I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 08



...Terima apa yang sudah terjadi...


...ikhlaskan apa yang tidak bisa di ubah...


...dan betulkan apa yang bisa di perbaiki...


...Alqiya Julfiana Dananta...


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Hari ini adalah hari terakhir acara liburan nya. Daren dan fira sedari pagi sudah keluar hotel untuk jalan-jalan sambil membeli cemilan


Setelah membayar belanjaan nya mereka berdua kembali keluar mencari tempat nyaman untuk mengobrol .


"Disini aja fir, kaya nya ga bakal ada orang tau deh," ujar daren, panggilan mereka berdua tetap menggunakan nama masing-masing, karena untuk menjaga takut tiba-tiba ada orang yang menguping dan mereka pun sepakat untuk itu.


"Ada waktu kurang lebih 2jam sebelum pulang kita disini ren,"


Mulut daren sangat gatel ingin bertanya hubungan antara tiko dengan fira sudah sejauh mana, dengan penuh keberanian lagi pula dia kan kekasih nya jadi wajar-wajar aja kan


Melihat dari gelagat daren seperti nya kaya orang mau bertanya fikirnya,"Mau nanya sesuatu? "


Mendengar itu seketika langsung menyengir kuda," tau aja kamu hehe, tapi bener si aku emang pengen nanya sesuatu,"


Fira mengerutkan kedua halis nya," tinggal nanya aja kenapa harus bingung,"


"Itu apa aku mmmm ... Mau nanya ," tatapan nya seperti orang mengintimidasi," hubungan kamu sama si tiko udah sejauh mana? Aku ngeliatnya kalian kaya deket banget, dan lagi pas di kelas beberapa hari yang lalu kamu bilang kalo kalian pacaran,"


Suara gelak tawa terdengar nyaring di kedua telinga daren, " aku serius ih kamu mah malah ketawa,"


"Abis nya kamu lucu," sambil mencubit hidung nya," aku ga ada hubungan apa-apa sama dia" ucap nya dengan lembut," lagian mana mungkin aku secepat itu jatuh cinta sama orang lain? Sedangkan hati aku masih di kelilingi nama kamu. Dan kamu tau? Dunia ku serasa hancur denger kamu tunangan,"  air mata lolos turun melewati pipi mulus nya, seketika daren mengusap jejak air matanya itu." Apalagi yang jadi pendamping nya adalah kakak aku sendiri ren,"lirih nya," kalo aku bilang aku baik-baik aja.. itu bohong ren," lanjutnya dengan isakan kecil. Daren yang mendengar penuturan kekasih nya itu merasa bersalah kemudian memeluk nya untuk menenangkan.


"Pegang janji aku fir, kita pasti sama-sama lagi tanpa penghalang dari pihak mana pun," ucap nya meyakin kan


Dalam hati nya yang penting fira masih ada di sisi nya dan itu sudah membuat nya bahagia.


"Mamih, papih kamu kapan pulang fir,?"


"Kaya nya dua minggu an lagi deh, soalnya mamih bilang tugas papih sekitar sebulanan,"seraya berfikir


Merasa sudah cukup lama mereka memisahkan diri fira pun mengajak daren untuk balik ke hotel seraya siap-siap, dan sepertinya sebentar lagi juga pasti pak umay akan memberikan arahan untuk pulang . Karena kedua nya sama-sama men silent handphone, tentu saja sebab nya supaya tidak ada yang ganggu, apalagi daren yang tidak peduli dengan posisi nya sebagai osis," balik yu, kaya nya bentar lagi bakal ada arahan pulang,"


"Padahal aku masih pengen lama-lama sama kamu,"


"Iiiiiiii gausah manja deh bikin gemes tauuuu," ujar nya," ayo ah ntar kita di tinggal lagi ,"lanjut nya


"Ya gapapa kita pulang aja sendiri, gausah kaya orang susah,"ucap nya dengan tenang


"Enteng bener itu ngomong, udah ah ayo kita balik gausah banyak drama, lagian juga siapa yang ga tau kalo tuan daren ini anak dari pengusaha yang terkenal dengan kekayaan yang bejibun," seraya menarik tangan daren untuk ikut pergi. Sedangkan sang empu hanya terkekeh mendengar penuturan kekasih nya itu.


              ________________________________


Saat ini semua siswa sudah kembali ke rumah nya masing-masing.


Senyum nya mengembang tidak luntur, badan nya berguling-guling ke kanan ke kiri serta menggigit selimut yang ada di dekapan nya.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa," matanya yang memancarkan aura kebahagiaan karena kejadian beberapa saat yang lalu." Ih ko gue  jadi gini siiii, seneng bangeeett aaaaaaaaaaaa" badan nya yang masih tak tinggal diam, kemudian menutup wajah nya dengan bantal. Badan nya bangkit untuk menyandar ke belakang, sembari membayangkan kejadian tadi.


