
Banyak pasang mata yang berlalu lalang di area danau, cuaca yang begitu menyejuk kan di sore hari.. membuat pengunjung ingin berlama-lama berada di sana
"aku gamau liat kamu deket-deket sama cowo mana pun lagi... apalagi sahabat kamu itu si.. Berlyn," ujar nya memecah keheningan seraya mengeluarkan isi hati nya yang selama ini bersemayam
"kita cuma sahabatan, Ren," jelas nya
"aku ga terima apa pun alasan kamu Fir,"
yap, mereka Daren dan Fira . Daren selalu mencari celah agar bisa keluar bersama Fira, baru sekarang lah mereka bisa jalan berdua, meskipun harus banyak bohong kepada semua teman-teman nya
"kamu tau?aku ga suka liat kamu di tempelin banyak cowo, ya... kecuali sepupu kamu, Bara,"
"kita sahabatan udah lama Ren,"
"justru karena kalian sahabatan, aku ngerasa... Berlyn punya rasa sama kamu,"
"itu cuma perasaan kamu aja, percaya sama aku,"
"ga ada persahabatan antara cewe sama cowo secara murni Fir! meskipun bukan kamu yang suka sama itu cowo, tapi... dia? "
Fira hanya terdiam menanggapi, pikir nya.. tidak mungkin kan dirinya harus menjauhi sahabat dari kecil nya itu? Berlyn sudah ia anggap seperti kakak nya sendiri, sama seperti Bara
"Ren..."
"demi aku Fir, " pinta Daren yang kini sudah saling pandang satu sama lain,"demi aku," lirih nya," bahkan dia terang-terangan peluk kamu di saat kita lagi kumpul, dan parah nya.. dia sendiri tau kan? kalo kita pacaran? kenapa dia bisa-bisa nya peluk kamu?"
Fira di buat bingung, sangat-sangat bingung.. apa yang harus sekarang dirinya lakukan?
di satu sisi .. Berlyn adalah sahabat nya dari kecil, sedangkan Daren... kini menyandang sebagai kekasih nya
"aku ga mungkin jauhi Berlyn gitu aja," ucap nya dengan pelan," dia.. udah aku anggap sebagai kakak aku sendiri,"
"kamu harus tau Ren, aku cuma sayang sama kamu,percaya deh," ujar nya meyakinkan kekasih nya
"aku tetep ga suka sama Berlyn, sama Tiko juga,"
"rasa cemburu aku ga mandang siapa dia Fir,"ucap Daren," semua yang ada di kamu... punya aku semua," Daren memeluk Fira dengan posessif
"iya sayaaaangg,"
"aku masih boleh deket sama Berlyn kan?" tanya nya berhati-hati
"ah kamu maaaaahhh," rengek nya"ntar dia peluk-peluk kamu lagiiii, aku ga suka liat nya,"
"aku jamin... dia ga bakal peluk aku lagi,jandi deh.. ya ya ya ya?"pinta nya seraya menenangkan Daren kekasih nya
"janji?"
"iya sayang janji," ucap Fira sambil mencubit kedua pipi Daren dengan gemas"seneng deh ren, kita bisa berduaan lagi kaya gini," ujar nya
"apalagi aku Fir, seneng nya pake banget nget nget nget,"
"ada-ada aja kamu mah xixixi,"
"pengen deh rasa nya hubungan kita di publish, dan semua orang tau.. kalo kamu punya aku dan seterus nya akan tetap punya aku," ujar Daren ber angan-angan perihal hubungan nya
"kalo dari awal .. aku ga minta backstreet.. pasti hubungan kita ga bakal kaya gini," sesal Fira," maaf ya?" lirih nya
"udah Fir, udah lewat juga. sekarang kita cukup jalani semua nya dengan sebaik mungkin,"jelas nya
"makasi ya Ren, kamu selalu ngertiin aku," bersyukur sekali memilik kekasih seperti Daren, di mata nya..dia lelaki yang sempurna
kesempurnaan kekasih nya ini tidak bisa di jelas kan dengan kata-kata, karena Daren memang sesempurna itu di matanya
pantas saja banyak perempuan yang dengan terang-terangan menyukai Daren
siapa pun tidak akan ada yang akan menolak pesona nya, pembawaan nya yang lembut, baik, ramah dan yang paling penting... dia tidak pernah membentak nya sekalipun dirinya bersalah