I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 18



Derap langkah terdengar jelas di sudut ruangan rumah sakit.


Ketiga remaja sedang di landa ketakutan perihal yang terjadi terhadap sang nenek.


"Apa yang terjadi sebenar nya?" Tanya om geo yang baru saja datang di rumah sakit dengan istri nya


Tak lama di susul oleh kedatangan kedua orang tua dari qiya dan fira. Mereka langsung memeluk kedua putri nya yang sedang menangis


"Piiih..," lirih bara," nenek kritis .. aku gatau sekarang gimana, soalnya masih di tangani oleh dokter,"


"Tenang ...kita semua duduk sambil nunggu kabar dari dokter," ucap geo seraya menenangkan


Ceklek


Suara pintu terbuka yang menampilkan seorang dokter


Semua suster yang berada di ruangan sang nenek.. qiya melihat jelas bahwa alat medis yang di kenakan.. kini satu per satu di lepas.


"Kenapa alat medis nya di lepas dok?" Tanya qiya tanpa mengalihkan pandangan nya dari tubuh sang nenek


Sang dokter menghela nafas panjang ," maaf pak, bu .. pasien sudah tidak bisa tertolong .. kami sudah melakukan yang terbaik untuk pasien, namun.. tuhan berkehendak lain, dan kami turut berduka cita atas berpulang nya beliau,"


"Dok!! Jangan asal ngomong dong!!," ujar dita mamah si kembar tak terima dengan perkataan dokter,"Mass!! Mereka bohong kan?" Lanjut nya dengan teriak histeris


Sang suami memeluk istri nya dengan erat seraya menenang kan," udah ya ikhlasin ibu,"


Begitu pun dengan geo yang memeluk sang istri yang sedari tadi menangis setelah mendengar kabar duka dari ibu nya.


"Bar," ucap qiya dengan lirih," nenek pasti udah ga sakit lagi kan?" Lanjut nya dengan penuh pilu


Bara memeluk qiya yang menangis atas kepergian nenek nya." Iya qi, nenek udah ga sakit lagi sekarang ... Dan pasti udah bahagia di atas sana," ucap nya dengan lembut.


Jujur saja sebenar nya bara juga ingin sekali menangis, namun ia tahan karena posisi nya saat ini mengharus kan dirinya untuk terlihat kuat.


Termasuk fira juga terlihat sedih, pasal nya liburan kali ini malah di suguhkan kabar duka yang tidak sama sekali ada dalam benak nya, terlebih lagi belum lama ini dirinya mengetahui penyakit yang di derita sang nenek." Bahagia di atas sana ya nek.. sekarang nenek udah ga sakit lagi," ucap nya dalam hati sambil menutup kedua mata nya yang disertai turun nya air mata.


Acara pemakaman sudah selesai 10 menit yang lalu, dan sekarang hanya ada anggota keluarga saja yang belum meninggalkan pemakaman.


"Bu.. " lirih Dita," maafin dita .. karena jarang jenguk ibu," air mata yang tak henti-henti nya membasahi pipi," siapa orang yang tega meracuni ibu hmm?" Seraya bertanya kepada gundukan tanah


Mira sudah menceritakan semua nya perihal yang terjadi mengenai ibu mereka.


"Kita pulang ya? Kamu harus istirahat," ajak  Haris, karena melihat cuaca yang mendung.. menandakan akan turun hujan," qi, fir, ayo kita pulang,"


"Iya pah," jawab serentak


"Geo," ucap haris sambil memberikan kode dengan dagu nya supaya mengikuti


Hanya anggukan kepala yang geo berikan sebagai jawaban


" Mir? Ayo kita pulang," ajak nya," besok kita bisa kesini lagi.. sekarang udah mau hujan.. nanti kamu sakit, ibu pasti kecewa kalo liat anak-anak nya begini," lanjut geo dengan memberikan pengertian


Mau tidak mau mira pun bangkit dari duduk nya dan menuruti perkataan suami nya.


               ~~


Sesampai nya di rumah, qiya dan fira langsung masuk kamar untuk membersihkan diri, begitu pun dengan bara yang melakukan hal sama seperti si kembar.


