
Daren yang duduk anteng di ruang tv melihat kedatangan orang tua nya yang baru saja sampai di rumah
Dengan semangat Daren menghampiri orang tua nya," gimana bun? Yah?"
Senyuman yang terbit dari sudut bibir kedua nya membuat Daren merasa yakin bahwa mereka membawakan kabar baik
Bunda nya mengusap kepala Daren dengan sayang," bunda udah turuti kemauan kamu,"
Akhirnya ini kabar bahagia yang selama ini ia tunggu-tunggu," rekasi mereka gimana?"
"Tentu saja mereka kecewa nak," sahut sang ayah
"Apa mereka marah?"
"Itu udah jelas, tapi... Apa boleh buat? Kita juga ga mau memaksakan yang tidak seharusnya terjadi," ujar sang bunda menjelaskan
"Bunda sama ayah ke kamar dulu ya, mau mandi udah lengket begini,"
"Iya bun, yah, sekali lagi makasi ya," ucap nya dengan tulus
"Apa si yang engga buat anak bunda yang ganteng ini,"
"Kapan-kapan bawa Fira ke rumah nak, ayah mau kenalan,"
"Siap ayah,"
~~
Saat ini Daren sudah berada di kamar milik nya, tangan nya langsung menyambar handphone untuk menghubungi kekasih nya, seraya berbagi kebahagiaan yang tengah ia alami
Sedangkan Fira yang hendak ingin menutup mata.. seketika mendengar suara handphone nya berbunyi. Setelah ia lihat nama si penelpon... Ternyata Daren orang nya
Tanpa pikir panjang Fira langsung menekan tombol hujau
"Hallo ren" sapa Fira
"Malam sayang," dengan suara seperti orang bahagia
"Iya malam juga, suara kamu kaya lagi bahagia gitu? Ada apa?"
"Aku lagi seneng bangeeeeeeettt karena pertunangan aku udah ga di lanjutin lagi, kamu udah tau?"
"Se seneng itu ya?" Fira terkikik geli," iya udah tau,"
" Jelas seneng banget lah akhir nya hubungan kita ga ada yang ganggu lagi," ucap nya dengan semangat
"Kamu ngasih alasan apa sama orang tua kamu? Sampai mereka nurut?"
Ga mungkin juga ia menceritakan yang sebenarnya, takut nya Fira akan marah.. lebih baik nanti saja ia kasih tau nya
"Ya .. karena aku ga cinta aja sama Qiya," ujar nya berbohong supaya Fira percaya
"Hmmm? Tapi.. aku kasian sama Qiya," dengan nada yang terdengar lesu
"Pikirin perasaan kamu Fir, aku gamau kamu bertidak bodoh dan maksa aku buat balik lagi ke Qiya! Aku gamau! Karen cuma kamu cewe aku satu-satu nya,"lanjut nya" kamu sayang kan sama aku?"
Fira tidak menyadari jika ada seseorang yang membuka pintu kamar nya karena terlalu sibuk mengobrol dengan Daren, alhasil orang itu mendengar percakapan antara kedua nya," Fira?Daren?" Gumam nya dengan pelan,
Ekhem
Fira menoleh ke arah sumber suara, kaget? Tentu saja ia sangat kaget," Bara?" Ucap dengan pelan, dengan buru-buru Fira mematikan sambungan telepon nya
Apa sepupu nya itu mendengar percakapan mereka? Pikir nya" sejak kapan disitu?" Tanya nya dengan hati-hati
"Kenapa? Kenapa lo tega Fir," ujar Bara tanpa berniat menjawab pertanyaan Fira," lo khianati kakak lo sendiri! "Bentak nya
Fira menundukkan kepalanya yang di susul dengan tetesan air mata karena mendengar bentakan Bara
" Gue ga khianati Qiya Bar!"
"Udah jelas-jelas lo berkhianat," desis nya
Semuanya sudah terlanjur, Bara mengetahui rahasia nya yang sudah ia tutup rapat-rapat
"Daren pacar gue,"
"Hah? Maksud lo?"
"Ya, Daren pacar gue.. kita udah lama pacaran.. setahun lebih dari kita masuk SMA,"
"Kenapa ga pernah cerita?"
"Gue yang minta buat backstreet, karena gamau orang-orang tau, terlebih lagi.. Daren adalah salah satu cowo berpengaruh di sekolah, "
"Kenapa sewaktu pertunangan mereka berlangsung lo diem aja? Ga ada niat buat cegah?"
"Gue.. ga tega liat wajah Qiya yang terlihat bahagia Bar, gue gamau merusak moment bahagia nya Qiya,"
"Dan lo nyakitin diri sendiri?"
" Gue harus gimana lagi? Karena itu cara satu-satu nya Bar... Lo liat sendiri kan? Gimana patah hati nya Qiya setelah denger kabar bahwa pertunangan dengan orang yang dia cintai di batal kan? Dia murung dan gue ga tega liat kakak gue kaya gitu," wajah nya di tutup oleh kedua telapak tangan Fira seraya menyalurkan rasa sedih nya
"Lo keren Fir, rela mengorbankan perasaan lo demi Qiya," ujar Bara dengan bangga atas sikap Fira " ga semua orang bisa sekuat lo, "
"Maaf Bar, gue ga pernah cerita masalah ini,"
"Kayanya kalo gue ga masuk kamar lo.. sampai kapan pun gue ga bakal tau masalah ini,"
"Maaf," cicit nya
"Gapapa Fir, maaf juga tadi udah bentak lo"
"Gapapa," ujar nya dengan tersenyum," Bar, gue mohon jangan bocorin masalah ini ya? Gue belum siap, dan gue takut mereka semua kecewa sama gue,"
"Iya.. gue ga bakal bocorin masalah ini, tenang aja. Yaudah ah gue jadi lupa tujuan gue ke sini, gue balik kamar ya? Selamat malam Zafira,"
"Malam juga Bara,"