
Sepulang sekolah Fira tertidur hingga sore hari
Eugh
Lenguhan kecil khas bangun tidur," udah sore ternyata," gumam nya," haus,"
Bangkit dari tidur nya karena tenggorokan nya merasa kering sekali, ia pun keluar kamar
Sebelum ke bawah..terlebih dahulu Fira menuju kamar Qiya yang berada di samping nya
Ceklek
Hening, kamar Qiya kosong tidak berpenghuni, karena Fira sudah mencari nya ke setiap sudut ruangan
Pikir nya mungkin ada di lantai bawah. Kaki Fira terlebih dahulu melangkah ke arah dapur sebab ingin mengambil minum
"Sepi banget ini rumah," gumam nya," pada kemana si?"
"Tumben-tumbenan juga si Bara ga keliatan, biasanya jam segini dia suka menonton acara televisi kesukaan nya,"
"Telepon ajalah," pikir nya
"Ck, so sibuk banget pake acara ga di angkat segala," gerutu nya
"Ini anak dua-duanya susah banget angkat telepon dari gue!! Bodo ah males,"
Merasa kesepian di dalam rumah, lebih baik dirinya pergi ke super market terdekat, karena... rasa-rasa nya seperti ingin makan ice cream sama ngemil
~~
Setelah membayar belanjaan, Fira di kaget kan dengan kedatangan Mahendra," Fir," panggil nya
Karen Fira sedang fokus dengan ice cream milik nya, jadi ia merasa kaget dengan sapaan Mahendra," kaget gue dra,"
"Abis nya lo fokus amat,"
"Gue kalo lagi makan ice cream emang suka begini dra," ucap nya sambil nyengir kuda"nyari siapa dra?" Tanya Fira, sebab Mahendra terlihat sedang celingukan
"Lo sama siapa?"
"Sendirian aja,"
"Tumben banget, biasanya juga sepupu lo si Bara itu suka ngintilin lo kalo pergi kemana-mana," ujar nya dengan terkikik geli
" Masalah nya si Bara ga ada di rumah.. Qiya juga engga ada ,"
"Dan lo ga di ajak gitu," ujar nya meyakin kan
"Abis bangun tidur gue nya.. pas gue bangun udah ga ada siapa-siapa di rumah, makannya gue mutusin buat ke super market aja.. sekalian mengusir rasa bosan,"
"Gue anterin lo pulang boleh?"
"Gapapa, sekalian nemenin lo biar ga sendirian,"
Setelah menimbang tawaran Mahendra.. seperti nya boleh juga," mmm boleh deh," Fira pun menaiki motor Mahendra
~~
Motor Mahendra sudah terparkir indah di rumah Fira
"Makasih dra, ayo masuk," suruh nya ketika turun dari motor Mahendra
Mereka berdua masuk dan menuju ruang tv
Di dalam rumah mereka tidak hanya berdua, melainkan ada art dan juga ada seorang supir di depan rumah nya yang sedang meminum kopi
"Duduk Dra, gue mau ambil minum dulu di dapur,"
"Iya Fir, makasi,"
Hati Mahendra berdebar tidak karuan kala berdekatan dengan Fira," huuuuuhhh," Mahendra membuang nafas pelan," lo udah janji Dra bakal lepasin Fira buat Tiko, gue ga mau di sangka sebagai sahabat yang ga bisa memegang ucapan nya," monolog Mahendra
"Tahan Dra tahan, pasti bisa," gumam nya meyakin kan hati nya
"Dada lo kenapa Dra? Sakit?" Fira bertanya yang baru kembali dari dapur melihat Mahendra memegang dadanya
Mahendra yang sadar akan hal itu pun langsung menurunkan tangan nya," eh gapapa Fir iya gapapa," jawab nya dengan gugup
"Aneh lo"
"Hehe"
" Nih minum dulu,"
"Makasi Fir," Mahendra meminum minuman yang di berikan Fira
"Tumben Dra bertamu," tanya Bara yang berada di belakang mereka berdua
Bara pulang dengan Qiya di samping nya," kalian pergi kemana? Kenapa ga ngajak gue? Gue teleponin juga ga kalian angkat" cerca nya dengan nada sewot
"Gue ajak Qiya ke pantai, karena cuaca nya enak banget buat mantai, dan.. kenapa gue ga ngajak lo, ya karena lo nya tidur.. jadi gue kasian buat bangunin lo. Soal lo yang neleponin gue .. gue ga bawa hp, hp nya ada di kamar dan begitu pun dengan Qiya," jelas nya
"Pertanyaan gue belum di jawab, tumben lo bertamu Dra," tanya melirik ke arah Mahendra
"Cuma kebetulan aja, soalnya gue liat Fira keluar dari super market sendirian, jadi ya.. gue anter dia pulang sekalian nemenin dia,"
"Oh," Bara hanya ber oh ria
"Gue ke kamar dulu, ganti baju," ujar Qiya
Sepeninggalan Qiya, kini merek bertiga di ruang tv sambil menikmati cemilan yang di beli Fira di super market tadi