
Seminggu lama nya menunggu hari kelulusan ... akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun tiba.
Dengan senyum mengembang yang tidak luntur dari wajah setiap siswa/i, dan ada pula yang di buat tegang dengan isi kertas yang di pegang oleh tangan nya.
Kepala sekolah SMA Causa Huba telah memberikan selembar kertas kelulusan pada setiap siswa/i yang akan melepaskan masa-masa sekolah nya di SMA Causa Huba.
"Selamat pagi semua nya," sapa Pak Umay selaku kepala sekolah
"PAGI PAK" jawab nya serentak
"Pertama-taman saya ucapkan terimakasih kepada seluruh wali murid yang sudah berkenan hadir di acara perpisahan putra- putri nya,"
"Tidak lupa juga saya ucapkan selamat untuk semua siswa/i yang telah berjuang selama 3 tahun kebelakang ini dengan penuh semangat ... TEPUK TANGAN UNTUK KITA SEMUA,"
Prok prok prok
Semua yang hadir pun bertepuk tangan untuk memeriahkan acara.
"Saya juga sudah memberikan selembar kertas kelulusan kepada seluruh siswa/i semua, dan dalam hitungan mundur ... kalian boleh melihat isi yang ada di dalam kertas yang sedang kalian pegang,"
"DALAM HITUNGAN .."
"TIGA,"
"DUA,"
"SATU!! BUKA!"
Rasa sukur tak henti-henti nya mereka ucapkan ketika melihat isi kertas yang bertuliskan LULUS, dan bersyukur nya lagi .. tidak ada satupun murid yang tidak lulus, jadi semua nya lulus.
"Lulus gue," pekik Mahendra dengan bahagia melihat kertas yang bertuliskan Lulus
"Aaaaaa seneng banget," ujar Mawar dengan menangis haru
Fira dan Qiya saling berpelukan sambil terisak.
Terlebih lagi .. Fira dibuat bahagia oleh Daren yang telah memberikan sebuket bunga mawar merah yang sangat harum.
Bara juga bahagia, namun... tanpa pendamping orang tua.
Tiko selalu di puji-puji oleh kedua orang tua nya karena telah memberikan yang terbaik untuk mereka.
Sedangkan Daren memeluk bunda nya dengan penuh kasih sayang
Seorang Fika tak henti-henti nya menangis di pelukan sang Mamah karena merasa haru di dalam suasana seperti ini.
"BAGAIMANA DENGAN HASIL NYA?"
"MEMUASKAN PAK!"
Mereka semua berbagi kebahagiaan dengan memeluk orang tua, memeluk teman dan bahkan memeluk kekasih nya juga ada.
"Dan yang terakhir .. saya akan mengumumkan juara umum untuk salah satu siswa yang berprestasi tahun ini adalah ...."
"Anjir deg-degan gue," ujar Mahendra sambil memegang dada nya
"Ngapain deg-degan Dra? Pede Banget kalo lo yang bakal di sebut," cibir Mawar
"Gausah banyak bacot! Diem,"
"PENASARAN GAK?" ujar nya dengan sedikit berteriak
"PENASARAN!!"
"SELAMAT UNTUK TIKO CANDANA, PUTRA DARI BAPAK ABIM DAN IBU SISKA,"
"BERI TEPUK TANGAN UNTUK TEMAN KALIAN,"
Prok prok prok
"SILAHKAN TIKO MAJU KE PODIUM," titah Pak Umay selaku kepala sekolah
"Temen gue ituuuu," teriak Mahendra
"Selamat Tikooooo," ujar Mawar dengan bahagia
"Selamat Tiko," ucap teman-teman nya memberikan selamat
Sebelum menuju ke podium .. Tiko memeluk kedua orang tua nya terlebih dahulu seraya menyalurkan rasa bahagia nya.
Setelah berada di atas podium, Tiko langsung diberikan selendang khusus dan di pakai kan ke tubuh nya, tidak lupa juga dengan piala yang cukup besar telah di pegang oleh Tiko.
Tiko berdiri dengan gagah dan tidak lupa dengan senyum nya yang tidak luntur"Tes, tes, selamat pagi semua,"
"PAGI,"
"Terimakasih saya ucapkan untuk kedua orang tua saya yang sudah dengan sabar nya mendidik saya dengan baik dan tentu nya dengan penuh kasih sayang .. terimakasih Mah, Pah," ucapan nya yang di tujukan untuk kedua orang tua Tiko ," Terimakasih berkat kalian .. Tiko bisa dengan bangga nya berdiri disini,"
"Dan ini .. piala ini .. Tiko persembahkan untuk kalian berdua,"
Prok prok prok
"Tidak lupa juga untuk teman-teman seperjuangan saya ... saya ucapkan terimakasih untuk kalian sebanyak-banyak nya, SUKSES UNTUK KITA SEMUA!"