Ceklek


Qiya menoleh ke arah pintu yang terbuka dan menampilkan sosok fira di sana."Kebiasaan deh fir ga ngetuk pintu dulu, kaget nih gue,"


"Wah wah wah ," seraya mencium sekeliling," kayanya ... Ada roman-roman bahagia nih," goda adik nya sambil menaik turunkan halis nya


Wajah nya memerah kaya tomat karena menahan malu, kemudian menutup nya dengan kedua telapak tangan nya seraya memeluk sang adik.


"Ada apa si? Cerita kali ka ... Kepo nih,"


"Ih fir tau ga, gue tuh lagi bahagia banget huaaaaaaaaaaaa. Ga nyangka daren ber perilaku kaya gitu sama gueeeeee," jelas nya dengan penuh semangat. " Dia ... Dia ... Dia ..," dengan sengaja menggantungkan ucapan nya, dan itu membuat fira menggerutu ga jelas karena penasaran.


Ketika mendengar nama sang kekasih, raut wajah nya seketika berubah."Apaan si lo gajelas banget, kalo ngomong tuh yang bener! Bikin gue penasaran aja,"


"Hehe ututututuuuuu maaf sayangkuuuuuuu , tapi lo jangan berisik ya, jangan bilang-bilang sama siapa-siapa soalnya gue malu banget ini, tapi bahagia juga."


"Iyaiya bawel banget kakak gue ini, emang kenapa si? Pasti ada kejadian aneh yakan?"


Qiya mengangguk mengiyakan," lo tau fir? Gue ciuman sama daren," bisik nya. Fira yang mendengar itu pun langsung melotot menatap tak percaya dengan penuturan kakak nya." Dan parah nya itu first kiss gue," lanjut nya dengan heboh. Tangan nya bergerak sambil menggoyangkan kedua bahu adik nya.


Sepertinya daren salah sangka, mungkin dalam fikiran nya qiya adalah dirinya, pasal nya outfit yang kita kenakan hampir sama, apalagi kalo di lihat sekilas mungkin semua orang juga tidak akan bisa membedakan antara keduanya. Dia harus bisa berfikir positif terhadap kekasih nya, dia yakin daren tidak mungkin bermain belakang dari nya.


"Oh gue kira apaan," jawab dengan seadanya


"Ga seneng lo liat hubungan gue ada kemajuan?" Dengan wajah cemberut


"Jelas seneng lah liat kakak gue yang cantik ini bahagia, aneh-aneh aja lo," ujar nya dengan senyum yang di paksakan. karena merasa penasaran ia pun kembali bertanya," mmmm kak? Kenapa bisa dia cium lo?"sambil menggaruk leher nya yang tak gatal, karena tidak seharusnya ia bertanya seperti itu.


"Nah ...


Flashback on


" Aduuuhh fir kebelet nih gue, cepetan dong jalan nya," sambil menggusur tangan fira dengan tidak sabaran," setibanya di bandara, mereka memisahkan diri dengan teman-teman nya lain


"Pelan-pelan aja si sakit nih tangan gue," dengan nada cemberut


"Urgent banget ini mh fir, dari tadi gue nahan buang air, adudududuuuu kayanya gue pengen ngompol aja anjir tapi maluuuu,"


"Kenapa juga lo tahan-tahan? Di dalem pesawat juga ada toilet kan?"


"Ogah gue, kan tau sendiri gue paling males make toilet dalem pesawat,"gerutunya


"Banyak gaya bang ..."qiya memotong ucapan fira


"Ssttt udah udah gue mau ke toilet dulu, ini udah di ujung banget,"sambil menitipkan bawaannya kepada fira" lo tunggu aja di sana, ga lama ko okey," setelah mengucapkan itu qiya melengos pergi. Sedangkan fira hanya menghela nafas atas perlakuan kakak nya itu, kemudian dengan pasrah dia pergi menuju tempat duduk yang di sediakan bandara .


Untuk menghilangkan rasa bosan fira mengeluarkan handphone nya seraya memainkan permainan yang ada di dalam nya.


Dari kejauhan daren melihat kekasih nya yang memasuki toilet, dia pun menunggu kekasih nya itu sedikit jauh dari toilet , karena banyak orang yang lalu lalang dan takut nya di kira yang tidak-tidak oleh pengunjung lain.


Beberapa saat kemudian mata nya menangkap sosok kekasih nya yang keluar dari toilet.


Dan ketika hendak pergi meninggalkan toilet, tiba-tiba tangan nya ada yang menarik dan tidak tau dirinya akan di bawa kemana, ketika melihat wajah pemilik tangan itu seketika ia merasa senang, pasal nya jarang sekali daren bersikap seperti ini.


