I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 78



Setelah kepergian Bara .. dengan perlahan Fira membuka kotak biru muda pemberian dari Berlyn, dan ternyata isi nya sebuah kalung dengan liontin berlian berwarna biru juga.


Melihat nya saja sudah membuat Fira meremas dada nya dengan sesak, dan bukan hanya itu, di dalam kotak itu pula terdapat sebuah memori .. tanpa pikir panjang .. Fira langsung mengambil nya.


Sebelum memasangkan memori itu .. Fira justru meraih lebih dulu sebuah surat.


Fira membuka isi surat itu untuk dirinya baca.


*Dari : Berlyn yang tampan


Untuk : Fira bidadari nya Berlyn hehe


Hai, cantik


"Gue gatau... lo baca surat dari aku pagi, siang atau malam. Yang gue tau cuma mencintai lo aja, maaf ya gombal dikit."


"Gue cuma ucapin banyak-banyak terimakasih sama lo, karena gue belajar banyak dari lo bahwa cinta tidak harus memiliki."


"Meskipun bahagia lo bukan sama gue .. tapi gue tetep bahagia liat lo bahagia sama orang yang lo cintai sekarang."


"Kadang merelakan adalah jalan terbaik ya Fir? Kaya gue misal nya."


"Gue selalu berdoa buat lo Fir.. supaya lo diberi kelimpahan bahagia yang ga ada ujung nya,"


"Sebenernya pengen banget tulis surat yang panjang buat lo, cuma .. tangan gue udah pegel jadi udah aja ya? Soalnya udah lemes banget nih,"


"Gue juga udah simpen memori di kotak biru, jangan lupa liat isi nya ya,"


"Kalo gitu gue akhiri,"


"Dadah bidadari nya Berlyn,"


--Salam hangat dari Berlyn*--


Fira terisak kala membaca isi surat dari Berlyn, ternyata .. secinta itukah Berlyn pada nya," Maaf, Ber ... gue udah jahat ga nerima cinta lo. Tapi dengan berbaik hati nya .. lo pertaruhkan nyawa lo yang udah di ujung tanduk itu buat gue," lirih nya dengan sebuah tangisan.


"Gue jahat banget ya Ber? Harus nya lo ga usah tolongin gue waktu itu Ber, supaya kita bisa bareng-bareng di atas sana," ucap nya di sela-sela tangisan


"Gue janji Ber, akan selalu bahagia sesuai permintaan lo, dan makasih juga udah kasih doa terbaik buat gue," lirih nya yang sudah tidak kuat lagi.


Seketika saja .. Fira langsung memasukan memori yang ia pegang ke dalam handphone milik nya.


Setelah mengotak-atik isi nya .. ternyata hanya ada sebuah vidio, tanpa pikir panjang Fira pun langsung memutar vidio dan menampilkan seorang Berlyn disana yang terduduk di kursi roda dengan berbagai macam alat medis di tubuh nya.


Wajah nya sangat pucat sekali, bahkan bibir nya pun ikut pucat dan terlihat keting.


Tubuh nya turun drastis, berbeda dengan yang Fira lihat waktu lalu.


Fira menutup mulut nya dengan sebelah tangan kala melihat kondisi Berlyn yang sangat menyayat hati nya.


Tubuh nya bergetar hebat ketika mendengar suara Berlyn yang lemah di sana.


Yang Fira lihat .. Berlyn terlihat sedang menahan sakit , terbukti dari raut wajah nya yang sesekali meringis dan kedua tangan nya pun mengepal kuat.


"*Pagi cantik," sapa Berlyn," Eh tapi .. gue gatau kalo lo liat vidio gue ini pagi, siang, atau malam ya, hehe, maaf."


"Lagi apa nih?"tanya Berlyn," Pasti lagi bahagia kan? Secara .. lo sekarang udah lulus, tapi sayang nya .. gue ga belum sempet nanya kalo lo mau lanjut kemana nanti nya," ujar Berlyn dengan nada kecewa*


"Gue mau lanjut ke Harvard Ber, bareng Qiya sama Bara juga," balas Fira pada Berlyn yang berada di dalam vidio, air mata nya pun tak henti-henti mengalir .


