I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 44



hari minggu, hari untuk berleha-leha sepuas nya


"eugh," lenguhan kecil dari mulut Fira sambil menggeliat kan tubuh nya


mata nya terbuka perlahan,dan .. ia melihat ..di tepi ranjang nya ada seorang lelaki yang memakai pakaian serba putih. Matanya terbuka dengan sempurna, ia melihat lelaki itu yang menatap nya dengan teduh


"pagi cantik," sapa Berlyn. Ya dia Berlyn, pikir nya... sejak kapan lelaki ini berada di kamar nya," aku cuma mau pamit sama kamu, takut nya.. kita ga bakal ketemu lagi,"


dahi Fira mengerut mendengar perkataan Berlyn," pamit kemana Ber? jauh ya?ko ngomong nya gitu," tanya nya yang masih di landa kebingungan


"poko nya jauh banget," lirih nya


"gapapa jauh juga, yang penting aku sama yang lain masih bisa ketemu ,"


"aku ga yakin Fir,"


"ko gitu ngomong nya? emang mau kemana si? aku ikut ya? biar kamu ga sendiri,"


"kamu gaboleh ikut, belum waktu nya,"


"belum waktu nya gimana maksud kamu?"


"kamu akan tau sendiri nanti,"


selang beberapa menit Berlyn bangkit dari tepi ranjang dan menuju asap putih yang ada di depan nya


"asap putih itu .. apa Ber?"tanya Fira


"itu.." tunjuk Berlyn" pintu ke rumah aku nanti,"


"hah? eh Ber.. jangaaannn," Teriak Fira kala melihat kaki sahabat nya yang mendekati asap putih itu, Berlyn sudah menghilang kala memasuki nya


Fira berlari menyusul Berlyn, namun sayang nya asap itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak


"jangaaaaaaannn hiks hiks, kesini lagiiii,"


"jangaaaaaaannn,"


tubuh Fira teperanjat kaget, kening nya di penuhi keringat dingin


"huuuuuhh, cuma mimpi,"gumam nya," berasa nyata banget,"


"perasaan gue kenapa jadi ga enak gini ya?"


"jadi takut terjadi sesuatu sama dia,"


dengan langkah ter buru-buru, Fira keluar dari kamar nya.. ia terperanjat kaget melihat Bara yang sepertinya akan mengetuk pintu


"aaaaaaaaaaaaa" teriak Fira


"e-engga gapapa Bar," gugup nya


Bara mengelap keringat yang berada di kening Fira dengan lembut," kenapa hm? terjadi sesuatu?"


"hiks.... hiks,"


dirinya di buat bingung dengan sikap Fira yang sekarang ini" ko nangis? cerita sama gue, ada apa?" tanya nya dengan khawatir


Fira mengelap air mata nya dengan kasar," gapapa, ke bawah yu laper,"


apa kata nya? semudah itu dia berubah? yang tadi nya menangis secara tiba- tiba .. kini malah terlihat biasa saja, " dasar aneh," gumam nya, Bara langsung mengikuti langkah Fira yang menuju meja makan


"hai Qi," sapa Fira kala melihat kakak nya yang sudah berada di ruang makan


"hmm," hanya menjawab dengan deheman," lo kenapa?" tanya nya dengan cuek, sebab melihat mata Fira yang sembab, seperti ... sudah menangis


"gapapa," jawab nya dengan singkat


Qiya tidak begitu peduli, masa bodo bukan urusan nya juga


"mmmm qi? lo kenapa?"tanya Fira


"gue? kenapa?"


"lo beda, sekarang keliatan cuek gitu sama gue. Gue punya salah apa sama lo?"


"perasaan lo aja kali, gue balik kamar ya," pamit nya karena acara makan nya sudah selesai


Bara yang melihat interaksi kedua nya pun tidak berniat ikut campur, karena pasal nya memang tidak tau apa-apa perihal masalah kedua nya


"Bar," panggil Fira


"ya?"


"menurut lo Qiya kenapa ya? akhir-akhir ini... sikap dia beda banget,"


"mungkin masih dalam rangka patah hati kali Fir,"


"masa si?"


"mungkin Fir mungkin, lagian gue juga ga tau," memang benar Bara berkata jujur


"kenapa harus bersikap dingin ke gue coba? "


"tanya aja langsung sama orang nya biar jelas," ujar Bara memberi saran


"nanti deh gue coba tanya abis makan,"