I Love You Ketos

I Love You Ketos
part 40



Bara kemana ya? Malem-malem gini ga ada di kamar nya, di setiap ruangan juga ga ada," monolog Fira


"Qi Qi, liat Bara ga?" Tanya Fira kala melihat Qiya keluar dari dapur dengan segelas air di tangan nya


"Barusan gue liat dia jalan ke taman belakang," jawab Qiya sembari jalan menuju tangga karena ingin masuk kamar


Benar saja Bara berada di taman belakang dengan secangkir teh hangat di samping nya


Fira duduk di sebelah Bara


Bara yang merasakan kedatangan seseorang itu pun seketika menoleh," belum tidur Fir? Udah malem juga besok sekolah,"


" Lo juga belum tidur Bar.. so so an ngomong begitu ke gue," cibir nya


"Kenapa kesini? Dingin tau" ujar Bara perhatian


"Hehe pengen ketemu sama lo ,"


"Tiap hari juga kita ketemu, aneh "


"Iya ya," ucap nya sembari menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal" sebener nya gue mau nanya sama lo,"


Bara mengangkat sebelah alis nya ," soal?"


"Qiya, tadi pas jalan sama lo... Dia ga ngomong apa gitu?"


"Engga Fir, dia terlihat biasa aja. Kaya nya dia udah mulai menerima kenyataan,"


"Baguslah kalo gitu, gue cuma khawatir aja,"


"Hubungan lo sama Daren gimana?"


"Jangan sebut nama itu!" Desis nya," ntar kalo ada yang denger kan berabe


"Sorry sorry Fir keceplosan gue,"


"Hubungan gue baik-baik aja, cuma ya gitu.. masih backstreet,"


"Sabar ya Fir, rumit banget sumpah percintaan lo, sampe ga habis pikir gue,"


"Gapapa yang penting saling menjaga hati masing-masing,"


"Kalo sampe tu anak nyakitin lo! Gue ga bakal ampunin dia"


"Segitu nya Bar,"


"Haruslah! Lo sepupu gue yang udah gue anggap sebagai adek sendiri,"


"Makasi Baraaaa," Fira memeluk Bara dengan sayang


Bara juga membalas pelukan Fira dengan sayang, sangat-sangat sayang


"Ayo ah kita masuk Fir, udara nya makin dingin aja, gabaik buat kesehatan kamu," ajak Bara," udah malem juga kan, besok sekolah takut bangun kesiangan,"


Tangan Bara merangkul pundak Fira seraya jalan beriringan


Kamar Bara berada di kamar tamu lantai bawah, jadi mereka berpisah di ruang tv


"Perlu gue anter sampe depan kamar?" tawar Bara


"Bener?"


"Iya beneran Bara Praja Danuarta,"


"Gue liatin sampe lo naik tangga,"


"Ampun deh gue sama lo," ujar Fira terheran-heran dengan sikap Bara


"Mau mastiin aja kalo lo aman sampe masuk kamar,"


" Ya lagian pake acara ga aman segala, orang ga bakal kenapa-napa juga,"


"Gausah banyak protes! Cepet sana.. gue liatin,"


"Iya iya bawel banget sepupu gue, untung cuma satu, kalo banyak... bisa repot gue,"


"Banyak omong buruan sana,"


Melihat Fira yang sudah jauh dari pandangan nya, barulah dirinya merasa lega dan kemudian masuk ke dalam kamar milik nya


Sesampai nya di dalam kamar, Fira di suguhi dengan suara dering telepon masuk


Setelah melihat nama di layar handphone nya ternyata Tiko


"Angkat ga ya?" Tanya nya pada diri sendiri


Di pikir-pikir ... Angkat saja lah takut nya ada hal penting juga kan


"Hallo ko,"


"Hai Fir, gue ganggu ga?"


"Engga santai aja, kenapa emang nya?"


"Besok pulang sekolah gue mau ajak lo jalan mau ga?"


"Jalan kemana?"


"Liat besok aja ya Fir, jadi mau ga?"


Menimbang-nimbang ajakan Tiko ia harus menjawab apa? Jika menolak... Merasa tidak enak hati, dan kalo di terima.. Daren akan marah ga ya kira-kira


"Hallo Fir? Masih denger suara gue kan?"


"Eh iya ko denger-denger," jawab nya dengan gugup


"Jadi gimana? Mau ga?"


"Boleh deh, besok ya," jawab nya dengan terpaksa, karena merasa tidak enak jika menolak ajakan Tiko. Toh dia juga baik


"Oke, besok gue tunggu di parkiran sekolah. Kalo gitu gue tutup ya telepon nya? Selamat malam Fira,"


"Iya ko, malam,"


Tut


"Besok ajalah gue izin sama Daren nya, sekarang udah malem takut ganggu juga," monolog nya sendiri