
"Fira," lirih Daren ," Fira," panggil nya semakin kuat," Firaaaa," Daren terbangun dari tidur nya, jam menunjukan pukul 23:20 ," huuuuuuu, syukur cuma mimpi," kening nya di penuhi keringat, nafas nya naik turun tidak karuan, mungkin akibat kelelahan menjaga Fira yang sudah beberapa hari ini di rawat di rumah sakit dan parah nya Daren tidak bisa istirahat dengan tenang di sana. Dirinya pulang pun atas paksaan dari bunda nya, Daren baru saja bisa tidur sejak 2 jam yang lalu dan sekarang malah terbangun gara-gara mimpi buruk nya.
Daren berusaha mengumpulkan nyawa nya yang belum sepenuh nya kumpul," gue harus ke rumah sakit lagi buat pastiin kalo Fira baik-baik aja," ucap nya dengan pelan, perasaan nya kini tidak karuan jika belum memastikan nya sendiri. Daren tidak peduli ini jam berapa, yang terpenting adalah Fira, karena hanya ada Fira lah yang ada di dalam pikiran nya.
Daren menggunakan motor milik nya agar mempercepat waktu menuju rumah sakit. Tanpa berpamitan kepada orang tua nya, karena ia yakin orang tua nya pasti sudah terlelap tidur akibat kelelahan.
~~
Lorong demi lorong telah Daren lalui, nafas nya tercekat karen ia berlari dengan cepat, sebab ingin segera melihat keadaan Fira.
ceklek
Yang pertama dirinya lihat adalah Fira, dan di samping nya ada Bara di sana yang setia memegang tangan Fira sambil tertidur, sedangkan Qiya dan kedua orang tua nya tidak ada, mungkin mereka pulang terlebih dahulu.
Merasa pintu ruangan Fira terbuka, Bara perlahan membuka mata nya untuk melihat siapa yang datang berkunjung di tengah malam seperti ini.
"ngapain malem-malem kesini Ren?"tanya Bara yang terheran dengan kedatangan daren," lo ga lagi ngigo kan?"
"haaaaa, huuuuu," Daren masih menetralkan pernafasan nya yang masih tercekat
"di kejar setan lo? sampe ngos-ngosan begitu? Mana keringetan dimana-mana lagi," Bara tak habis pikir dengan tingkah Daren yang sedikit aneh
"minggir!" tempat yang semula di duduki oleh Bara, kini beralih di duduki oleh Daren dengan paksa.
"santai napa Ren, " gerutu Bara yang terduduk di atas lantai akibat Daren menarik nya dengan kasar," ga sopan bener lo sama gue! gue ga restuin lo berdua baru tau rasa," cibir nya
"berisik lo ah!"
"lagian lo aneh, tengah malem gini berkunjung. Padahal belum lama kan tadi baru pulang,"
"kangen, puas lo!"
"bucin," cibir nya
"heh upil kuda! ga guna banget gue sirik sama lo! asal lo tau nih ya... gue bisa dapetin cewe manapun yang gue mau," dengan percaya diri nya Bara berujar seperti itu
"bacot lo ah! diem! gue kesini cuma mau mastiin kalo Fira baik-baik aja,"
"selama ada gue.. Fira bakalan aman!'
"bukan gitu Bar," ucap Daren melemah," gue mimpi buruk tentang Fira, makannya gue buru-buru dateng kesini,"
"gue tau lo khawatir Ren, gue juga sama.. liat kondisi Fira yang kaya gini bikin gue ga tega,"
"gimana kalo Fira nanyain ... Berlyn," Daren mau pun Bara juga bingung bagaimana caranya mengatakan yang sebenar nya yang terjadi di antara Fira dan Berlyn, mereka yakin Fira akan merasa sedih.
" gue ga tega ngasih tau nya,"
"apalagi gue Bar, Fira pasti terpukul atas apa yang menimpa Berlyn, terlebih lagi mereka saling terikat Bar,"
"huft, semoga semua nya baik-baik aja dan Fira dengan lapang dada menerima kenyataan semua ini,"
"semoga aja begitu,"
Bara berjalan menuju sofa panjang di dalam ruangan Fira untuk merebahkan tubuh nya yang pegal akibat terlalu lama tidur dalam posisi duduk," titip Fira bentar ya Ren? gue mau tidur, nanti gantian aja,"
"hmm," tanpa menoleh sedikit pun, pandangan Daren hanya tertuju kepada wajah Fira yang pucat dengan beberapa selang disana.
"maaf ya sayang? aku udah mimpiin kamu yang aneh-aneh tadi, jujur aku khawatir banget sama kamu... " lirih nya
Perlahan tangan Daren mengusap pipi Fira dengan lembut," cepet bangun Fir, aku kangen sama kamu, dan kamu tau? semua orang udah tau tentang hubungan kita, jadi .. kita ga perlu backstreet lagi," jelas Daren memberitahu pada Fira yang masih setia menutup mata.
Setelah operasi, Fira dinyatakan koma dan entah sampai kapan kondisinya akan membaik, dokter hanya memberitahu kepada pihak keluarga untuk bersabar, sebisa mungkin para dokter akan memberikan penanganan yang paling terbaik untuk pasien.
Apa yang akan terjadi setelah Fira bangun? apakah keadaan akan membaik seperti semula?ada banyak pikiran-pikiran aneh yang bermunculan di benak Daren ketika melihat Fira sadar nanti nya.