
Bulan demi bulan pun telah di lalui, kini yang menyandang status sebagai siswa/i kelas 12 pun akan mengalami fase Ujian Nasional yang tidak akan lama lagi di laksanakan.
"Buset dah pusing kepala gue," desis Mahendra mengaduh kesakitan pada kepalanya
"Kenapa lo Dra?" tanya Bara
"Sakit lo?" Daren pun ikut bertanya
Sedangkan yang lain nya hanya menunggu jawaban dari Mahendra
"Pusing gue gara-gara di kasi soal pemantapan buat Ujian nanti, soal-soal nya bikin gue mual anjir!" desis Mahendra
Saat ini mereka sedang berada di area kantin untuk mengisi perut nya yang harus di isi.
Memang benar yang di katakan Mahendra, jika soal pemantapan Ujian sangatlah menguras isi kepala nya.
"Otak lo nya aja yang ga nyampe buat mikir Dra, makan nya begitu," ujar Mawar yang meledeki Mahendra
"Halah, ntar juga nilai lo ga bakal jauh beda sama gue!" sinis nya
"Liat aja nanti," sinis Mawar
"Semoga aja nilai kita semua ga ada yang mengecewakan," harap Fira
"Aaamiiin Fir,"
"Belajar yang bener Dra, biar nilai nya bisa memuaskan," sahut Qiya memberi saran
"Lo pada mah enak pinter-pinter, ga ikut pemantapan juga gue mah yakin kalo kalian bakal lulus dengan nilai yang sempurna," jelas Mahendra dengan yakin
"Tetap aja Dra belajar mah harus, yang kita hadapi ini Ujian Nasional.. ya bisa diibaratkan antara hidup dan mati."sahut Bara
"Kita semua akan berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik untuk hasil akhir," timpal Daren
"Gue mah ga berharap dapet nilai tinggi, yang penting lulus aja udah bersyukur," celetuk Mahendra yang pasrah
"Usaha dulu Dra, jangan pasrah gitu aja," sahut Qiya
"Iya Qiyaaaa siap, gue bakal turuti perintah lo,"
"Jangan karena gue Dra, tapi buat diri lo sendiri dan juga buat masa depan lo nanti,"
"Qi, Fir, kalo udah lulus nanti .. kalian mau kuliah kemana dan jurusan apa?"tanya Fika yang penasaran dengan kelanjutan pendidikan si kembar
"Iya nih gue juga jadi ikut penasaran," sahut Mawar
"Gue sama Fira dan juga Bara tentu nya bakal lanjutin pendidikan Di Harvard," balas Qiya dengan senyuman," Gue sama Fira bakal ambil jurusan yang bersangkutan dengan ilmu kedokteran,"
"Harvard?" pekik Fika
"Itu di Amerika Serikat kan?" tanya Mawar memastikan
"Udah tau kenapa nanya?" cibir Mahendra
"Nama nya juga orang bertanya Dra, apa salah nya si?" balas Mawar dengan greget
Daren baru tau jika kekasihnya akan melanjutkan pendidikan ke Harvard, mata nya menatap wajah Fira dengan sayu, sudah di pastikan dalam waktu dekat ini mereka akan LDR.
Terlebih lagi dirinya juga akan melanjutkan perguruan tinggi nya di luar negri, tapi ada rasa syukur juga si karena jarak mereka tidak terlalu jauh hanya menempuh perjalanan pesawat beberapa jam saja.
"Iya kita bakal ke Harvard, itu juga sesuai keinginan orang tua kita," timpal Bara yang ikut menjelaskan
"Dan kalian mau?" tanya Mawar
"Kenapa harus nolak? Lagian Harvard salah satu kampus ternama," balas Bara
"Lo mau ambil jurusan apa Bar?" tanya Tiko yang sedari tadi diam menyimak
"Bisnis, bokap minta gue buat lanjutin perusahaan nya, kata nya si .. Papah gue udah pengen pensiun,"
"Lah Ren, lo sama si Fira bakal LDR dong?" sahut Mahendra
"Ya begitulah," jawab Daren sekenanya
Tidak ada satu pun pasangan yang ingin hubungan jarak jauh, tapi .. demi menggapai cita-cita setinggi mungkin .. apa boleh buat?
