderkan ke pundak fika seraya untuk menenangkan qiya, supaya tidak berfikir yang tidak-tidak. "Bentar gue chat dulu, mungkin aja nanti di baca,"
Kaqiyaaaaaaa✨
Dek dimna? Masih lama ga? Lo gapapa kan? Jangan bikin gue khawatir, cepet balik! ( Ceklis dua )
Tertanda ceklis dua, tapi kenapa telpon nya tidak di angkat? Apa mungkin di silent? Fikirnya.
Angkat telepon gue fir! 😬
Ampun deh ini adek gue kemana siiiiiiii
Kalo mau pergi kemana- mana tuh bilang gue sama gue, biar ga khawatir kaya gini😡
Kalo udah baca chat gue, langsung telepon ya fir
Masih saja belum ada tanda-tanda balasan dari fira.
Sedangkan handphone fira sedari tadi menimbulkan suara notifikasi bahkan suara telepon, tapi dirinya tidak memperdulikan itu
"Gimana?" Tanya mawar. Sedangkan qiya hanya menghela nafas saja
Sedangkan waktu yang di tentukan sudah melebihi batas. "Ko, kenapa lo ga coba telepon temen lo?" Tanya fika
"Dia cowo ngapain bisa jaga diri," jawab nya dengan acuh
"Kenapa ga lo aja qi yang telepon si daren? Secara kan lo tunangan nya," sahut mahendra
Ia pun mencoba menghubungi daren , panggilan pertaman tidak di angkat ,dia pun tidak menyerah untuk mencoba menghubungi nya lagi dan akhir nya di angkat.
" Halo ren? Kamu di mana? Kenapa belum balik juga?" Tanya nya bertubi-tubi
" Sory qi dan Bilangin juga maaf gue buat yang lain , kalo gue ga bakal balik lagi kesana. Maaf ga sempet ngabarin ," jawab nya, " kalian balik duluan aja ," lanjut nya
"Oh gitu ya ren, yaudah gapapa gue cuma khawatir aja soalnya lo lama banget,"
"Woi ren enak bener lo ngomong, dari tadi nih kita nungguin lo sama si fira lama banget balik nya," gerutu mahendra," kalo bukan karena setia kawan.. ogah gue nungguin lo," lanjut nya
"Yakan sory dra gue lupa ngabarin, kalian balik ke hotel aja, ini gue juga bentar lagi balik."
"Yaudah qi gue tutup dulu ya telepon nya,"
"Eh tunggu ren, kamu lagi sama fira ga? Soalnya dia juga belum balik dari tadi," tanya nya
"Tadi gue liat dia lagi ngobrol sama temen sekelas lo, tapi gatau namanya. Ga lama dari itu adek lo balik ke hotel" tentu saja daren berbohong agar teman-teman nya tidak curiga.
"Oh mungkin dia tidur kali ya, makannya dari tadi gue telepon sama chat ga dia bales,"
"Iya mungkin, yaudah gue tutup telepon nya ya qi ,soalnya mau balik ke hotel," sebelum menunggu jawaban dari qiya, daren sudah memutuskan sambungan telepon nya .
"Kemungkinan si fira udah balik ke hotel dan dia udah tidur,"ujar qiya
"Ya seenggak nya ngabarin kali, apa susah nya si tinggal telepon atau chat gitu," mawar dengan rasa dongkol atas sikap fira
"Yaudah ah kita balik ke hotel juga yu ko," ajak mahendra
"Hmmm"
"Kita juga balik hotel lah yu"
Sedangkan fira dan daren kini sudah berada di hotel nya masing-masing agar teman-teman nya tidak bertanya yang aneh-aneh .
Fika dan mawar ikut ke kamar si kembar ,karena ingin mengintrogasi si anak luknut itu sebab karena ulah nya mereka rela-rela nunggu kedatangan nya dengan cukup lama.
Setelah pintu kamar hotel terbuka, mwar dan fika langsung menyelonong masuk ke dalam tanpa permisi. "Fik? War? Mending kalian balik kamar deh," ujar qiya setelah melihat kondisi adik nya sudah tidur," kasian fira lagi tidur gausah di ganggu, masih ada hari esok juga kan?"lanjut nya memberi pengertian kepada kedua teman nya itu.
"Pasrah deh gue," fika mengalah," yu war balik kamar, lagian ada bener nya juga apa yang di ucapin si qiya. Keliatannya juga kaya muka lelah gitu si fira," mereka berdua pun akhir nya memutuskan untuk kembali ke kamar hotel mereka untuk beristirahat, karena hari sudah semakin larut.
Menelisik setiap inci wajah adik nya seraya mengusap lembut ujung rambut nya, dan tak lama ia pun ikut membaringkan tubuh nya yang sudah lelah.
Sedangkan disisi lain di kamar daren dkk, mereka belum juga menutup mata nya karena sedang asyik bermain game online.
"Kenapa ga bilang dulu sama kita-kita kalo lo ada urusan lain," di tengah-tengah bermain game, tiko yang penasaran ingin bertanya perihal kepergian teman yang satu itu. Pasal nya daren tidak pernah seperti itu sebelum-sebelum nya, karena itulah menjadi kecurigaan bagi tiko. Tapi tidak dengan mahendra cowo itu terlihat biasa saja, bagi nya mungkin daren memang benar-benar lupa.
"Kan udah gue bilang tadi di telepon, kalo gue lupa,"
"Kita udah kenal dari lama ren," mata nya saling tatap," alasan lo yang ini tuh ga masuk akal buat gue,"
"Namanya manusia ga akan selalu bener terus ko," ujar nya untuk meyakin kan," udah ah mau tidur gue , udah larut malem juga," alibi nya karena sejujur nya dia takut ada pertanyaan menjebak dari teman nya itu, makannya mending cari aman saja fikir nya.
Dengan kelakuan nya seperti ini, dalam benak nya ia merasa lebih yakin kalo daren dengan fira ada sesuatu, meskipun dirinya juga tidak tau ada apa dengan mereka berdua.
Karena tidak mau terlalu larut memikirkan urusan orang, mending ikutan tidur juga.
Melihat teman nya ikut bangkin, mahendra menggerutu," ini belum kelar woy mabar nya asyuuuu ,"
"Ngantuk, mabar aja sendiri,"
Mahendra mendelik mendengar ucapan si tiko, kemudian dia juga ikut merebahkan tubuh nya untuk tidur.