I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 53



Di depan pintu ruang operasi sudah berjejer 8 remaja untuk menunggu hasil terbaik yang akan dokter berikan, saat ini Berlyn melakukan operasi pengangkatan kanker yang ada di otak nya.


"buset dah Fiiirr, sampe pusing gue liat lo mondar-mandir begitu, duduk aja napa si," ujar Mawar yang merasa risih dengan tingkah Fira


"gue deg-degan War," raut wajah Fira nampak pias, pikiran nya sudah melayang kemana-mana


Bara menarik tangan Fira agar duduk bersamanya," tenangkan diri lo, ga ada yang harus di takuti, semua akan baik-baik aja... percaya sama gue,"


Bara memeluk Fira untuk menenangkan, ia yakin pikiran Fira tidak tenang sekarang ini, dan bukan hanya Fira, sebenarnya dirinya juga sama deg-degan, tapi jika dirinya juga ikut bersikap seperti itu... siapa yang akan menenangkan sepupu nya?


Mereka semua di buat tegang dengan isi kepalanya masing-masing, untung nya saja besok hari minggu jadi mereka sedikit tenang bisa menemani jadwal operasi Berlyn hingga selesai.


Diam-diam Daren duduk di sebelah Fira dan memegang lengan Fira tanpa sepengetahuan siapapun, tapi hal itu tidak luput dari penglihatan Mahendra.


"ada apa dengan Daren sebenarnya? " pikir Mahendra dalam hati," ko, anter gue ke toilet, ga tahan nih," ujar Mahendra pada Tiko serta izin kepada teman-teman nya yang lain


"buset dah Dra, ke toilet aja pake acara di anter segala," cibir Mawar


"diem lo!"


"buruan! jadi ga?" balas Tiko tidak sabaran


~~


"gue tunggu di sini, buruan jangan lama,"


"ekhem ko?"


"buruan masuk! perlu gue ikut lo sampe dalem?"


"ck, sebenernya gue ga pengen buang air,"


"terus? ngapain tadi bilang mau ke toilet? pake acara minta anter ke gue segala?' tanya Tiko dengan raut wajah terheran-heran


"gue cuma mau ngomong ko, ini masalah Daren,"


"kenapa?'


"lo liat kan tadi kalo si Daren duduk deket Fira?"


"iya, terus?"


"Daren megang tangan Fira woy," ujar nya dengan heboh


"mereka pacaran Dra," celetuk Tiko memberi tau


"hah? pacaran? sejak kapan? gue ga pernah tau,"


"gue nebak aja si, soalnya keliatan banget dari keduanya kalo mereka ada hubungan, dan kaya nya... alasan Daren nolak Qiya juga karena Fira," jelas Tiko


"jadi yang dikatain Daren pas ngomong ga suka sama Qiya... pasti karena emang udah punya hubungan sama Fira gitu? "


"kaya nya si gitu,"


"gue rasa iya Dra, kalo soal alasan nya... gue juga ga tau kenapa, yang pasti kita nunggu Daren buka mulut aja,"


"yaaahhh lo ga bisa dapetin Fira dong," ucap Mahendra dengan pura-pura lesu


"lo juga ga bisa bego! malah ngatain gue lagi," balas Tiko berdecak sebal


Gelak tawa kedua nya pecah ,menurut nya.. ini kisah percintaan yang sangat lucu


~~


Orang tua Berlyn tidak henti-henti nya berdoa untuk kesembuhan dan keselamatan anak semata wayang nya itu, mereka berharap keajaiban berpihak kepada putra nya.


Jam 11 malam pintu ruang operasi belum juga kunjung di buka, padahal sudah 3 jam lebih Berlyn bertarung di dalam sana.


"makin malem suasana nya makin tegang aja nih," ujar Fika yang memecah keheningan


"gue aja sampe keringat dingin begini Fik," balas Mawar yang berada di samping nya


"kalian ga pulang? ini udah terlalu malam loh, " tanya papah Berlyn


"Fira mau nunggu Berlyn sampai selesai om, lagian besok hari minggu, sekolah libur,"


"kita juga om mau nunggu Berlyn,"


"terimakasih ya sudah mau menemani Berlyn sampai detik ini," ucap mamah Berlyn


"iya tan, kita ga mungkin ninggalin Berlyn dalam kondisi seperti ini,"


ceklek


"bagaimana dok? semua berjalan dengan lancar kan?" tanya mamah Berlyn


"semua lancar, hanya saja di tengah-tengah operasi... Berlyn kejang-kejang akhirnya kritis dan setelah operasi nya selesai... Berlyn di nyatakan koma,"jelas sang dokter


"koma dok?" lirih mamah Berlyn yang langsung memeluk suami nya," sampai kapan?"


"saya tidak tau bu, untuk saat ini hanya menunggu keajaiban dari tuhan,"


"Berlyn Bar...." tangis Fira pecah kala mendengar informasi yang dokter katakan perihal Berlyn


"ssstt, lo harus yakin Berlyn pasti segera siuman oke?"


Daren yang melihat kekasih nya menangis itu pun ikut merasakan sakit, ingin sekali ia memeluk Fira dan menenangkan nya, tapi... apa boleh buat? Dirinya hanya bisa melihat Fira dari kejauhan saja


Termasuk yang lain nya pun merasa sedih mendengar kabar yang tidak meng enakan ini


"lo kuat Ber, lo harus bangkit! banyak orang-orang yang sayang sama lo Ber," gumam Qiya yang terus saja mengeluarkan air mata


Semua yang mendengar kabar Berlyn yang koma, mereka sangat sedih dan terpuruk, mereka tak menyangka salah satu sahabat nya menderita penyakit mematikan seperti yang Berlyn alami.


Sekuat apa pun ingin bertahan... jika tuhan sudah memanggil... kita bisa apa? Hanya pasrah, itulah yang selalu Berlyn ucapkan