I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 11



...Gelap ku lebih indah di bandingkan dengan pelangi yang kamu tawarkan...


...Tiko Candana...


         ____________________________________


Tepat pada hari senin, semua siswa SMA Causa Huba melaksanakan ulangan tengah semester. Ada yang terlihat santai karena sudah belajar, ada yang membawa contekan, dan ada juga yang heboh berdiskusi untuk saling berbagi jawaban.


"Lo kenapa war?"tanya qiya, karena melihat teman nya itu sedang komat-kamit tidak jelas.


Fika yang sedari tadi menutup mata seraya menghafal materi-materi pelajaran hari ini dalam hati, kini menoleh ke arah mawar


Sedang kan fira hanya memain kan handphone milik nya seraya bermain game layak nya anak sd.


"Diem deh qi," gerutunya, gue lagi hafalin materi nih takut lupa," jawab nya dengan lesu


"Ya kalo mau hafalin materi mah di rumah war, bukan di sekolah," ujar qiya


"Semalem gue ketiduran huaaaaaaaa," ucap nya," soal nya nonton drakor, mana cerita nya bikin gue mewek anjrot," lanjut nya dengan nada seperti orang sedih


"Salah lo sendiri, udah tau ada ulangan.. malah ngedrakor," sahut fika


"Udah ga aneh fik, si mawar kan emang begitu orang nya," ujar qiya


"Ah udah lah kalo kalian cuma ngerecokin gue, mendingan kalian diem gue mau fokus," ucap nya dengan ketus


Mendengar perdebatan ketiga teman nya memang tidak pernah habis, bahkan sehari saja mereka tidak pernah akur, pasti ada saja perdebatan yang unfaedah menurut nya.


Kriiiiiiiinggg


Hari pertama dan di jam pertama di isi dengan mata pelajaran Matematika, seisi kelas heboh karena nya. Bahkan hampir semua siswa tidak menyukai mata pelajaran tersebut.


1 jam berkutat dengan soal-soal yang membuat kepalanya hampir meledak karena banyak nya angka di dalam kertas soal.


Dalam satu hari yang akan di ulangan kan hanya dua mata pelajaran ,dan akan berlanjut hingga satu minggu ke depan .


Setelah selesai mata pelajaran pertaman, semua siswa di istirahat kan terlebih dahulu selama 30 menit.


Daren dkk tidak mempergunakan waktu istirahat nya ke kantin, namun hanya duduk santai di depan kelas sambil mengobrol ringan.


"Parah si ini mah ko, ren," ujar Mahendra


"Parah apanya?,"  Tanya Daren


"Soal matematika yang tadi ren," ujar nya dengan heboh sambil menggebrak meja yang di duduki nya," pada beranak soal nya, gila itu guru ga kira-kira ngasih soal," lanjut nya dengan geleng-geleng kepala," gue aja sampe keringet dingin liat soal nya,"


"Lo nya aja yang kurang belajar, makan nya rusuh," sahut Tiko sekena nya


"Belajar yang bener dra, jangan cuma di liat doang sambil di bolak- balikin buku nya. Kalo gitu mah percuma ," ujar daren


"Kalian mah enak pinter, liat sampul buku nya doang juga pasti langsung hafal. Ga kaya gue harus nelen lembaran kertas biar bisa menyatu dengan tubuh gue materinya," ucap mahendra


"Dapet konsep dari mana dra? Yang ada juga lo kelaparan kali sampe makan kertas segala," Daren terheran-heran


"Agak lain ya si Mahendra," tanya Tiko kepada Daren. Sang empu yang di tanya pun hanya mengangguk saja.


"Gausah banyak komentar diem aja yang tenang," ucap Mahendra dengan mendelik kan mata nya


Kedua nya hanya mengangkat kedua bahu nya dengan acuh


"Ga ada besti-besti nya banget lo berdua sama gue," dengan nada seperti orang sedang marah


"Jijik gue dra liat lo begitu," ujar Daren bergidik ngeri


Ketika Mahendra hendak berbicara kembali, namun sayang nya terpotong dengan suara bel berbunyi yang menandakan mata pelajaran terakhir akan di laksanakan


Kriiiiinggg


Semua kelas memang tidak di pisah, namun duduk nya saja yang di acak, serta soal-soal nya pun tidak sama melain kan di bagi menjadi tiga bagian yaitu kelompok A , B dan C.


Mata pelajaran yang ke dua sedang di laksanakan, semua siswa pun sibuk di buat pusing kembali dengan soal-soal ulangan yang membuat mereka harus berfikir keras.


Mungkin bagi orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, semua soal akan terlihat biasa saja karena sudah berada di luar kepala.


Waktu yang di berikan untuk mata pelajaran ke dua juga sama hanya satu jam.


Selama satu jam penuh , lembar demi lembar kini sudah terlewati dan membuat kelegaan di hati masing-masing siswa.


Fira dkk sudah keluar kelas, tapi mereka belum beranjak untuk pulang melainkan ingin ke kantin terlebih dahulu, ketika istirahat tadi mereka tidak ke kantin karena mereka rasa takut nya tidak cukup waktu, apalagi waktu istirahat yang di berikan hanya 30 menit.


