I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 64



"Ssttt, Ren," Bisik Mahendra yang berada di samping Daren


"Apa?" jawab Daren tanpa suara


Mahendra mengarahkan pandangan nya ke arah Bara yang menelungkupkan wajah nya di lipatan tangan yang berada di atas meja.


Daren mengangkat bahu nya tidak tahu, ia juga bingung .. sedari tadi Bara hanya diam saja, bahkan ketika teman-teman nya yang lain bercanda gurau pun .. Bara diam tidak menyahut.


Tiko menepuk pundak Bara dua kali, hal itu pun membuat Bara bangkit dari tidur nya," Lo kenapa Bar? Kurang tidur? Sampe jam segini masih ngantuk," ujar Mahendra bertanya


Bukan nya menjawab pertanyaan Mahendra, Bara justru kembali memposisikan tubuh nya seperti semula.


"Dia ga tidur semaleman, jadi jangan di ganggu," balas Qiya memberi tahu teman-teman nya yang kepo dengan Bara.


"Ko bisa?" tanya Fika yang makin di buat penasaran


"Huft, semalam ... Fira nanyain Berlyn," ucap nya melemah," Gue bingung harus ngomong apa, dan sebisa mungkin ... gue sama Bara mengalihkan dulu, karena posisi nya juga kan udah malam di tambah lagi kondisi Fira belum sepenuh nya membaik,"


"Gue takut kalo Fira tau tentang Berlyn yang sebenar nya," Mahendra di buat khawatir dengan sesuatu yang akan terjadi nanti nya dengan Fira


"Ga mungkin juga kan kita semua sembunyiin masalah ini terus? Lama-lama juga Fira pasti curiga," timpal Tiko


" Yang gue takuti adalah kondisi Fira ketika mengetahui semua nya," sahut Qiya


"Kalo dia ga nerima kenyataan gimana?" tanya Mahendra


"Fira Pasti kecewa banget," balas Mawar


"Makan nya kita semua harus menyemangati dia, supaya dia ga merasa bersalah dengan semua masalah yang ada," balas Tiko dengan yakin, bagaimana pun juga ... Fira adalah salah satu orang yang ia cintai, meskipun cinta nya tidak bisa memiliki. Meskipun begitu ... Tiko akan selalu menjaga Fira dari jauh, ketika Fira butuh sandaran ... ia akan siap menampung nya dengan senang hati.


Mendengar perkataan-perkataan dari teman nya, diam-diam membuat Bara meneteskan air mata. "Gue ga akan biarin hal buruk terjadi sama lo Fir," lirih Bara dalam hati.


Mawar yang berada di samping Qiya pun dengan sigap memeluk nya untuk memberikan semangat bahwa dia tidak sendiri ... masih ada teman-teman nya yang peduli dan siap membantu.


~~


"Kira-kira Fira udah tidur belum ya?" Qiya berujar, sebab biasanya jam segini Fira sudah tidur siang


"Bagus dong Qi, yang penting kan dia baik-baik aja," balas Fika


"Iya nih, lo mah aneh," timpal Mahendra


"Mmmm iya juga si," balas Qiya sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


Argh


Aaaaaaaaaaaa


Praaaaaanngg


"Suara apa tuh? "


"Suaranya kaya di dalam ruangan Fira,"


Bara yang pertama kali mendengar suara bising itu pun langsung berlari masuk ke dalam ruangan Fira, dada nya naik turun ketika melihat kondisi Fira yang bisa dikatakan tidak baik-baik saja. Rambut nya acak-acakan, benda pecah berserakan dimana-mana, bahkan selimut dan bantal yang sering di gunakan pun melayang tak tentu arah.


Orang tua Fira yang berada di sana pun berusaha menenangkan anak nya, namun tidak membuah hasil.


Mamah Fira hanya bisa menangis dalam pelukan sang suami yang tidak kuasa melihat putri nya terpuruk.


"Om, tan, Fira kenapa?" tanya Bara dengan khawatir


"Mah, pah, kenapa bisa kaya gini?" ujar Qiya yang ikut bertanya


Sedangkan teman-teman nya saling pandang satu sama lain, sebenar nya ada apa ini? Itulah yang ada di pikiran mereka.