Ddrrrttt          Ddrrrtt


Suara handphone milik qiya yang berbunyi, menampilkan layar vidio call dari si penelpon yang tak lain adalah mawar sahabat nya. Qiya langsung menekan tombol hijau yang menampilkan sosok mawar dan juga.. fika serta daren dkk


"Qiyaaaaaaa, jahat banget si lo!" Teriak mawar," mentang-mentang liburan ke jerman.. sampe lupa ngabarin sohib lo ini,"


"Wait wait wait... Qi? Lo kenapa? Kaya abis nangis gitu muka nya?" Ujar mahendra menimbrung


"Eh iya gue baru ngeh liat muka lo qi, kenapa? Ada yang nyakitin lo?" Tanya mawar


"Tunjukin orang yang udah nyakitin lo qi sama gue," ucap fika dengan menggebu- gebu," nanti si daren yang bikin itu orang bonyok,"


Daren yang merasa terpanggil pun menoleh dengan tatapan malas, tapi... Sedikit kepo juga si kenapa qiya bisa terlihat sangat kacau.


"Gue kira lo yang bakal nonjok fik," sahut mahendra


"Hmmmm"


"Fira mana qi?" Tanya mawar


Akhir nya pertanyaan yang ingin di ajukan ketiga cowo itu terwakili oleh mawar. Sebenar nya mulut mereka ingin sekali menanyakan keberadaan fira dari tadi.. namun mereka urung kan karena merasa tak enak hati kepada teman-teman nya yang memiliki perasaan yang sama.


"Tuh dia," ujar qiya sambil mengarah kan kamera belakang ke arah fira yang baru habis mandi


"Siapa?" Tanya fira


"Temen-temen,"


Selesai mengering kan rambut nya yang basah, fira ikut gabung dalam obrolan bersama teman-teman nya lewat vidio call


"Hai fir," sapa fika


"Hmmm"


Ketiga cowo itu penasaran perihal apa yang terjadi sebenar nya kepada si kembar, sebab.. mereka terlihat seperti habis menangis. Mereka jelas tau karena dari mata serta hidung nya yang memerah.


"Kalian kenapa? Abis nangis? " Tanya daren karena sudah tidak tahan sedari tadi ingin mengeluarkan suara.


"Iya nih kalian kenapa si? " Mahendra ikut menimpali


"Kalo ada masalah tuh cerita ke kita qi, fir... Kita sahabatan udah lama, jadi gausah sungkan buat cerita apapun," jelas mawar


"Betul tuh," sahut fika


"Sorry ya.. gue ga sempet ngasih kabar ke kalian, soal nya keadaan disini lagi kurang kondusif," jeda qiya dengan menghela nafas," nenek gue meninggal guys," mengatakan itu.. air mata qiya turun kembali, fira yang berada di samping nya langsung memeluk sang kakak


"Turut berduka ya," ucap mawar


" Kenapa orang tua gue ga di kasi tau perihal masalah ini qi?" Tanya daren karena merasa kecewa tidak ada yang memberi tahu masalah sebesar ini


"Gue gatau ren.. mungkin mereka terlalu syok, jadi ga sempet buat ngasih kabar ke siapa-siapa," jelas nya," bilangin maaf juga ya buat orang tua lo ren,"


"Jangan bahas masalah ini dulu bisa?" Tanya fira


"Ohiya, kalian kapan balik? Kita kumpul bareng dulu lah sebelum masuk sekolah," ujar mahendra mengalihkan topik pembicaraan


"Lusa deh kaya nya kita balik," jawab fira dengan sedikit berfikir


"Kita tunggu kepulangan kalian," ucap mawar dengan semangat 45


Ceklek


Qiya dan fira menoleh ke arah pintu yang terbuka


"Di suruh ke bawah untuk makan malam," ucap bara hanya menggerakan mulut nya tanpa menimbulkan suara


" Guys, gue tutup dulu ya.. soalnya di suruh makan malam ," ujar qiya," abis acara makan, nanti gue vc lagi oke," lanjut nya dengan mengangkat jempol nya


"Okeee, gue tunggu lo vc balik," jawab mawar


Tut


Tiko yang sedari tadi diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, merasa menyesal karena tidak bertegur sapa dengan fira.. padahal ia sangat merindukan cewe itu.


"Kenapa lo ko?" Tanya mawar, karena melihat raut wajah yang tidak seperti biasanya


Sedangkan yang di tanya hanya mengangkat satu alis nya saja


"Bodo ah bodo ko.... Ngomong sama lo emang harus ekstra sabar luar dalem," gerutu mawar dengan sebal


Mahendra tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan mawar terhadap tiko.


"Udah tau orang nya kaya es kutub, eh malah lo tanya-tanya...," Ujar nya sambil tertawa," ya ga bakal di jawab lah ogeb,"


Mawar hanya mengelus dada nya dengan sabar