I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 45



"Bar," panggil Fira yang sedang mencuci piring kotor bekas ia makan, dan kebetulan Bara ada di samping nya yang kini tengah memperhatikan aktifitas Fira yang sedang mencuci piring


"hm?"


"kerumah Berlyn yu?" ajak Fira to the point


dahi Bara mengkerut," ngapain? kata nya tadi mau ngobrol dulu sama Qiya?"


"mmmm itu... apa nama nya," ujar Fira dengan gugup," pengen main aja... soal Qiya nanti di obrolin nya abis pulang dari rumah Berlyn," ujar nya hati-hati," mau ya Bar?"


"beresin dulu cuci piring nya, kita langsung berangkat,"


senyum Fira mengembang bahagia," oke bos!" tangan nya yang sambil melakukan hormat


"gue ambil jaket dulu, kita berangkat pake motor gapapa ya?"


"iya gapapa, pake apa aja gue gas terus hehe,"


"dasar bocil,"


"wle,"


"Qiya ga bakal di ajak?"tanya Bara yang hendak akan pergi ke kamar nya tapi tertahan


"ajak aja dulu, kali aja mau ikut,"


"berarti kalo Qiya iku.. kita ga jadi pake motor dong?"


"pake apa ajalah yang penting meluncur,"


"pake gerobak sampah mau?"tawar nya


"engga gitu juga begeeeeeeee,"


tawa Bara pecah karena berhasil memancing amarah Fira


Tok tok tok


Bara mengetuk pintu kamar Qiya


"masuk,"


ceklek


"ada apa?"tanya nya to the point


"Fira ngajak ke rumah Berlyn, lo mau ikut?"


"engga deh Bar, gue lagi males kemana-mana," tolak nya dengan intonasi terdengar dingin


"lo... oke kan Qi?"tanya Bara berhati-hati


"emang nya gue kenapa? sampe lo nanya kaya gitu?"


"emm, engga papa Qi, yaudah kalo ga mau ikut, lo jangan kemana-mana dan kalo pun mau kemana-mana... izin dulu sama gue,"


"iya," jawab nya dengan singkat


"gue berangkat ya?"pamit Bara kepada Qiya


Qiya hanya membalas nya dengan senyuman


"gimana? mau ikut?"


Bara menggeleng pelan," lagi males katanya, jadi kita berdua aja kesana nya,"


"eummmmm,"kepala Fira sambil mengangguk-ngangguk


"temen-temen yang lain ga mau di ajak juga?"


"gausah ya... kita berdua aja," pinta nya dengan memohon


"padahal biar rame Fir,"


"ish Baraaaaa," rengek nya," dibilangin gausah ya ga udah! pengen berdua aja ya ya ya?"


"terserah tuan putri aja, gue sebagai pengawal hanya mengikuti perintah,"


"oke babu kita berangkat,"


"dosa lo ngatain gue babu!"


"baperan amat jadi cowo," cibir nya," udah ah kita berangkat,"


"buru-buru banget, santai aja kenapa si,"


"gabisa santai," ujar nya dengan malas," ayo iiiiii,"


mereka berdua sudah dalam perjalanan menuju rumah Berlyn, sedikit jauh memang... jarak yang harus mereka tempuh sekitar 35 menit.


"kenapa harus macet si!" gerutu Fira, melihat jalanan yang macet, membuat diri nya merasa kesal


"hari libur Fir, ya pasti banyak orang yang keluar jalan-jalan," sahut Bara," lagian lo kenapa si?! pengen buru-buru ketemu Berlyn?"


"ya-ya karena pengen ketemu aja," elak nya dengan sedikit gugup


"gitu doang? padahal ntar di sekolah juga bakal ketemu,"


"kelamaan Baraaaaa,"


"ga lama sehari mah Firaaaaaa,"


"udah ah gausah banyak tanya! males gue jawab nya,"


"yaudah si diem aja,"


"mumpung lenggang nih Bar jalan nya, ngebut dikit," perintah Fira


"ga ada ngebut - ngebutan! enak aja. jalanan masih banyak kendaraan gini di bilang lenggang," Bara tak habis pikir dengan kelakuan Fira yang aneh sedari pagi," mata lo katarak?" sambung nya


Fira melayang kan tatapan tajam ke arah Bara


"iya iya Fiiiirrr.. ampun deh gue sama lo,"


sesampai nya di depan rumah Berlyn, Fira langsung tancap gas keluar mobil


"permiiisiiiiii," teriak Fira


"berisik Fir," tegur bara," gausah kaya orang oon," cibir nya," noh pencet bel, kaya orang susah aja lo gatau begituan,"


Fira hanya menyengir kuda," hehe, maaf lupa,"dengan nada so polos nya


ting tong


ting tong


"kita baik tante, tante sendiri apa kabar.. udah lama sekali ya ga ketemu," ujar Fira dengan sopan


"tante baik sayang, yaudah ayo masuk," ajak mamah Berlyn mempersilah kan masuk kepada kedua nya


sebenar nya mamah Berlyn sudah tau perihal putra nya yang diam-diam menyukai gadis yang bernama Fira ini, karena sewaktu di rumah sakit Singapura kemarin... Berlyn menceritakan nya


"Berlyn nya ada tan?" tanya Bara


"ada, cuma dia lagi ga enak badan," ujar mamah Berlyn


"Berlyn sakit tan?" Fira bertanya terhadap kesehatan sahabat nya


"cuma kecapean aja, tante panggilin Berlyn dulu ya ke atas," pamit nya


"biar Bara aja yang panggilin tan, gapapa kan?" izin Bara


"boleh, kamar nya yang pojok kanan ya Bar,"