Yang terpenting dalam sebuah hubungan adalah mempercayakan semua nya pada pasangan kita masing-masing.
Jika memang pasangan kita memiliki niat yang tidak baik .. berarti dia tidak benar-benar mencintai kita dan begitu pun sebalik nya.
Fira melirik ke arah Daren dan memberikan senyum hangat nya seraya berucap semua akan baik-baik saja." Hubungan jarak jauh bukan akhir dari sebuah hubungan, justru .. ini adalah awal untuk kita untuk menerima tantangan menahan rindu,"
"Aku percaya sama kamu, kalo kamu ga akan pernah ninggalin aku Fir, dan tolong jaga dengan baik kepercayaan aku" balas Daren dengan sendu
Fira mengangguk pelan dan meraih tangan Daren untuk Fira genggam dengan kuat.
"Kunci dari sebuah hubungan adalah saling percaya satu sama lain, jadi apapun yang terjadi .. kalian harus tetap percaya kepada pasangan kalian," sahut Qiya
"Kepercayaan dalam sebuah hubungan itu harus ada, jangan karena kalian LDR ... kalian saling menaruh rasa curiga terhadap pasangan kalian," timpal Fika
"Jaga selagi ada, karena jika tidak .. perpisahan yang akan menyadarkan kalian," timpal Mawar
"Lo gaperlu khawatir sama Fira Ren, gue yang akan jamin kalo Fira ga akan macem-macem di belakang lo," ucap Bara meyakin kan Daren
"Gue percayakan sama lo Bar," Daren merasa beruntung memiliki sahabat yang sangat mendukung hubungan nya dengan Fira.
Daren janji tidak akan mengecewakan Fira, dan dirinya juga akan bertekad untuk menikahi Fira secepat nya.
"Kalian semua mau di lanjut kemana?"tanya Fira mengalihkan pembicaraan
"Gue mau ke Oxford, itu juga kalo lolos seleksi nya" jawab Mahendra
Tiko dan Daren pun melirik ke arah Mahendra
"Gue juga mau kesana Dra," sahut Daren
"Sama gue juga," timpal Tiko
Mawar melirik ke arah Tiko dengan tatapan yang sulit di artikan, tubuh nya melemas ketika tau crush nya akan pergi jauh.
"Barengan lagi dong kita," ujar Mahendra sambil mengembangkan senyum nya," Mana jurusan nya juga sama lagi bisnis,"
"Nasib ketemu lo lagi Dra," ucap Tiko dengan lesu
"Kenapa emang?"
"Bosen!" timpal Daren dengan gelak tawa nya, yang lain nya pun juga ikut tertawa
"Asu lo pada," ujar Mahendra sembari memutar bola mata nya dengan malas
"Kamu mau kuliah di Inggris?" tanya Fira pada Daren
Daren mengangguk pelan seraya mengusap rambut nya dengan lembut,"Iya sayang orang tua aku minta buat lanjut di sana, oh iya, kamu di Amerika bakalan tinggal dimana?"
"Di rumah Bara, kan Bara orang Amerika, jadi sedikit menghemat," balas nya dengan kekehan,"Kalo kalian mau kemana?" tanya Fira pada Mawar dan Fika
"Gue mah mau di Jakarta aja di UI bareng si Fika," sahut Mawar
"Yaaahh bentar lagi kita semua bakal LDR ya," ujar Mahendra dengan raut sedih
"Kita semua akan berpisah untuk menggapai cita-cita kita masing-masing Dra," sahut Fira," Yang terpenting .. kalo udah sukses nanti jangan sampe saling melupakan,"
"Pasti itu mah Fir," jawab Mahendra," Tapi bisa lah sesekali kita liburan bareng kalo lagi libur semester."
"Bisa di atur lah soal itu mah," sahut Bara
"Ga kebayang gue nanti nya kita bakal kumpul pas kita sama-sama udah sukses," celetuk Qiya yang membuat suasana menjadi haru