"Tapi gapapa deh, mau lo lanjut kemana pun .. gue ikut seneng,"ujar nya sambil tersenyum.


"*Oh iya sampe lupa, selamat ya atas kelulusan lo Fir, semoga ini menjadi awal kebahagiaan lo yang sesungguh nya,"


"Tapi .. gue malah pergi duluan,"


"Maaf ya*?"


"Lo ga salah Ber, ga salah sama sekali," lirih nya


"Jangan lupa kalung dari gue pake ya? Biar gue seneng liat pemberian dari gue lo pake," harap Berlyn


Fira mengangguk mantap seraya mengiyakan permintaan Berlyn.


"Tapi izin dulu sama pacar lo, takut nya dia marah liat lo pake kalung pemberian dari gue,"


"Kalo ga di bolehin .. gapapa ko, lagian .. gue siapa lo? Cuma sebatas sahabat kan?"


"Gue akan tetep pake kalung ini ko Ber, lo tenang aja," sahut Fira dengan yakin, dirinya tidak peduli jika Daren setuju atau tidak.


"Kondisi gue mengkhawatirkan banget ya Fir? Lo ilfill ga liat nya?"


Fira menggeleng dengan kuat


"*Meskipun gue pengen hidup lebih lama .. tapi tetap aja Fir gue ga kuat sama rasa sakit ini, menyiksa gue banget."


"Makan nya .. gue lebih memilih pasrah aja,"


"Lo ga sampe nyalahin mereka dan diri lo sendiri kan," tanya Berlyn memastikan


"Jangan salahin mereka ya Fir? Mereka sama sekali ga salah atas masalah ini, karena semua ini murni paksaan dari gue,"


"Dan gue harap juga lo ga sampe nyalahin diri sendiri, karena gue lakuin ini semua karena sayang sama lo, gue gamau pergi gitu aja tanpa melakukan kebaikan."


"Dengan begitu .. lo ga akan ngerasain sakit-sakitan kaya gue Fir, cukup gue aja yang rasain gimana sakit nya menahan semua ini... dan lo mah jangan, karena gue ga mau liat lo menderita kaya gue,"


"Uhuk Uhuk," Berlyn terbatuk cukup keras sampai mengeluarkan darah*


Fira memegang dada nya sesak melihat Berlyn yang berusaha menahan sakit yang menjalar di tubuh nya.


"Maaf ya Fir gue akhiri sekarang,"


"Gue udah ga kuat Fir, dan malam ini kan jadwal Gue buat donorin ginjal Gue buat lo, jadi .. gue pengen kondisi gue ini baik-baik aja nanti malam."


"Nanti malam boleh kan gue cium kening lo buat yang terakhir kali? " pinta nya


"Kalo gitu .. gue pamit nya?"


"Dan maaf ga sempet pamitan secara langsung sama lo, karena gue ngerasa ga yakin .. sehabis operasi nanti .. gue bakal selamat atau engga,"


"Selamat tinggal Fira, jangan pernah lupain gue ya? Soalnya gue juga ga bakal lupain lo," ujar nya dengan cengiran, sampai deretan gigi putih nya pun terlihat jelas.


"I Love You Zafira Auliana Dananta, bye." Berlyn mengakhiri vidio nya yang di tujukan kepada Fira seseorang yang sangat berarti bagi nya dan tidak lupa dengan lambaian tangan sebagai akhir dari semua nya.


Setelah vidio itu selesai .. Fira semakin di buat menangis sejadi-jadi nya, bahkan Fira sampai memukul bantal yang ada di dalam pangkuan nya seraya menyalurkan emosi nya saat ini.


"Aaaaaaaaaaaaaaa," teriak nya di sela-sela tangisan


Teringat dengan kalung pemberian dari Berlyn, Fira langsung meraih nya dan kemudian memakai kan nya di leher putih milik Fira.


Fira mengusap lembut kalung yang sudah terpajang di leher nya,"Makasih Ber, kalung nya cantik," lirih Fira


Seketika Fira langsung memeluk semua pemberian dari Berlyn dengan erat, seraya membayangkan jika Berlyn lah yang sedang Fira peluk.