I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 59



"bangun Ren, udah subuh," Bara memberitahu Daren supaya bangun untuk pergi sekolah


"eugh, masih ngantuk bun," balas Daren, cowo itu mengira bahwa yang membangunkan nya adalah sang bunda


"buset dah, suara laki begini malah di kira bunda nya," gumam Bara," buruan bangun curut! pulang sana! emang nya ga mau sekolah?"


Daren tidak juga menghiraukan ucapan Bara, cowo itu malah semakin nyenyak dalam tidur nya. Bara memiliki ide jahil, ia yakin cara nya ini akan membuat Daren terbangun.


Gudubrak


Gelak tawa Bara pecah tapi tidak terlalu kencang, ia melihat Daren terjatuh dari kursi akibat Bara menarik kencang kerah baju yang di pakai oleh Daren.


"asyuuuuu, ngajak ribut lo Bar!" sinis Daren yang tidak terima diperlakukan oleh Bara pada dirinya


"salah lo sendiri yang susah di bangunin, pulang sana, sekolah."


"males ah mau nungguin Fira aja, takut nya dia bangun pas ga ada gue," ucap nya sambil terbangun dari lantai dan kembali duduk di tempat semula


"ga ada!" tolak nya," pulang atau gue bakal izinin lo ketemu sama Fira lagi?" ancam Bara


"ck, ga asik ah lo mah!" gerutunya," yaudah iya gue pulang! puas?!"


"jelas," balas Bara dengan enteng


"emang lo ga bakal sekolah?" tanya Daren pada Bara


"sekolah, ntar berangkat nya nunggu om Haris sama Tante Dita ke sini dulu,"


"gue balik duluan Bar," pamit Daren


"yoi,"


Satu jam telah berlalu, selepas kepergian Daren... orang tua Fira datang untuk bergantian menunggu di ruang rawat.


"Bara berangkat ya om, tan," pamit Bara kepada orang tua Fira


"hati-hati Bar, makasih udah jagain Fira semaleman," ujar tante Dita


"iya tan sama-sama, lagian Fira sepupu Bara, jadi Bara sama sekali ga merasa keberatan," balas Bara dengan sopan," Bara sayang banget sama Fira mau pun Qiya, jadi Bara gamau mereka kenapa-kenapa, selagi ada Bara, Bara akan berusaha membuat mereka tidak terluka,"


"kamu anak baik Bar," sahut om Haris


Lain kali Bara tidak akan kecolongan lagi, ia akan memastikan bahwa si kembar tidak akan terluka.


Jarak dari rumah sakit menuju sekolah cukup memakan waktu banyak, jadi Bara harus berangkat lebih pagi dari biasanya, sebab ia takut datang terlambat.


~~


Jam istirahat banyak di gunakan untuk makan siang si kantin, begitupun dengan Daren dkk dan Fira dkk, tapi sayang nya saat ini tanpa kehadiran Fira, karena mereka tahu jika Fira sedang mengalami masa koma di rumah sakit.


Qiya yang sehari-hari nya terlihat ceria.. kini tidak menampakan wajah nya seceria waktu lalu, lebih tepat nya murung dan pendiam.


"keadaan Fira gimana Bar?" tanya Mawar penasaran dengan keadaan Fira


"masih sama War, belum ada perubahan," balas Bara dengan lesu


"semoga cepet sembuh deh ya," sahut Fika


"Amin Fik, makasih,"


"gue ga bisa ngebayangin deh, gimana reaksi Fira pas bangun nanti," ujar Mahendra sambil melirik ke arah teman-teman nya


"itu yang selama ini gue khawatirkan Dra," Bara menghela nafas panjang, ia juga bingung dengan masalah ini


"Fira itu kuat, gue yakin dia pasti ngerti sama apa yang menimpa nya sekarang," sahut Tiko memberi ketenangan pada teman-teman nya


"lo bener, Fira emang selalu terlihat kuat dalam keadaan apapun," timpal Daren," Qi," panggil Daren pada Qiya yang terus saja menunduk," maafin gue sama Fira ya? kita udah ga jujur selama ini sama lo,"


"harus nya gue yang minta maaf, karena ulah gue ... hubungan kalian renggang, gue juga ga nyangka kalo Fira sekuat itu liat pacar nya malah bertunangan sama gue, maaf ya Ren?" balas Qiya dengan tulus


"gapapa Qi, gue juga seneng kalo lo ga marah dan itu udah cukup ,"


"terharu banget gue sama masalah percintaan kalian," Fika berucap haru


"ga nyangka, ternyata lo sama si Fira pacaran, abis nya ga keliatan deket sama sekali," timpal Mawar


"Fira sengaja minta backstreet, karena dia gamau terlalu di pandang sama orang-orang sebab pacaran sama ketos,"


"oooohhh jadi itu alasan nya," sahut Mahendra sambil manggut-manggut


Harapan Tiko maupun Mahendra terhapus untuk ingin memiliki Fira, mereka tidak mau bersaing dengan Daren dan merusak hubungan kedua nya.


Tiko dan Mahendra saling pandang, mereka menghela nafas untuk menerima kenyataan yang pahit ini. Setelah tau jika kekasih Fira adalah Daren .. mau tidak mau mereka harus merelakan Fira dengan paksa, lagi pula mereka tidak ingin persahabatan nya rusak karena satu cewe


Mereka tidak mempermasalah kan itu, lagi pula cinta Fira pasti hanya untuk Daren seorang, terlihat dari sikap Fira kepada cowo-cowo... dia bukanlah tipikal cewe yang mudah jatuh cinta.