I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 65




Sudah beberapa hari ini Fira termenung dan tidak ingin di temani oleh siapa pun, kegiatan sehari-hari nya hanya menangis dalam diam.


"Bagaimana ini Pah? Fira gamau makan udah dua hari belakangan ini," lirih Mamah Fira yang mengadu kepada suaminya yang kini dalam pelukan.


Makanan yang selalu di bawa ke dalam ruangan Fira pun terus saja di banting oleh nya, setiap hari nya pun selalu saja ada pecahan kaca dimana-mana.


Kedua orang tua Fira hanya bisa melihat nya dari luar ruangan saja yang terhalang oleh dinding kaca, sebab jika mereka hendak masuk ... Fira selalu teriak histeris.


Jika di tanya kemana Bara dan Qiya? Mereka berdua ada di rumah nya, bukan tanpa sebab, setelah melihat kondisi Fira yang semakin kacau ... itu membuat Qiya ikut jatuh sakit, sekarang dirinya demam dan di temani oleh Bara. Memang benar jika memiliki kembaran .. ikatan kedua nya sangat kuat, ketika yang satu nya sakit .. maka kembarannya pun akan ikut merasakan meskipun tidak serupa.


Sedangkan Daren dan yang lain nya ... mereka masih dalam jam pelajaran sekolah karena waktu baru menunjukkan pukul 11 siang, yang arti nya 2 jam lagi mereka akan pulang.


"Mamah nyesel karena terlalu buru-buru ngasih tau Fira tentang masalah ini," ujar nya di sela-sela tangisan


"Udah mah, jangan nyalahin diri sendiri. Ini semua udah terjadi, jadi ... jangan terlalu di pikirin. Yang harus kita lakuin sekarang sebagai orang tua adalah kasih support buat Fira, anak kita." balas sang suami dengan tutur kata yang lembut," Kita coba bujuk lagi, siapa tau ... kali ini Fira mau makan," lanjut nya memberi saran


Sang istri hanya mengangguk patuh mengiyakan saran suami nya.


Ceklek


"Sayang, makan ya? Mamah suapin mau? Atau mau sama Papah aja suapin nya?"


Tidak ada sahutan sama sekali," Kamu udah ga sayang ya sama Mamah nak?" isakan tangis keluar dari mulut sang Mamah


Mendengar kalimat yang di ucapkan sang Mamah membuat Fira menoleh ke arah nya dengan di iringi tetesan air mata.


Sekuat tenaga Fira mengangkat tangan nya untuk menghapus jejak air mata yang terlihat dari pipi Mamah nya." Jangan nangis karena Fira Mah, Fira ga pantes buat di tangisi," ucap nya dengan pelan, namun tersirat rasa sakit," Pembunuh kaya Fira ini..." tunjuk nya pada diri sendiri," Harus nya ga pantes buat hidup, iyakan?"


Mamah nya menggeleng dengan kuat, apa yang dikatakan anak nya tentulah tidak benar," Udah berapa kali Mamah bilang, kamu bukan pembunuh nak, bukan."


"Dengerin Papah, anak gadis cantik nya Papah ini bukan pembunuh, bukan."sahut sang Papah yang ikut menegaskan


"Fira pembunuh Pah, mah, buktinya ... Berlyn meninggal gara-gara Fira," balas nya yang masih diiringi dengan suara tangis


"Sama sekali bukan salah kamu nak, percaya sama mamah,"


"Fira mau sendiri," tanpa berniat lagi mendengar perkataan orang tua nya


"nak..."


"Tolong .. Fira lagi mau sendiri!" ucap nya lagi dengan sedikit tegas


Sang suami hanya mengangguk pelan ke arah istrinya dan mengisyaratkan bahwa semua nya akan baik-baik saja." Fira butuh waktu, kita maklumi keinginan dia, ayo."