"Seperti biasa gue aja yang pesen, kalian mau apa," tanya fika seraya melirik satu per satu teman nya


"Samain kaya qiya aja,"ujar fira


"Heh fir, kakak lo belum ngomong mau pesen apaan! Udah maen samain aja heran gue," jawab fika terheran-heran dengan tingkah laku fira


"Bakso aja, panas- panas gini kaya nya enak," qiya menjawab


"Samain juga deh, males mikir ," sahut mawar


"Fiks semua bakso, minum nya es jeruk ya biar seger?" Tanya fika


Mereka bertiga kompak mengangguk


Fika mengangkat ke dua jempol nya, kemudian melenggang pergi ke tempat tukang bakso.


Menunggu pesanan datang, meja mereka di datangi Daren dkk yang ternyata belum juga pulang.


"Hai neng firaaa," goda mahendra," kirain udah pulang neng," lanjutnya


Mendengar sapaan dari mulut mahendra, fira hanya membalas nya dengan senyuman.


"Jangan senyum-senyum gitu neng, nanti aa diabetes," ujar nya dengan terkekeh," soalnya senyum neng fira mah manis nya ga ada obat,"


"Receh banget gombalan lo dra," sahut mawar sambil menggeplak kepalanya tidak terlalu keras.


Mahendra mengaduh kesakitan karena kepala nya di geplak oleh cewe bar-bar di depan nya," sialan lo war jadi cewe bar-bar banget, ga laku baru tau rasa lo,"


"Dih iye banget lo jadi cowo,"ujar mawar


"Harus nya lo itu sebagai cewe mesti nya terlihat anggun kaya si fira sama si qiya," ucap mahendra memuji si kembar" bukan nya malah kaya nenek lampir,"


Mendengar dirinya di sebut nenek lampir tentu saja tidak terima, mana mungkin dirinya nya yang cantik, putih, bahenol ini dikatain nenek lampir," heh kutu kupret! Ngomong apa lo barusan? Ngatain gue nenek lampir," ucap nya sembari bedecak pinggang sambil berdiri," mata lo katarak!  makan nya ga bisa liat kecantikan gue yang ga ada bandingan nya ini," lanjut nya sambil mengibaskan rambut nya ke belakang


"Ck, udah si! Kalian kalo ketemu pasti ribut terus. Jodoh baru tau rasa," sahut Daren


Mata nya melotot tak terima dengan ucapan Daren," enak aja lo ren kalo ngomong ga pernah di filter. Yakali gue yang cakep kaya manu rios gini di jodohin sama si onoh," mata nya sambil melirik ke arah mawar sekilas


"Gue juga ogah berjodoh sama kodok kaya lo," jelas mawar


"Di bilangin udah ya udah, ini malah lanjut part 2 ," ujar Daren dengan menggeleng-geleng kan kepala nya


"Yuhuuuuuuuu pesanan datang," akhir nya fika pun datang membawa pesanan yang sedari tadi fira dkk tunggu," ada apaan nih ko heboh? "Lanjut nya seraya bertanya


"Gapapa fik, ayo kita makan aja," ucap qiya menengahi supaya tidak terjadi saling adu mulut lagi


Suasana di kantin memang tidak terlalu ramai, karena sebagian siswa sudah memilih pulang, atau mungkin nongkrong di luar.


"Tumben lo cowo-cowo belum pulang," tanya fika sembari memakan bakso nya


"Lah gimana mau pulang orang pawang nya masih ada di sini," sahut mahendra


"Eh iyaya," ujar fika," kalian ga pesen apa-apa?"


"Engga deh masih kenyang sama soal-soal ulangan tadi," celetuk mahendra


"Tap .." ketika fika hendak ingin bertanya kembali, namun di urung kan karena Daren memotong ucapan nya


"Makan abisin dulu fik gausah banyak bacot,"


"Iya pak ketos siap," dengan nada malas fika menjawab nya


Sedang kan Daren hanya mencuri- curi pandang ke arah kekasih nya. Namun kegiatan tersebut di pergoki oleh tiko.


Tiko tak ingin ambil pusing dengan sikap Daren, masa bodo toh itu bukan urusan nya. Ya meskipun dalam hati nya menaruh rasa curiga


Meskipun saat ini fira sedang memakan bakso, namun fikiran nya terus saja berputar mengenai hubungan diri nya maupun hubungan kakak nya.


"Tumben lo qi ga banyak omong," celetuk mahendra


Seisi meja kini menoleh ke arah qiya, ya benar saja memang tidak biasa nya seperti ini.


"Lagi marahan sama si ketos?," Tanya fika


" Hah? Engga ko biasa aja," jawab qiya seadanya


"Keliatan kali qi, lo ga pandai berbohong," ujar mawar, " lo apaanin sahabat gue!" Lanjut nya seraya bertanya kepada Daren dengan mata sambil melotot


"Awas mata lo loncat," sahut mahendra


"Diem lo! Gue lagi ngomong sama si ketos ini nih," tangan nya sambil menunjuk ke arah Daren


" Udah war," tangan nya seraya menyuruh mawar kembali duduk," gue gapapa beneran," ucap nya meyakin kan ," lagian kalo gue sama Daren ga ngobrol... emang nya salah? Engga kan? Mungkin karena memang ga ada yang harus di obrolin aja," lanjut nya sembari tersenyum


"Gausah ngurusin hubungan orang," sahut tiko yang sedari tadi diam saja


"Gue kaya gini karena peduli sama sahabat gue ya, bukan nya mau ikut campur," ujar mawar tak terima


Karena acara makan nya sudah selesai, mereka memilih untuk pulang ke rumah masing-masing.