I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 54



"di minum Fir," awal nya Fira menolak ajakan Daren untuk berkunjung ke rumah lelaki itu, bukan tanpa asalan, justru Fira di buat takut oleh kedua orang tua Daren , pasal nya takut di tanya yang aneh-aneh, apalagi sebelum nya Daren sempat bertunangan dengan Qiya kakak nya


"aku takut Ren, pulang aja yu," ajak Fira, sebab kondisi hati nya deg-degan tak karuan


"takut kenapa hm? "


"orang tua kamu," ucap nya sambil berbisik


"iya.. orang tua aku kenapa?"


"ish kamu maaaahhh, nanti mereka ga suka sama aku," dengan wajah yang di tekuk


"siapa yang ga suka?" tanya bunda Daren, entah sejak kapan bunda Daren berada di situ, aaaaaaaa malu sekaliiiii, rasa nya ingin menenggelamkan diri ke dasar laut


Orang tua Daren ikut duduk bersama mereka hingga saling tatap satu sama lain


"a-itu tante.. anu..," Fira di buat gugup dengan kedatangan orang tua Daren


"tante sama om udah tau semuanya," jelas bunda Daren


Fira dibuat terkejut dengan perkataan bunda Daren yang sudah .... mengetahui semuanya? Fira menoleh ke arah Daren dan lelaki itu mengangguk pelan serta dengan seulas senyuman.


"maaf ya sayang, akibat ulah kami... hubungan kalian jadi terhalang," sesal dari raut wajah bunda Daren sangat terlihat jelas," kalo tante tau.. Daren udah punya pacar dan pacar nya itu kamu ... mungkin tante ga akan menerima ajakan papah kamu untuk menjodohkan Daren dengan Qiya,"


"papah?" beo nya


"iya sayang, papah kamu meminta kami supaya menjodohkan Daren dengan Qiya, tentu saja tante sama om sangat setuju, karena kami memang sudah bersahabat sejak lama,"


" gapapa tante, udah lewat juga kan? "


"aduuuuhhh Dareeennn, kamu pinter banget si milih calon mantu buat bundaaaaa," heboh bunda Daren yang merasa terharu," udah baik, cantik, pengertian lagi," lanjut nya dengan memuji


"jelas dong mah, Daren ga pernah salah pilih," dengan bangga nya Daren berujar seperti itu


"didikan ayah memang ga ada yang gagal," sahut ayah Daren


~~


"betah banget tidur nya Ber, ga kangen sama gue ya?" tanya Fira pada Berlyn yang terbaring lemah," jahat ih, masa ga kangen si," gerutunya," padahal gue kangen sama lo tauuuuuu,"


Fira menoleh kala pundak nya ada yang menepuk dua kali, ternyata itu Bara," cari makan dulu yu? ini udah waktunya makan malam, jangan sampe lo sakit Fir," ucap nya memberi tau," lo boleh merasa sedih, tapi .. kesehatan lo harus di jaga,"


"huft, maaf ya Bar? gue cuma kangen sama Berlyn," lirih nya


"ga cuma lo yang kangen... gue juga Fir, kita semua kangen sama Berlyn," balas Bara dengan sendu," padahal kita belum lama banget ketemu, tapi malah.. kaya gini,"


"Bar, gue baru inget,"


"kenapa?"


"orang tua Daren udah tau hubungan gue sana dia,"


"hah? serius? ko bisa?"


"Daren udah cerita semua nya, dan alasan mereka mutusin pertunangan sama Qiya juga karena gue," jelas Fira memberi tahu sepupu nya


"mereka ga marah?"


"engga sama sekali, justru mereka merasa bersalah atas kejadian itu,"


Brakk


Kedua nya menoleh ke arah pintu ruang inap Berlyn yang terdengar keras ketika membuka pintu nya dan di sana ada .... Qiya


"Qiya," gumam Fira


"jadi .. yang selama ini Daren puji-puji cewe nya itu lo Fir?" tanya nya tidak menyangka, Qiya memang izin untuk membeli cemilan keluar, namun tak disangka ia mendengar kebenaran yang selama ini tidak Qiya ketahui," gue kecewa sama lo, kecewa Fir," dengan langkah cepat Qiya pergi begitu saja serta rasa kecewa, mata nya terus saja mengeluarkan air mata.


"Qiya!" panggil Fira yang ikut menyusul Qiya yang pergi meninggalkan cemilan yang berceceran di lantai


Bara juga sebenar nya ingin ikut menyusul Qiya, tapi Berlyn tidak ada yang menjaga, sebab orang tua Berlyn sedang izin membeli makan di kantin rumah sakit.