
"selamat sore anak-anak," ujar sang mc seraya menyapa peserta olimpiade serta pendukung sekolah nya masing-masing
Olimpiade kali ini di adakan sore hari, semua pendukung sudah setia duduk di tempat nya masing-masing yang telah di siap kan oleh pihak yang bertanggung jawab atas hal ini.
"Terimakasih saya ucapkan atas kehadiran para juri yang terhormat," sang mc seraya membungkukkan badan nya," beri tepuk tangan yang meriah anak-anak," suara tepuk tangan terdengar sangat meriah
Olimpiade kali ini terdiri dari tiga regu, dan per regu nya terdapat tiga orang pemain
Semua yang hadir tampak bersemangat untuk mendukung regu sekolah nya masing-masing
"Gue yakin, sekolah kita bakal menang," ucap Mawar dengan yakin
"Tanpa buang-buang waktu, mari kita mulai sesi pertama... Sebelum itu.. regu A dari SMA Bakti Bumi, apakah sudah siap?!"
"Siap," ucap nya serentak dengan tegas serta pendukung nya memberikan tepuk tangan
"Regu B dari SMA Causa Huba, apakah kalian sudah siap?!"
"Siap," suara tepuk tangan terdengar lebih meriah dari sebelum nya
" Regu C dari SMA Melati 1, apakah kalian juga siap?!"
"Siap,"
"Baiklah, di karenakan semua peserta sudah siap, mari kita mulai,"
Satu per satu pertanyaan telah di lontarkan oleh juri, sorakan demi sorakan pun terdengar sangat meriah
Dari banyak nya pendukung, ada sepasang mata menatap ke arah Qiya yang berada di depan nya
"Alqiya," gumam nya dengan mata berbinar, matanya menelisik ke arah lain seraya mencari seseorang yang ia cari, namun.. ia tidak menemukan nya
Kini hanya regu B dan C saja yang sedang bersaing, karena regu A sudah ter eliminasi sebab point nya paling rendah dan tertinggal sangat jauh. Posisi kedua nya saat ini seri.. dan itu membuat pendukung di buat deg-degan
"SMA Causa Huba Pasti bisaaaaa," teriak Fika dengan lantang sambil berdiri, membuat pendukung lain nya menoleh ke arah Fika
"Fik! Duduk! Malu diliatin orang," ucap Mawar dengan pelan
Fira menunduk karena malu dengan tingkah Fika teman nya
"Si Qiya keren ya Fir," puji Bara, ia merasa bangga kepada sepupu nya...Bara tak menyangka bahwa Qiya sepintar itu
"Daren sama Tiko juga keren Bar," imbuh Fika
"Semuanya keren pokonya," sahut Mawar
Prok prok prok
Suara tepuk tangan di akhir acara ini sangat-sangat meriah, karena pemenang sudah di depan mata
"Akhirnya, kita sudah memiliki pemenang.. selamat untuk SMA Causa Huba, kalian menjadi pemenang bertahan berturut-turut di setiap tahun nya,"
Piala yang berukuran besar kini sudah di tangan pemenang, ketiga nya memegang piala itu secara bersamaan sambil mengangkat piala nya ke atas dengan penuh rasa bangga
"Atas dukungan dan partisipasi nya, saya ucap kan terima kasih, dan sampai jumpa di kesempatan selanjut nya," ucap sang mc mengakhiri acara
Setelah mendengar pemenang akhir, semua peserta sudah membubar kan diri nya masing-masing
"Jangan lama," ucap teman-teman nya
"Itu si pemenang kita pada kemana si!," Gerutu Fika," pengen ngucapin selamet juga,"
"Paling masih sesi foto- foto,"celetuk Bara
~~
"Lega nya, dari tadi gue tahan," ujar Fira
Hap
Fira menoleh ke belakang, karena merasakan tangan nya ada yang menyekal. Dahi Fira mengerut kala melihat wajah lelaki yang ia lihat, merasa ... Tidak asing lagi bagi nya
"Rara," panggil nya dengan lembut
Itu nama panggilan dari seseorang yang sering di gunakan oleh sahabat semasa kecil nya.
Fira sadar lelaki yang di depan nya ini sekarang adalah sahabat nya yang menghilang beberapa tahun lalu.
"Beryl," pekik Fira, " ini beneran lo?" tanya nya merasa tak menyangka akibat pertemuan mereka secara tidak sengaja
"Iya Rara ini gue Beryl sahabat lo," jawab Beryl dengan nada suara selembut mungkin
"Aaaaaaaaaaa kaangeeeeeeennnn," rengek Fira. Beryl pun merentangkan kedua tangan nya seraya memberi ruang untuk Fira
Mereka berpelukan seraya menyalurkan rasa rindu yang ada dalam diri mereka masing-masing
Terlalu hanyut dalam rasa rindu, hingga mereka tidak sadar akan kehadiran seseorang
Tangan nya mengepal kuat, kuku nya memutih menahan rasa cemburu, marah yang bercampur aduk
Dia Daren yang melihat adegan berpelukan antara kekasih nya dengan seorang lelaki. Tanpa belas kasihan Daren menarik kerah belakang milik lelaki itu hingga tersungkur jatuh ke tanah
"Beryl," pekik Fira dengan kaget melihat sahabat nya tersungkur hingga terjatuh
Fira tak kalah kaget ketika melihat siapa yang sudah melakukan nya, "Ren, apa-apaan si!" Ucap Fira, kemudian membantu Beryl untuk bangun
"Kamu yang apa-apaan Fir!! Kamu pelukan sama dia," ujar nya sambil menunjuk ke arah lelaki itu
"Jangan mikir yang negatif dulu ren!"pinta nya
Sedangkan Beryl hanya menatap pertengkaran kedua nya
Daren menatap lelaki bernama Beryl yang Fira sebut nama nya
"Siapa lo?! Berani-berani nya peluk cewe gue!" Desis nya dengan tatapan tajam
Beryl menatap Rara sekilas," cewe lo?" Beo nya sambil mengangkat satu alis milik nya
Sekarang ia ngerti, ternyata lelaki itu marah karena salah paham
"Iya Fira cewe gue!"ucap nya sambil menarik tangan Fira agar lebih dekat