Prok prok prok
Suara riuh terdengar jelas di telinga Tiko," Hanya itu yang bisa saya ucapkan, terimakasih Pak Umay sudah memberikan kesempatan buat saya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata nya kepada saya,"
"Baik, itulah siswa berprestasi kami tahun ini, beri tepuk tangan sekali lagi,"
Prok prok prok
"Acara selanjut nya adalah hiburan-hiburan yang akan di lakukan oleh adik kelas 10 dan kelas 11, untuk kalian yang sudah siap di belakang panggung, silahkan naik,"
"Mamah bangga sama kamu nak," rasa syukur tak henti-henti nya orang tua Tiko ucapkan
"Terimakasih udah buat Papah bangga," ujar nya sambil menepuk pundak sang putra
"Ini juga berkat kalian Mah, Pah," balas nya," Tiko mau ke temen-temen dulu, boleh?"izin nya
"Boleh sayang,"
Tiko di sambut dengan hangat oleh teman-teman nya," Temen gue yang satu ini emang the best," puji Mahendra," Meskipun rada pendiem si,"
"Diem-diem mematikan ya Dra," sahut Bara dengan kekehan
"Tiko itu bukan pendiem, tapi cool," timpal Mawar yang keceplosan
"Ciee Mawar belain Tiko," goda Qiya sambil mencolek dagu Qiya
Wajah Mawar merah padam karena menahan malu. "kenapa pake acara keceplosan segala si!" gerutunya dalam hati
"Bangga gue sama lo Ko, selamat ya," ujar Daren sambil menepuk pundak Tiko
Tiko mengangguk pelan," Thanks Ren, ini juga berkat gue berteman sama kalian,"
"Emang dasar nya aja lo mah pinter Ko," sahut Fira
"Makasih Fir," balas nya dengan sebuah senyuman
"Lo keren banget Ko, pas di podium tadi," puji Fika pada Tiko yang terlihat gagah," Gagah banget, mulut gue aja sampe ga mingkem gara-gara ga nyangka liat lo tadi,"
Tiko terkekeh mendengar nya," Thanks Fik,"
"Ga nyangka udah lulus aja kita," ujar Bara
"Apa-apa pun ... kita harus abadikan moment terbaik kita ini," timpal Qiya
Mereka pun berfoto bersama dengan kebahagiaan yang tidak luntur dari wajah nya.
Acara demi acara pun telah di lalui nya dengan hikmat.
Hingga hari menjelang sore .. semua siswa/i di perkenan kan untuk pulang ke rumah nya masing-masing.
"Oh iya guys, abis ini kan kita bakal jarang ketemu karena kalian juga pasti sibuk buat daftar ke perguruan tinggi, gimana kalo malam ini kita barbeque?" ujar Daren memberi saran
"Boleh juga ide lo, soalnya besok lusa .. gue, Qiya sama Fira bakal langsung berangkat ke Amrik," balas Bara
"Sama Bar, gue sama dua curut itu juga besok lusa berangkat nya," ucap Mahendra yang kaget mendengar ucapan Bara
"Curut jongos mu!" desis Tiko
"Gue berangkat siang, kalo kalian?"tanya Daren
"Kita juga siang sekitar jam 11," balas Qiya
"Beda dikit kita, gue mah setengah 12 berangkat nya,"
"Yaaaahhhh," ujar Fika dengan lesu
"Kalian cepet banget pergi nya," sahut Mawar dengan cemberut
"Kita pergi karena mau belajar War," timpal Daren
"Poko nya pas kita ketemu nanti .. harus udah pada sukses semua," ujar Bara melirik satu per satu teman-teman nya
"Amin Bar," balas nya serentak
"Jadi barbeque nya gimana?" tanya Fira
"Kira-kira enak nya dimana?"
"Di rumah lo aja gimana Ko?" tanya Bara pada Tiko
"Di rumah gue?"
"Iya, yang namanya Tiko kan cuma lo doang,"
"Boleh-boleh aja gue mah, yang lain gimana?"balas Tiko
"Oke setuju, berarti malam ini kita ke rumah Tiko ya? Sekalian kan lo yang punya hajat Ko," sahut Mahendra
"Hajat apaan gue?"
"Lo kan abis jadi juara umum Ko, masa gitu aja lupa," cibir Daren
Tiko hanya memutar bola mata nya dengan malas," Jam 8 harus udah pada stay di rumah gue ya?"
"Siap bapak hajat," balas Bara yang sedikit lebay
"Sialan!" makinya
Mereka pun akhir nya pulang ke rumah masing-masing seraya mempersiapkan diri untuk acara nanti malam.