
Setelah libur selama seminggu, kini acara ajar mengajar mulai efektif kembali seperti biasa nya dan tidak ada acara free class.
Tidak ada yang berbeda.. semua berjalan dengan lancar
"Kenapa fik? Liatin jam mulu? Rusak?" Tanya mawar
"Bukan war," jawab nya dengan bisikan," tapi.. bentar lagi bel, gue udah ga tahan laper banget, soal nya tadi pagi ga sempet sarapan karena bangun nya kesiangan,"
"Pantes , biasanya lo udah mejeng di depan rumah tadi, ternyata.. kesiangan ceritanya," ujar mawar," kenapa bisa kesiangan?"
"Bia.."
Kriiiinggg
Ucapan fika terpotong dengan suara bel istirahat berbunyi
"Akhirnya," ucap fika dengan lega karena sudah mendengar suara bel
"Pelajaran hari ini, kita cukup kan dulu.. lain waktu kita bahas lagi, mengerti?" Ujar guru kimia" minggu depan kita praktek di ruang lab," lanjut nya sebelum meninggal kan kelas
"Kantin guys," ajak fika" ayo dong ih .. ntar ajalah beresin buku nya," gerutu fika," laper nih,"
"Ck, bawel lo fik," sahut mawar
Ke empat nya sedang berjalan beriringan menuju kantin sekolah
Sesampai nya di kantin kini mereka duduk di tempat seperti biasa nya. Dan seperti biasa .. fika lah yang akan rela mengantri untuk memesan makanan untuk mereka.
Selang beberapa menit, Daren dkk ikut nimbrung di meja mereka.
"Udah pada pesen belum," tanya daren kepada para cewe
" Udah ren, fika yang pesenin," jawab qiya dengan lembut dan tidak lupa dengan sebuah senyuman nya
Daren hanya menanggapi nya dengan anggukan kepala
"Dra, pesenin makan gih.. gue yang traktir," ujar daren memerintah mahendra
"Nih," Daren menyodorkan uang seratus ribu kepada daren untuk membeli makanan untuk nya," samain aja, biar ga repot,"
Kaki mahendra sudah melenggang pergi ke tempat yang akan ia tuju
"Ga kaya biasanya kantin penuh begini, berasa kaya antri pembagian bansos," celetuk mawar
"Lo dapet bansos war?" Tanya daren
"Kagak lah ogeb, tapi.. kalau pun iya keluarga gue dapet nih, pasti gue kasih lagi ke orang yang lebih membutuh kan," jelas nya.
"Bisa aja ya kan? secara gitu.. lo termasuk orang yang antusias banget kalo dapet gratisan," celetuk fika yang baru sampai di meja nya serta di ikuti dengan kedatangan mahendra di belakang nya
"Enak aja lo fik!" Ujar nya tak terima
"Udah ah kita makan, laper gue," lerai daren
Semua nya fokus dengan makanan masing-masing
"Pulang sekolah kita ngafe dulu yu?" Ajak mawar
"Gue sama fira ga bisa , soal nya mamah papah hari ini pulang. Dan kemungkinan mereka udah ada di rumah sekarang," tolak qiya dengan halus, meskipun sebenar nya tidak enak karena menolak ajakan teman nya itu," sorry ya guys,"
"Yaaaahhh," ujar mawar dengan kecewa," gapapa deh lain kali aja,"
"Ren, qi, emang nya osis lagi ga sibuk? Soalnya kalian jarang keliatan kumpulan osis," tanya mahendra
"Kepala sekolah nyuruh gue buat fokus sama materi olimpiade dulu buat ntar lomba 2 minggu lagi, termasuk qiya sama tiko juga ikut, soal nya kita satu regu," jelas Daren
"Oh iya ya , kalian kan jadi perwakilan sekolah kita buat lomba olimpiade," sahut fika
" Udah sampe mana persiapan kalian?" Tanya mahendra ikut nimbrung
"Lumayan udah maksimal, minta doa dari kalian juga ya, supaya kita tambah semangat" ujar daren meminta dukungan dari teman-teman nya
"Pasti itu mah ren tenang aja," sahut mawar," kita pasti dukung kalian semaksimal mungkin," lanjut nya dengan semangat