
Tok tok tok
""Fir?" panggil Bara yang berada di balik pintu kamar Fira, namun sedari tadi ia panggil .. Fira tidak menyahut sama sekali.
"Gue masuk ya?"
Ceklek
Setelah Bara memasuki kamar Fira .. tapi sepupu nya itu tidak ada.
Indra pendengaran nya tidak sengaja mendengar suara gemercik air di arah kamar mandi.
Pikir Bara .. mungkin Fira sedang mandi, makan nya dia tidak menyahut panggilan Bara sedari tadi.
Bara membaringkan tubuh nya di atas kasur sembari menunggu kedatangan Fira.
Untuk menghilangkan rasa bosa .. Bara memainkan handphone nya dan bermain game online di sana.
Ketika sibuk-sibuk nya melawan musuh, tiba-tiba saja Bara di kaget kan dengan teriakan Fira yang terdengar nyaring dan untung nya saja semua kamar yang ada di rumah orang tua Fira kedap suara, jika tidak .. ia pastikan akan banyak orang berdatangan kemari.
"Aaaaaaaaaaaa," jerit Fira dengan kencang.
Fira menjerit bukan tanpa alasan, sebab setelah keluar dari kamar mandi dirinya hanya menggunakan handuk saja, karena lupa membawa baju dan terlebih lagi dirinya tidak sadar jika ada Bara di dalam kamar nya.
Ketika hendak membuka handuk .. Fira terkaget melihat Bara, untung nya saja dirinya belum sempat membuka handuk dengan sempurna, kalau tidak .. Fira akan malu karena telah bertelanjang bulat di depan Bara yang berstatus sebagai sepupu nya.
Bara sampai terlonjak kaget, bahkan handphone nya saja sampai jatuh dan untung nya saja hanya jatuh ke atas kasur." Lo kenapa Fir? Bikin gue kaget" tanya Bara yang mulai mendekati Fira dengan tatapan khawatir
"Gila lo!" amuk nya dengan memukul dada Bara tanpa henti
"Lah gue? Gue ngapain? Perasaan dari tadi diem aja," Bara terheran-heran, memang nya dirinya melakukan apa?
"Gue kaget begeeee, untung nya aja gue belum sempet buka handuk! Bisa-bisa aset gue bisa lo liat dengan sempurna!" desis Fira dengan mendelikan bola mata nya
"Ooohh,"
"Ko oh doang si!" gerutunya
"Terus? Gue harus gimana? Liat lo telanjang gitu?" celetuk Bara yang membuat Fira semakin mengamuk
"Aaaaa Baraaaaaa," rengek Fira
Bara menjambak rambut nya dengan frustasi," Kenapa lagi hm?" ucap Bara selembut mungkin
"Malu gue," cicit nya sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya
"Malu kenapa? Gue kan ga liat lo sampe telanjang Fir, santai aja kali," balas Bara tanpa dosa
"Enteng bener mulut looooo," sewot Fira yang tidak suka dengan tanggapan Bara
"Bener kan? Lagian nih ya kalo gue liat lo telanjang juga ga bakal doyan," ujar Bara sembari memutar bola mata nya malas
Yap benar sekali, lagi pula ... yakali dirinya akan terangsang dengan sepupu nya sendiri?
"Ya tetep aja gue malu Bar, meskipun kita sepupuan juga," ucap Fira yang masih tetap menahan malu.
"Yaudah ganti baju Fir, betah banget pake handuk kurang bahan begitu," titah Bara sembari melirik handuk Fira yang bisa di bilang sangat pendek," Ntar masuk angin lagi," lanjut nya sambil mengalihkan pembicaraan agar Fira tidak marah lagi pada nya.
"Gausah liat-liat ya! .. gue colok mata lo!" balas Fira sembari buru-buru mengambil baju di dalam lemari dan setelah menemukan baju pilihan nya ... Fira pun masuk kembali ke dalam kamar mandi.