"Mamah keluar ya? Tapi .. ini di makan, kamu belum makan udah beberapa hari ini, jangan sampai kamu nyakitin diri sendiri nak, perut kamu juga perlu di isi,"


Sebelum keluar .. Mamah Fira menyimpan nampan berisi makanan dan buah-buahan, tak lupa juga dengan segelas minum air putih.


Setelah kepergian kedua orang tua nya, Fira menatap makanan yang di simpan oleh Mamah nya tepat di samping Fira. Tanpa minat sedikit pun, Fira kembali menatap ke arah luar jendela yang terhubung dengan sebuah tamam rumah sakit.


"Hallo Bara? Bagaimana keadaan Qiya sekarang?" tanya Mamah si kembar pada Bara yang berada di rumah nya.


"Sedikit membaik tante, panas nya agak menurun tidak seperti hari kemarin," balas Bara di sebrang sana


"Syukurlah kalo begitu, maaf ya Bar, tante malah ngerepotin kamu,"


"Gaperlu minta maaf tante, Bara ga merasa di repot kan sama sekali, lagi pula ... kalo bukan Bara siapa lagi? Saudara mereka kan hanya Bara satu-satu nya,"


"Kamu memang anak baik, tante senang memiliki ponakan sebaik dan setampan kamu,"puji nya pada Bara


"Apa Qiya sudah makan?" sahut Papah Qiya yang sedari tadi menguping obrolan antara kedua nya


"Sudah om, sekarang Qiya lagi tidur, mungkin efek obat yang di berikan oleh dokter," balas nya memberitahu," Oh iya, keadaan Fira bagaimana om, tan? Apa ada perubahan?"


Terdengar helaan nafas dari orang tua Fira," Fira masih belum mau makan Bar, tante sama om aja sampe kewalahan bujuk Fira udah sampai berkali-kali,"


"Perlu Bara kesana sekarang?"


"Jangan, kamu jaga Qiya aja di sana,"


Yang dikatakan om nya memang benar, jika dirinya pergi menemui Fira ... siapa yang akan menjaga Qiya? Ya meskipun memang ada asisten rumah tangga si. Tapi ya... begitulah


"Tapi om..."


"Om sama tante akan berusaha bujuk Fira lagi, jadi kamu tidak perlu khawatir, cukup jaga Qiya saja dengan baik,"


"Iya om, kalo ada apa-apa jangan lupa kabarin Bara ya?"


"Pasti, kalo gitu telepon nya di tutup dulu ya? Om sama tante mau coba bujuk Fira lagi,"


"Iya tan, semoga kali ini Fira mau makan,"


Tut


Kedua orang tua Fira bersyukur ketika melihat nampan yang berisi makanan kali ini tidak di lempar dan masih berada di tempat nya dengan utuh.


Baru saja tangan nya memegang gagang pintu, orang tua Fira mendapat kedatangan Daren," Siang om, tante," sapa Daren dengan sopan


" Sudah pulang? Ini baru jam 12, kamu tidak membolos kan?" tanya Mamah Fira pada Daren, ketika melihat jam yang berada di pergelangan tangan nya.. ternyata baru pukul 12 siang. Dan lagi .. Daren masih menggunakan seragam sekolah.


"kebetulan pelajaran terakhir guru nya tidak bisa hadir, jadi hanya di kasih tugas rumah aja," jelas nya," Temen-temen yang lain juga ikut, sekarang mereka masih di parkiran," lanjut nya memberitahu," Keadaan Fira gimana om, tan?"


"Masih sama, susah di ajak makan, ini juga tante sama om mau bujuk Fira lagi supaya mau makan,"


"Boleh Daren coba buat bujuk Fira?" izin nya pada orang tua Fira


Kedua orang tua Fira saling melirik satu sama lain, dan kemudian mengangguk mengiyakan."Semoga.. Fira mau makan kalo kamu bujuk,"


"Semoga aja, kalo gitu .. Daren permisi masuk dulu," pamit nya


Ceklek