"oh iya tan," Bara pun melenggang pergi menuju kamar Berlyn


"duduk Fir, tante ke dapur dulu mau ambil minuman,"


Fira menjawab nya dengan senyuman. Niat nya ia ingin ikut ke kamar Berlyn, tapi malu bilang sama mamah nya


sedangkan Bara saat ini sudah berada di depan pintu kamar Berlyn" ini kan ya kamar nya? soalnya ga ada lagi," monolog nya


tok tok tok


"masuk mah," jawab si pemilik kamar, mungkin pikir Berlyn yang mengetuk kamar nya adalah mamah nya


ceklek


"tumben ketuk pintu dulu mah? eh Bara?" Berlyn baru tersadar kala yang masuk kamar nya bukan lah sang mamah melain kan sahabat nya," lo... ngapain?"


"sengaja main, Fira si yang ngajak,"


"Fira?" tanya nya


"iya si Fira ngajak ke sini, gatau deh tumben-tumbenan itu anak,"


"sekarang dia dimana?"


"ada di bawah sama nyokap lo. Lo... sakit?"


"cuma ga enak badan aja Bar, besok juga sembuh," elak nya supaya Bara tidak curiga


"tapi.. lo keliatan lemes banget, di tambah.. muka lo pucat,"


"masa si? engga ah biasa aja, yaudah kita ke bawah, kasian Fira sendirian,"


"hmmm,"


Berlyn berhasil berdiri meskipun sedikit pusing yang melanda kepalanya. ketika hendak melangkah...


brukk


"Ber," teriak Bara melihat Berlyn terjatuh," lo gapapa?" tanya nya dengan khawatir


uhuk uhuuk


terlihat jelas darah segar keluar dari lubang hidung nya


"Ber," panggil Bara," hidunglo," ucap nya sambil menunjuk ke arah hidung Berlyn


dengan refleks Berlyn menyentuh hidung nya dan... darah


"yang bener aja Ber, sakit demam sampe mimisan begitu," Bara merasa ada yang aneh di sini


"gue gapapa," dengan suara sedikit berat


uhuk uhuk


Berlyn terbatuk dengan kencang, jelas sekali terdengar seperti orang yang menahan sakit


"Bar, tolong ambilin obat gue deket kasur," pinta nya meminta tolong


dengan gerakan cepat Bara mengambil obat yang di tuduh kan Berlyn" nih,"


2 butir obat putih sudah di telan oleh nya, Bara pun melihat botol obat itu dengan seksama," ini... untuk kanker?"


"maksud nya apa Ber?"tanya Bara yang masih belum mengerti


"Ber?" panggil nya lagi


Berlyn terduduk dengan lemas, punggung nya ia sandarkan ke lemari baju nya. Berlyn menelan ludah nya dengan susah payah" gue sakit Bar," lirih nya," gue sakit," lanjut nya dengan kalimat yang sama," hidup gue ga akan lama lagi," kepalanya ia telungkup kan ke kaki nya yang ia tekuk


"sakit apa Ber? sejak kapan?"


"kanker, kanker otak dan... udah stadium akhir,"


Bara tak percaya dengan perkataan Berlyn," ga lucu Ber, jangan becanda ah,"


Berlyn menarik nafas panjang," gue serius Bar, lo mau tau sejak kapan gue punya penyakit mematikan ini?"


"sejak gue masih sekolah dasar, dan alasan gue waktu ninggalin kalian .... ya karena urusan pengobatan gue, bukan karena orang tua gue yang pindah tugas," kelopak matanya menimbulkan air mata yang membendung," gue sempet seneng pas smp penyakit gue di nyatakan sembuh," ujar nya dengan tersenyum," tapi... ga berlangsung lama, sewaktu gue masuk Sma... penyakit ini datang lagi Bar, gue cape," suara nya tercekat," gue cape harus menjalani pengobatan terus, gue cape harus menjalani kemo yang melelahkan itu. Badan gue berasa udah mati rasa Ber,"


Bara menatap sendu ke arah sahabat nya, ternyata Berlyn menderita penyakit yang sangat di takuti oleh semua orang


"alasan gue pas di Bandung Pindah lagi keluar negeri... itu juga karena gue berobat rutin lagi kaya dulu,"


"lo udah cek up lagi?"tanya Bara


Berlyn menggeleng pelan," engga, gue udah gamau... cape,"


"biar lo sembuh Ber, kita ke rumah sakit yu?"ajak nya


Berlyn terkekeh pelan," sembuh? gue gabakal sembuh Bar, itu ga mungkin,"


"jangan pesimis gini! kalo lo rajin cek up.. pasti bakal sembuh,"


"sampai kapan?"tanya nya dengan sendu," gue udah nyerah Bar, dan gue mohon sama lo.. jangan kasi tau perihal penyakit gue ini ya?" pinta nya


"Ber,"


"gue mohon Bar," pinta nya dengan sungguh-sungguh," demi gue, gue gamau mereka mengasihani gue karena"suara nya tertahan merasa sudah tak kuat untuk berbicara," gue penyakitan,"


"mereka ga bakal berfikir kaya gitu Ber,"


"janji sama gue, jangan kasi tau siapa pun," pinta nya lagi


dengan ragu Bara pun mengiyakan," gue janji Ber, gue janji," jawab nya sambil memeluk Berlyn dengan sedih


saat ini dirinya tidak peduli jika dikatai lelaki cengeng, karena ini sungguh menyakitkan