Bara yang melihat tingkah Fira pun hanya terkekeh dengan sedikit gelengan kepala." Galak bener sepupu gue, tapi malah ada aja cowo ngejar-ngejar cewe modelan kaya si Fira," heran Bara
Kenapa begitu? Karena sikap Fira yang asli hanya di tunjukkan kepada orang-orang terdekat nya, seperti keluarga.
Tidak butuh waktu lama Fira pun sudah keluar dari kamar mandi, dan melihat Bara yang kembali bersandar di atas kasur sambil bermain game online yang terdengar jelas oleh telinga Fira.
Fira tidak memperdulikan kehadiran Bara di dalam kamar nya, ia hanya sibuk dengan menyisir rambut nya dan juga mengeringkan nya.
"Mau gue bantu hairdryerin ga Fir?" tawar Bara di sela-sela bermain game online nya.
"Gausah, udah mau selesai juga," tolak Fira dengan halus tanpa menoleh sedikit pun.
Setelah selesai dengan kegiatannya .. Fira ikut bersandar di samping Bara." Tumben ke kamar gue Bar, ada apa?" tanpa basa-basi Fira langsung menanyakan maksud kedatangan Bara ke kamar nya, karena Fira yakin pasti ada sesuatu yang akan di sampaikan pada nya.
"Oh iya, sampe lupa gue, nih." Bara memberikan sebuah kotak kecil berwarna biru muda dan juga sepucuk surat berwarna biru juga.
"Gaya lo ngasih beginian Bar," ujar Fira dengan terkekeh,"Ini hadiah kelulusan buat gue Bar?"
"Iya, ini hadiah kelulusan buat lo Fir, tapi .. bukan dari gue," jelas Bara
"H-hah? Terus dari siapa?" tanya Fira dengan raut wajah penasaran
"Berlyn," ucap nya dengan pelan
Fira menatap Bara dengan lekat ketika sepupu nya itu menyebut nama Berlyn.
"Ambil," titah Bara pada Fira
Dengan ragu Fira mengambil pemberian dari Berlyn yang ada di tangan Bara.
Fira mengusap kotak itu dengan pelan, mata mulai memerah kala dirinya mengingat kejadian yang menimpa Berlyn.
"Sebelum Operasi .. Berlyn ngasih ini ke gue, dia bilang suruh kasi ini ke lo pas hari kelulusan, kata nya .. hadiah buat lo, gue sempet nolak karena kenapa juga harus gue yang kasih, dan kenapa ga dia aja. Berlyn bilang .. dia ga yakin bisa ngasih ini ke lo Fir," Bara mulai menjelaskan pemberian Berlyn untuk Fira
"Dan lo mau tau? Kenapa Berlyn ngasih kotak sama surat nya berwarna biru muda?" tanya Bara
Fira mengangguk pelan," Dia bilang .. supaya hari-hari lo secerah langit biru di atas sana, dan dia bilang juga .. kalo lo liat ke atas langit .. dia bakalan seneng karena secara ga langsung lo natap dia Fir,"
"Kata-kata terakhir yang dia ucapin ke gue .. semoga lo bahagia dan selalu bahagia," ucap Bara yang mulai tercekat karena sudah tidak sanggup bercerita lagi.
Fira yang mendengarkan perkataan Bara pun seketika menitihkan air mata, dengan sigap .. Bara merengkuh tubuh Fira dengan erat," Jaga baik-baik pemberian dia ya Fir?" ucap Bara dengan pelan tepat di telinganya
Fira mengangguk mengiyakan
Sebelum pergi .. Bara menyempatkan diri untuk menghapus jejak air mata Fira." Jangan nangis lagi, gue keluar oke? Biar lo punya ruang sendiri buat liat isi pemberian dari Berlyn,"
Setelah mengucapkan itu .. Bara langsung keluar dari kamar Fira sambil memberikan senyuman agar membuat Fira tidak sedih