Mata nya menatap sekeliling, tempat ini sangat nyaman namun jarang sekali orang ber lalu lalang,


Tanpa mengucap sepatah kata daren memeluk tubuh mungil nya yang dikira sebagai kekasih nya," aku kangen tauuuuu," rengek nya


Ah gemas sekali jika melihat daren manja seperti ini. Ia sangat merasa bahagia, mungkin saja daren sudah mulai menerima qiya sebagai tunangannya, bukankah ini pertanda yang bagus? Ternyata kesabaran nya selama ini membuahkan hasil. Qiya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan kemudian membalas pelukan daren.


Merasa pelukannya melonggar qiya mendongkok menatap mata daren. Merasakan hembusan nafas semakin mendekat dan menerpa wajah nya, dengan refleks mata nya menutup mata dan mengalungkan kedua tangan nya ke leher daren


mereka berpelukan cukup lama, bercerita kesana- kemari, tertawa bersama seraya menyalurkan rasa bahagia yang ada di dalam hati mereka masing-masing.


"Love you sayang," bisik Daren


Mendengar ucapan cinta dari tunangan nya, ia merasa bahagia nya berkali-kali lipat saat ini. Iya berdoa dalam hati semoga kedepan nya akan terus seperti ini dan hubungan nya membaik seperti pasangan pada umum nya.


Ketika mengingat bahwa dirinya sudah lama meninggal kan adik nya di kursi tunggu, dalam fikir nya pasti adik nya itu akan marah. Ah tapi yasudahlah itu bisa di bicarakan lagi nanti, lagi pula kejadian seperti ini akan jarang sekali dirinya mendapatkan perlakuan manis dari tunangan nya ini.


Dalam fikiran daren mungkin yang saat ini bersamanya adalah fira, karena sedari tadi memang dia tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Dirinya hanya mendengar gumaman dan senyuman manis khas milik fira.


Daren dan qiya berpisah arah. Daren yang akan menemui teman-teman nya di lobi karena akan pulang bersama, sedangkan qiya akan ke ruang tunggu menjemput adik nya yang sedari tadi menunggu nya .


Sedari tadi fira terus menerus melirik ke arah toilet, namun nihil matanya tidak menemukan tanda-tanda kedatangan kakak nya itu, " itu si qiya ke toilet lama banget si!" Gerutunya, "kalo bukan karena dia kakak gue, ogah banget sampe nunggu lama kaya giniiiiiii,"lanjut nya


Huufff


"Emang bener-bener kurang asem itu anak, mana gue udah lemes banget pengen cepet-cepet ketemu sama kasur tercinta gue ,"


"Mending merem dulu bentar ah sambil nunggu si anak sialan,"seketika menutup mata nya karena pasal nya memang sudah sangat mengantuk.


Mata nya terbuka karena merasakan ada yang menepuk pundak nya


"Gila lo qi !! Bilang nya aja tadi sebentar, ini malah lama banget gue nunggu nya. Udah tau gue pengen cepet-cepet pulang karena pengen istirahat," cerca nya, " malah lo nya kebangetan ," lanjut nya


"Fir? Maafin gue lah.. ya ya ya ?" Seraya membujuk sang adik.


Dia harus memutar otak untuk mencari alasan supaya adik nya percaya, tapi .. apa ya?


"Dek? Apa yang bakal lo lakuin ketika ngeliat orang kurang mampu sedang kelaparan?" Tanya qiya


"Kasih dia duit buat beli makan, atau kasih makanan yang kita punya," jawab nya dengan malas


"Nah itu dia yang gue lakuin tadi. Alasan gue lama ya karena beli makanan dulu buat orang itu, maaf ya dek," dengan tatapan memelas nya


Helaan nafas yang keluar dari mulut fira,"yaudah iya gapapa,"kemudian bangkit dari duduk nya seraya melempar bawaan kakak nya itu


"Buset dah untuk ketangkep dek, kalo engga kotor nih tas kesayangan gue,"


Fira mendelik tak suka," balik ah cepet!! Cape nih gue, ngantuk juga pengen tidur," fira jalan lebih dulu untuk segera menghampiri mobil jemputan nya.


Flashback off


"Jadi alasan lo yang beli makan buat orang kelaparan itu? Bohong?" Tak habis fikir ternyata kakak nya itu pandai juga berbohong.


"Ya mau gimana lagi? Takut nya kan lo marah," ucap sembari menampilkan deretan gigi putih nya


"Eh dek lo mau kemana? Lo marah sama gue?" Karena melihat sang adik bangkit dari kasur milik nya.


Fira hanya memutar bola mata nya malas," ga penting banget gue marah sama lo," jawab nya ,"gue mau balik kamar ngantuk mau tidur bay," lanjut nya seraya pergi dari kamar qiya.