I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 32



Setelah acara perlombaan, mereka tidak langsung pulang, melainkan berkunjung ke sebuah cafe


"Mau nunjukin siapa si Fir? Mana orang nya dari tadi ga dateng-dateng," tanya Bara


"Iya nih, keburu malem kita pulang nya," ucap Qiya


"Nunggu siapa si?"ujar Fika


Fira terus saja memperhatikan pintu cafe seraya menunggu kedatangan seseorang


Bibir nya melengkung ke atas melihat seseorang yang di tunggu-tunggu akhirnya datang menghampiri


Fira berdiri untuk mendekat ke arah Beryl," nah ini dia yang gue mau tunjukkan ke kalian," ujar nya dengan senyum mengembang


Qiya dan Bara cengo melihat lelaki yang berada di samping Fira," Beryl," pekik Qiya menghampiri dan langsung memeluk nya,


Sedangkan Bara berujar santai campur bahagia," hei bro, apa kabar lo," sapa Bara seraya ber tos ria ala lelaki


Mahendra, Tiko, Fika dan Mawar hanya menatap mereka bingung, sebenar nya siapa lelaki itu?


"Kemana aja lo Ryl? Keberadaan lo kaya udah di telan bumi, sampe gue bingung lo tiba-tiba menghilang tanpa kabar," cerca Bara


"Bentar-bentar, sebenarnya dia siap si? Berasa orang bego gue disini," tanya Fika


"Eh iya sampe lupa mau ngenalin,"ujar Qiya," dia Beryl .. sahabat kecil gue sewaktu di Jerman, cuma ya gitu.. dia ga ada kabar semenjak ikut orang tua nya pindah nugas,"


"Ryl, kenalin mereka temen-temen gue," ucap Qiya," dan dia..." Qiya menunjuk ke arah Daren," tunangan gue,"


Mereka kini duduk kembali seraya melanjutkan percakapan


Mata elang Beryl menatap Daren,"tunangan lo?" Tanya nya


"He'em,"


"Terus si Fira?" Tanya nya dengan raut bingung


"Fira kenapa?" Qiya malah balik nanya kepada Beryl


"Bukannya dia pa... Aw," kaki nya terasa sakit akibat di injak oleh Fira dengan cukup kuat, Beryl menatap ke arah Fira yang melotot


"Kenapa lo?" Tanya Bara sama seperti yang lain nya menatap khawatir


"Emmmm, ga gapapa," ucap nya terbata-bata


Fira bernafas lega karena Beryl tidak mengatakan yang sebenar nya


"Lanjut Ryl, ada apa dengan adek gue?" Tanya Qiya


Merasa pikiran nya buntu, Ia jadi bingung harus mengatakan apa sekarang,"eh itu Qi bukan apa-apa," Beryl yakin betul pasti ada sesuatu antara hubungan ketiga nya yang menyangkut perihal asmara... Mungkin nanti dia akan bertanya kepada Fira


Tiko tidak puas dengan jawaban yang di berikan Beryl, karena menurut nya tidak masuk akal, apa mungkin ada yang dia sembunyikan?fikir nya


Mahendra merasa kecewa mendengar nya, padahal sedari tadi dirinya sudah kepo untuk mendengar kelanjutan yang akan di katakan Beryl.


"Gajelas lo," ujar Qiya," mmmm Ryl? Jadi lo tinggal di Bandung dan sekolah di sini? SMA Melati 1?"


"Terus kenapa lo susah banget di hubungi?"sahut Bara


"Handphone gue yang waktu itu rusak, akibat jatuh dari lantai atas,jadi semua akses gue ikut rusak ga tertolong,"


"Kenapa kalian ga pernah cerita ke kita kalo punya sahabat di Jerman?" Tanya mawar dengan nada cemberut


"Soalnya kan si Beryl hilang jejak dari kecil, makan nya ga kita ceritain," jelas Qiya


"Bar, sejak kapan lo tinggal di Indo? Setau gue.. lo paling gamau pindah-pindah tempat tinggal," tanya Beryl


"Hehe," Bara menyengir kuda,"belum lama Ryl sekitar 2 minggu yang lalu. Dan alasan gue pindah.. ya karena nenek meninggal, jadi kerasa banget sepi nya,"


"Hah?" Beryl kaget mendengar kematian nenek Bara dan juga si kembar"serius nenek meninggal? Sejak kapan?"


"3 minggu yang lalu Ryl belum lama banget," jawab Bara


"Ya ampun turut berduka gue," ucap nya dengan nada sedikit sedih


Mahendra memperhatikan wajah Beryl yang sedikit pucat," muka lo pucat Ryl, sakit?"


"Engga biasa aja, mungkin karena kecapean kali," alibi nya, padahal sedari tadi ia mati-matian menahan rasa sakit di kepalanya yang luar biasa


"Lo oke Ryl?" Tanya Fira dengan khawatir," pucat banget loh ini muka lo, sampe bibir lo juga pias,"


Daren merasa cemburu ketika melihat raut wajah khawatir terhadap Beryl


"Yaelah Fir, pasti cuma kecapean doang... Aman gapapa," ujar nya sambil memaksakan tersenyum" kalian balik kapan? Ini udah jam setengah 8 ," lanjut nya seraya melihat ke arah jam tangan yang ia pakai


Ternyata mereka mengobrol cukup lama, sampai lupa waktu seperti ini


"Kita balik ajalah ya?" Ujar Mawar


"Udah malem juga, pasti nyampe Jakarta tengah malem kalo gini ceritanya," sahut Fika


"Mending kita balik sekarang aja, kasian sama cewe-cewe kalo kemaleman, ya kecuali kalo laki semua si gue juga oke oke aja mau sampe pagi juga"ucap Tiko menimpali


Ya benar ini sudah terlalu malam, tapi untung nya besok tidak sekolah, karena pihak sekolah meliburkan untuk satu hari saja, katanya untuk istirahat


"Pokonya lain kali kalo ada waktu kita harus main bareng!" Ujar Qiya kepada Beryl


"Iya Qi pasti,"


"Mamah sama papah pasti seneng ketemu sama lo," ucap Fira


"Kalo ada waktu.. gue bakal ke Jakarta,"


Setelah kepergian teman-teman nya, kini Beryl masih setia duduk sendiri. Beryl melipatkan kedua tangan nya di atas meja seraya menenggelamkan kepalanya di sana


Satu tangan nya memegang kepala bagian belakang dengan kuat,"ssshhhhh," menahan rasa sakit yang luar biasa Beryl rasakan


Tes


Darah segar menetes dari hidung ke atas meja, Beryl sudah tidak kuat lagi menopang tubuh nya dan.... Ia tak sadar kan diri