"Pergi kalian," teriak Fira yang melihat teman-teman nya datang menghampiri," Jangan deket-deket!" titah nya


Aaaaaaaaaaaa


Aaarrggghh


"Jangan sakiti diri lo Fir, kondisi lo belum stabil," ucap Qiya memberitahu


Mendengar Qiya berucap seperti itu ... membuat Fira tertawa sumbang," Asal lo tau! gue lebih baik mati!!" desis nya," kalian semua puas hah bikin gue merasa bersalah seumur hidup!!"


"Fira!!" bentak Bara, " Lo ngomong apasi?! gue ga suka denger nya,"


"Gue ga mau hidup dalam keadaan bersalah Bar, gue pembunuh, PEMBUNUH!!"


"Siapa yang bilang lo pembunuh Fir?! ga ada! jadi gausah mikir yang aneh-aneh bisa?!"


"Gue pembunuh Bara," lirih nya," Gue pembunuh," ucap nya melemah," kenapa kalian semua diem aja hah?! apa kalian semua senang?!" desis nya


"Kamu sebenar nya kenapa Fir? Kalo ada apa-apa itu cerita ," sahut Daren berusaha menenangkan


"Tante udah ceritakan semuanya tentang Berlyn sama Fira, sebab Fira terus sama memaksa ingin bertemu dengan Berlyn, dan hasil nya malah seperti ini," ujar Mamah Fira memberitahu


Deg


Jadi ini alasan yang membuat Fira jadi sekacau ini? Ternyata yang mereka takuti selama ini terjadi juga.


"Kalian semua jahat sama Fira!! kalian ga sayang sama Fira!"


"Tolong jangan seperti ini nak" Papah Fira yang sudah tidak kuasa melihat putri nya terus saja menyalahkan diri sendiri." Kasian tubuh kamu yang belum sembuh,"


"Terus Fira harus bagia gitu? Ketika seseorang udah ngorbanin nyawa nya untuk Fira?"


"Ini bukan salah lo Fir," sahut Bara


"Ini salah gue Bara! ini salah gue!! karen gue Berlyn jadi meninggal!!'


"Semua udah takdir, Berlyn meninggal karena tuhan lebih sayang sama dia," timpal Qiya


"Kalo dia ga donorin ginjal nya buat gue .. Berlyn ga akan meninggal secepat ini, dan gue yakin dia pasti masih hidup!"


Praaangg


Fira kembali membanting sebuah gelas yang ada di dekat nya


Teman-teman nya yang lain hanya bungkam seribu bahasa, mereka bingung harus mengatakan apa?


"Fir," lirih Daren," Udah ya? Jangan kaya gini, jangan sampai pengorbanan Berlyn sia-sia dan dia ga tenang di alam sana yang liat kamu kaya gini,"


"Berlyn meninggal karena dia udah di panggil sama yang maha kuasa Fir, bukan karena salah lo," timpal Tiko


" Lo gamau kan Fir liat Berlyn kecewa sama Lo?" sahut Mahendra


Tidak mendengarkan ucapan Fira yang terus saja menyuruh nya untuk tidak mendekat, Bara tetap berusaha agar bisa mendekap Fira dan ...


Hap


Fira terus saja berontak kala Bara memeluk nya dengan erat, tangan mungil nya memukul- mukul dada Bara, namun tidak membuat Bara menyerah.


"Cantik nya Bara, jangan nangis," bisik Bara tepat di telinga Fira. Dada nya sesak melihat Fira seperti ini


Mereka yang melihat itu pun tak kuasa menahan tangis nya, Mawar pergi keluar yang di susul oleh Fika, mereka berdua berpelukan," Gue ga tega Fik liat Fira kaya gitu," ucap nya di sela-sela tangisan


Tidak lama ada seorang dokter datang, itu ulah Mamah Fira yang memanggil nya. Mamah nya menyuruh dokter agar memberikan obat penenang untuk Fira supaya anak nya tidak kembali berontak .


"Menjauh kalian!," teriak Fira yang sadar dengan kedatangan dokter, namun Bara berusaha sekuat tenaga memegang Fira agar sang dokter melakukan nya dengan mudah.


"Menjauh kalian" ucap Fira mulai melemah dan kini mata nya sudah tertutup dengan rapat.


Kini mereka semua membereskan ruangan Fira yang sangat berantakan, itu pun dengan hati-hati sebab banyak sekali serpihan kaca berceceran dimana-mana.